Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
rencana


__ADS_3

Mentari pagi menyambut, bias sinarnya masuk melalui celah jendela menyilaukan mata pemuda yang sedang terlelap bergelung memeluk erat tubuh gadis yang juga terlelap di sampingnya. Zayn menyipitkan mata, menyesuaikan cahaya yang masuk, saat hendak meregangkan badan untuk mengumpulkan separuh jiwanya, dia tersadar jika saat ini tangannya melingkar di pinggang Alana yang masih memunggunginya.


Tidur bersama ....


Zayn menarik kedua sudut bibirnya, tersenyum lucu menatap posisi tidur Alana yang masih sama seperti semalam memunggunginya. Bagaimana tidak semalam Alana seakan tak bergerak dalam pelukannya.


Zayn menatap jam digital di nakas. Astaga, ternyata sudah saatnya ia pergi ke kantor.


Perlahan Zayn melepaskan uluran tangannya di pinggang Alana. Menarik bahu gadis itu pelan agar merubah posisi menjadi telentang, tidak ingin tubuh Alana merasakan pegal karena semalaman tidak berganti posisi, bahkan tidak bergerak sama sekali dan entah pukul berapa Alana terlelap, Alana ini pasti baru saja tertidur hingga matahari telah menyambut perempuan ini masih belum juga bangun.


“Aku baru memelukmu, kau sudah tidak bisa bergerak, bagaimana jika aku meminta hakku,” gumam Zayn berbaring miring, seraya tangannya merapikan rambut yang menutupi wajah Alana.


“Ck, ck. Dia ini benar-benar tidak bisa ya jika tidak berdandan, bahkan saat tidur pun. lihatlah bedaknya terlihat sangat tebal benar-benar tidak akan luntur, ini tahan air, bahkan badai sekali pun,” gumam Zayn menikmati wajah Alana dari dekat.


Puas menikmati wajah Alana yang terlelap, Zayn kemudian bangun. Dia harus ke kantor. Tapi ia tak tega membangunkan Alana. Biarkan saja istrinya itu beristirahat.


“Aku pergi dulu,” kata Zayn mengecup sekilas bibir Alana lalu mengusap bibir ranum itu dengan ibu jari.


Setelahnya meninggalkan Alana yang masih terlelap.


////////


Di ruang kantor, Zayn duduk di kursi kebesarannya. Mengamati sebuah foto yang berada di layar ponselnya.


Netranya fokus ke arah ponsel, menatap wajah perempuan berkacamata yang ada di ponselnya dengan senyum teduh.


“Aku tidak menyangka, setelah sekian lama hatiku bisa berpaling darimu,” ucap Zayn terus menatap layar ponselnya, kini tak ada getaran rindu lagi saat menatap foto itu.


“Aku telah mencintai perempuan lain,” akui Zayn.


“Kali ini aku tidak akan diam saja, sama seperti saat aku menyukaimu, Andai dulu aku tidak membuang waktu. Aku salah dulu hanya mengungkapkan dengan tindakan dan perhatian. Ternyata cinta juga butuh di ungkapkan dengan kata-kata, agar semua jelas, Andai dulu aku mengatakannya padamu mungkin saat ini kau telah menjadi milikku,” kenang Zayn akan nasib cinta pertamanya yang gagal.


“Tapi, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kali ini, Aku akan mengungkapkan perasaanku padanya. Aku tidak akan mengulangi yang sama seperti dulu, cinta butuh ungkapan kan,” guman Zayn dengan senyuman membayangkan wajah perempuan dengan make up tebal.


Apalagi saat membayangkan semalam bagaimana Alana yang begitu tegang tidur bersamanya bahkan menolaknya dengan Alasan yang lucu. melihat Perempuan itu kebingungan dengan sikapnya. Menggemaskan sekali vampir Chinanya itu.


Zayn hanyut dalam pikirannya tak menyadari Ken masuk ke dalam ruangan.


“Tuan ini laporan proyek yang Anda minta,” kata Ken berdiri dihadapan Zayn. Meletakkan map laporan di meja.


Zayn tersadar, huh. Sejak kapan Ken masuk ke dalam ruangannya.


Zayn lalu meletakkan ponselnya di meja.


Meraih laporan yang di bawa Ken mulai membacanya.


“Saya permisi tuan,” ucap Ken membungkuk sekilas lalu berbalik hendak keluar ruangan.


Zayn menatap kepergian Ken. Mulai berpikir sejenak. Rasanya dia malas sekali mengecek laporan hari ini, dia punya hal yang lebih penting yang harus di lakukan. Bagaimana kalau bicara dengan Ken.

__ADS_1


“Ken tunggu!” tahan Zayn.


Ken menghentikan langkahnya berbalik menatap sang bos.


“Ada apa tuan?” tanya Ken menatap sang tuan.


“Duduklah,” titah Zayn menunjukkan kursi yang berseberang dengan meja yang ada di hadapannya.


Tanpa kata Ken lalu duduk di kursi, tuannya pasti akan membahas pekerjaan dengannya sama seperti yang sudah-sudah.


“Ada apa tuan? Proyek apa yang ingin anda tanyakan?” tanya Ken yang melihat Zayn belum membuka kata.


Zayn berdehem sejenak, sebenarnya rancu juga bertanya masalah ini dengan Ken.


