Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
Ayang


__ADS_3

Di gedung kantor. Zayn sedang berada di dalam ruangan, duduk termenung di depan layar komputer yang menyala. Tubuhnya memang di kantor namun pikirannya terus tertuju pada Alana istrinya. Apalagi beberapa hari ini mereka melalui hari dengan damai dan semakin akrab.


Tak ada usikan dari Arion atau pertengkaran karena kotak makan. Ya sejauh ini, hanya dua hal itu yang pernah membuat mereka berdebat. Selebihnya semua berjalan indah. Zayn bersyukur mendapatkan istri yang sangat baik dan penurut.


Terkadang Zayn juga merasa aneh mengapa Alana begitu patuh padanya. Menuruti semua keinginannya. Sikapnya manis sekali. Uhh, membuatnya gemas.


Zayn tidak pernah menyangka akan merasakan manisnya jatuh cinta. Apalagi dengan perempuan yang telah berstatus istrinya. Kebahagiaan itu terasa berlipat-lipat. Hidupnya yang hampa kini telah di isi dengan kebahagiaan bersama Alana. Perasaan berbunga ini menggetarkan jiwa. Apalagi membayangkan malam-malam bergairah yang selalu mereka lalui sebagai pasangan suami-istri.


“Tuan,” sapa Ken membuyarkan lamunan Zayn.


Zayn menatap Ken yang baru dia sadari keberadaannya dengan wajah datar. Mengganggu saja decaknya di dalam hati.


“Tuan waktunya anda menghadiri rapat dengan dewan direksi,” jelas Ken akan agenda sang bos.


Rapat lagi, Zayn mendengkus. Ya ampun kenapa pekerjaannya seakan tidak ada habisnya.


“Baiklah,” kata Zayn lalu bangkit dari duduknya.


Melangkah keluar di ikuti oleh Ken.


Zayn masuk ke dalam ruang rapat di sambut oleh dewan direksi yang seketika berdiri sebagai tanda menyambutnya.


Zayn yang berada di ujung meja hendak duduk, seketika tertegun saat pandangannya tertuju pada pemuda tampan yang mengenakan jas abu-abu yang berdiri di deretan para dewan rapat, melengkungkan senyuman padanya.


Ken yang melihat sang bos yang terlihat terkejut telah tahu seakan membacanya. Ken mendekat ke arah Zayn.


“Tuan mulai hari ini tuan Arion akan bergabung dengan perusahaan ini!" jelas Ken berbisik.


Zayn tersenyum miring lalu duduk di kursi tatapannya tajam. Sudah Zayn duga. Arion pasti punya maksud lain untuk berhenti menjadi seorang aktor. Dia pasti melakukan sesuatu untuk memperjuangkan cintanya. Pemuda itu tidak akan tinggal diam saja.


“Ken, awasi dia jangan sampai dia mengusikku,” bisik Zayn.


“Baik tuan,” balas Ken.


Zayn tahu Arion pasti punya maksud lain datang ke perusahaan ini, Zayn harus berhati-hati pergerakan Arion akan berimbas dengan hubungannya bersama Alana.


Zayn pun mulai memimpin rapat.


Matahari telah naik setelah beberapa saat, pembahasan tentang perusahaan selesai. Rapat di bubarkan.


Orang-orang pun keluar dari ruangan. Zayn belum meninggalkan tempat, dia harus menyapa sepupu menyebalkannya yang baru saja bergabung.


“Hai. Zayn,” sapa Arion dengan senyum ramah.


Zayn hanya membalasnya dengan deheman, memasang wajah dingin tak bersahabat.

__ADS_1


“Aku baru bergabung, mohon bimbinganmu,” ucap Arion merendah.


“Semoga saja kau benar bergabung untuk semakin menguatkan perusahaan ini, bukan hanya masuk sebagai pengacau,” cibir Zayn memasang wajah jutek.


“Kau tenang saja. Setelah tujuanku tercapai aku akan pergi,” balas Arion dengan senyum miring.


Zayn mengepalkan tangannya kuat, mendengar ucapan Arion.


Tatapan kilat penuh amarah pun terpancar dari keduanya. Terlihat jelas aura permusuhan dari kedua sepupu ini.


"Tuan sudah waktunya makan siang,” jelas Ken yang melihat ke duanya. Seakan ingin saling menerkam.


Zayn menghela napas, mencoba menahan diri.


