
Alana masih terdiam di tempat memasang wajah datar setelah mendengar pengakuan Zayn yang datang ke salon untuk menunjukkan kehebatannya tentang motor baru.
Sedangkan Zayn merutuki diri sendiri di dalam hati. Bisa-bisanya dia salah bicara.
Untuk sesaat tak ada kata yang terucap, pasangan ini terdiam.
“Emmm.” Zayn berdehem untuk kembali mengatur kata menatap Alana.
Zayn baru saja ingin membuka kata namun terhenti saat pandangannya tak sengaja bergeser. Manik matanya menangkap bayangan seorang pemuda yang baru saja keluar dari pintu salon.
Kerutan dalam menghiasi wajah Zayn.
“Arion,” batin Zayn terhenyak menatap sepupunya.
Untuk apa sepupunya yang aktor ini berada di tempat bekerja Vampir China.
“Kenapa dia bisa berada di sini?” tanya Zayn kini memasang raut dingin, menatap tajam ke arah Arion.
Alana berbalik menatap sesuai arah pandangan Zayn.
“Oh, Arion. Dia kemari untuk mengajakku makan siang bersama, dan kami baru saja pulang dari makan bersama,” jelas Alana dengan senyum terulas, bagaimana tidak dia baru saja ditraktir.
Makan siang bersama!
Zayn terkesiap mendengar jawaban Alana.
__ADS_1
“Jadi tadi kau pergi bersamanya!” sembur Zayn tak suka, mengetahui Vampir China ini dan sepupunya telah makan siang bersama tanpa sepengetahuannya.
Alana mengangguk cepat. “Iya, kak. Dia mentraktir aku dan Gisel makan siang,” sahut Alana.
Tangan Zayn terkepal, entah seperti ada perasaan aneh yang merasuk dalam hatinya, ia merasa dadanya terasa panas.
“Hai Zayn,” sapa Arion yang telah berada di antara mereka.
Zayn hanya diam, tak membalas sapaan Arion.
“Kau juga ada di sini,” tambah pemuda itu.
Zayn mendengkus. Kalimat apa itu? Dia berada di sini? Seharusnya Zayn yang bertanya untuk apa aktor ini berada di sini.
“Memangnya kenapa kalau aku kemari?” ketus Zayn memasang wajah yang menjadi ciri khasnya jutek seperti biasa.
“Aku datang kemari untuk menjemputmu!” papar Zayn langsung.
Menjemput ....
Uhg, akhirnya kata yang sangat sulit ia utarakan itu terucap juga dari mulut Zayn dengan mudah lolos.
“Menjemputku!” pekik Alana sontak terkejut, Zayn datang kemari untuk menjeputnya. Ini tidak pernah terjadi?
Zayn lalu maju semakin mendekatkan tubuhnya dengan Alana, tangannya lalu terulur. “Aku datang kemari untuk menjemput istriku,” ujar Zayn dengan nada mengalun manja, merangkul bahu Alana dengan posesif.
__ADS_1
Menjemput istriku
Jeduar ...
Bagaimana-bagaimana? Apa dia bilang tadi? Bak tersengat listrik, Alana mengerjap beberapa kali seakan tak percaya Zayn menyebutnya istri di depan Arion dan merangkul tubuhnya.
Oh astaga ada apa dengan pemuda jutek ini. Kata menjemputnya saja sudah aneh, sekarang di tambah istriku.
Alana yang berada dalam pelukan Zayn, menatap dua pemuda yang terlihat sedang beradu pandang. Terlihat tatapan kilat memancar dari keduanya.
Melepaskan rangkulannya, Zayn lalu menarik tangan Alana. “Ayo kita pulang!” kata Zayn.
“Kak aku masih ada pekerjaan,” tolak Alana ini belum waktunya dia pulang.
“Aku bilang kita pulang,” tekan Zayn tak ingin terbantahkan.
“Motorku.”
“Aku bilang pulang denganku!”
Menarik napas pasrah Alana lalu ikut. Wajah jutek itu selalu membuat Alana tak berkutik.
Netra mata Alana mengarah pada Arion.
“Arion, kami pulang dulu,” pamit Alana yang harus mengikuti keinginan tuan jutek ini untuk pulang bersamanya. Arion hanya membalas dengan anggukan dan senyum tipis.
__ADS_1
Arion hanya melihat interaksi pasangan yang ada di hadapannya, sejak awal Zayn terlihat mendominasi sedangkan Alana terlihat selalu patuh.
Alana naik ke motor milik Zayn, sesuai perintah kali ini dia akan pulang bersama Zayn. Hufff .... kenapa sih dia hari ini? Batin Alana bertanya-tanya dalam hati.