“Ken.”


“Iya tuan.”


“Apa kau pernah mengatakan cinta pada seorang gadis?” sosor Zayn langsung.


“Hah.” Ken tercengang, saking terkejutnya mendapatkan pertanyaan si boss.


Apa! Sang boss membahas masalah perempuan dan cinta padanya. Lelaki ini terbungkam sungguh tak percaya. Bertahun-tahun dia bersama, baru kali Zyan membahas cinta.


Aneh! Ada apa ini?


Zayn mendengkus, tergelak saat melihat Ken hanya terdiam mematung.


“Saya tidak pernah jatuh cinta tuan,” ucap Ken pelan.


Zayn tersenyum miring, melipat tangan di dada. Menatap Ken.


“Pantas saja kau masih sendiri, kau sangat payah, belum menikah sampai saat ini, itu mengenaskan,” cibir Zayn dengan nada mengejek.


Astaga, Ken seketika memasang wajah datar akan ucapan remeh Zayn.


Apa katanya payah?


“Ck ...Ck ... Hei. Tuan Zayn yang terhormat, Anda lupa yah? jika anda menikah dan mendapatkan pasangan itu juga hasil jebakan. Jika tidak sampai saat ini Anda juga tidak akan menikah dan punya pasangan, jadi jangan bangga,” jerit Ken dalam hati akan kebanggaan sang boss yang bisa-bisanya meremehkan percintaannya.


Zayn menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


“Bantu aku memikirkan. Bagaimana cara menyatakan cinta pada seseorang?” rancau Zayn terlihat berpikir.


Melihat Zay diam, Ken juga diam mencoba berpikir. Hingga teringat sesuatu.


“Tuan menurut adegan yang ada di film biasanya adegan pria akan mengatakan cinta dengan membawa wanitanya ke tempat yang sangat romantis, pemandangannya indah hingga wanitanya terkesan, lalu si pria Memberinya seikat bunga dan mulai Mengatakan cinta,” papar Ken.


“Tempat romantis? Memberi bunga.” ulang Zayn berpikir.

__ADS_1


Tangan Zayn mengentuk-ngetuk meja sambil menimbang ucapan Ken. Tak beberapa lama dia telah mendapatkan ide yang bagus.


“Baiklah itu ide yang bagus,” ucap Zayn dengan senyuman menghiasi wajahnya.


Ken pun tersenyum lega. Ternyata semudah itu. Tentang perempuan.


“Ken, Kalau begitu, aku akan membawanya ke tempat yang romantis. Aku akan membuatkan taman bunga untuknya,” jelas Zayn.


Apa ....


Membuat taman bunga! Oh astaga.


Tempat romantis bukan berarti membuatnya. Tuan Zayn. Cukup mengajak di tempat yang telah ada, jerit Ken. Jatuh cinta telah membuat si boss aneh.


“Tuan, apa itu tidak berlebihan hanya untuk mengatakan cinta. Hingga harus membuat taman sendiri,” sela Ken dengan hati-hati.


“Tentu saja tidak, ini harus berkesan untuknya,” papar Zayn.


“Tapi tuan ...”


Zayn menarik napas berat, wajahnya terlihat sendu, menatap kosong.


“Dulu aku pernah jatuh cinta Ken dengan perempuan lain, tapi dia tidak memilihku.”


“Anda di tolak tuan!” sambar Ken tanpa sadar. Uh senang sekali dia.


Yesss! Tuh kan, Ternyata Anda lebih payah.


Ken melipat bibirnya kuat, menahan tawa yang akan meledak.


“Ken. Aku akan menjahit mulutmu. Jika kau membuka rahasia ini,” ancam Zayn dengan mata memicing tajam pada Ken.


“Tidak akan tuan,” balas Ken.


“Perempuan itu memilih lelaki lain dari pada aku, padahal kami sangat dekat dan selalu bersama, tapi dia tidak memilihku. Saat itu aku berpikir buruk padanya, mungkin salah satu alasan dia tidak memilihku karena aku tidak kaya dan punya kekuasaan,” papar Zayn lirih dadanya masih terasa di remat saat mengingat itu.


Mengingat cinta pertamanya yang gagal. Perempuan yang ia cintai menikah dengan lelaki kaya.


“Jadi Anda ingin menunjukkan kekuasaan Anda, agar dia terpukau. Dan tidak punya alasan menolak anda,”


“Berpikir realistis. Siapa yang tidak suka kekayaan. Jadi tidak ada yang salah kan. Lagi pula aku memang hebat,” ucap berbangga diri.


Ken menatap malas, pemuda narsis di hadapannya.


“Oh iya jangan lupa di taman itu harus ada kolam air mancur yang besar,” tambah Zayn.


“Baiklah tuan saya akan segera memerintah orang mengerjakannya.”


Zayn mengangguk.

__ADS_1


“Baguslah Ken, kerjakan secepatnya. Aku sudah tidak tahan Ken. Pertahananku bisa runtuh,” batin Zayn menatap ke arah bawa inti tubuhnya yang bersusah payah menahan gejolak saat berdekat dengan Alana.


Ya, dia tidak akan meminta haknya pada Alana jika tidak belum mengatakan cintanya.


__ADS_2