“Baiklah, aku pergi dulu. Aku akan makan siang dengan istriku tercinta,” ucap Zayn dengan nada mengalun, serta senyum mengembang. Seolah sengaja memancing emosi Arion.


Dan lihatlah dia berhasil, wajah Arion berubah datar. Zayn bisa melihat jika sepupunya itu kesal mendengarnya.


Dengan seringai Zayn melangkah angkuh keluar ruangan penuh kemenangan pergi meninggalkan Arion.


***


Lengkungan senyum sejak tadi tertambat di wajah Zayn. saat tangan Alana melingkar erat di pinggangnya ketika ia sedang mengendarai kendaraan, berboncengan berdua. Hal sepele yang membuat perasaan bahagia.


Sesuai apa yang Zayn katakan pada Arion jika ia akan makan siang bersama istrinya. Kini Zayn dan Alana baru saja meninggalkan sebuah restoran mewah. Setelah pasangan ini menghabiskan waktu makan siang bersama.


Setelah mengendara beberapa saat, Zayn menghentikan kendaraannya di depan salon. Alana pun turun dari motor.


Dengan sigap Zayn membantu melepaskan helm yang istrinya kenakan. Setelahnya tangannya merapikan surai panjang Alana. Huu, Jantung Alana terus saja bergemuruh saat mendapatkan perhatian dari suaminya itu. Manis sekali sih.


“Terima kasih kak,” ucap Alana mengulas senyum saat tangan Zayn telah turun dari kepalanya.


Zayn hanya mengangguk pelan, lalu membuka helm yang ia kenakan.


“Aku masuk dulu kak,” pamit Alana hendak berbalik.


“Kau tidak melupakan sesuatu?” ucap Zayn dengan penekanan.


Alana terhenti, alisnya bertaut. Melupakan sesuatu? Memangnya apa yang ia lupakan. Pikir Alana.


“Apa kak?” tanya Alana tak mengerti.


Zayn mendesah kasar agar Alana merasa penasaran, namun mengulas senyum samar.


“Ciuman semangat! Aku selalu memberikannya padamu setiap kau masuk ke dalam. Kali ini aku ingin kau yang memberiku ciuman semangat, sebelum aku pergi,” papar Zayn dengan nada menggoda. Dia ingin Alana terbiasa dengannya, hingga hubungan mereka kuat.

__ADS_1


Ciuman semangat!


Blus ...


Wajah Alana seketika memanas.


Alana mematung. Ya ampun haruskan ia memberikan Zayn ciuman semangat di tempat ini? Sudah cukup setiap pagi saja mereka membuat Gisel heboh karena ulah Zayn yang menciumnya.


“Kak jangan di sini, malu,” ucap Alana tertunduk malu.


“Cepatlah!”


“Ayo!” Desak Zayn menepuk-nepuk pipinya dengan jari telunjuk.


Tubuhnya telah membungkuk mensejajarkan wajahnya di hadapan Alana.


Oh astaga. Pemaksa sekali, Alana celingak-celinguk menatap sekeliling. Memastikan suasana aman. Apalagi ke arah salon di mana Gisel selalu memantaunya jika bersama dengan Zayn.


Setelah merasa aman dengan cepat Alana mendaratkan satu kecupan di pipi Zayn.


Cup


Senyum Zayn terkembang, memperlihatkan deretan gigi ratanya. Ada getaran kuat dalam perasaannya. Ini pertama kalinya Alana menciumnya.


Alana tertunduk malu. Ingin rasanya ia menyembunyikan wajahnya. Ini memalukan mencium seorang pria di depan umum walau berstatus suami.


Suasana seketika kikuk, malu-malu dan salah tingkah.


“Nanti aku akan menjemputmu lagi!” ucap Zayn, mengalihkan pandangannya, mengenakan helmnya, tidak ingin Alana melihat wajahnya yang memerah.


Alana mengangkat pandangannya membalas dengan anggukan.


“Aku pergi dulu ... Ayang!” kata Zayn lalu mulai memacu kendaraannya.


Hah ...


Ayang ...


Alana tercengang, berdiri membeku mendengar panggilan baru Zayn untuknya, bukan Vampir China lagi tapi ayang.


Panggilan Ayang layaknya sebutan muda-mudi kasmaran warga+62.


Ayang ....


***

__ADS_1


Meleyot ngak tuh ayang Alana.


Makasih banyak atas doa kalian. Terharu aku tuh ....


__ADS_2