
“Ingat Zayn, Alana tidak pernah menginginkan menikah denganmu!”
“Apa selama ini kau pernah bertanya perasaannya padamu? Apa dia ingin hidup bersamamu! Dia tidak pernah mencintaimu!”
“Dia tidak bahagia bersamamu! Selama ini kau hanya memaksanya berada di sisimu! Kau hanya lelaki egois, yang akan terus menekannya!”
Zayn duduk termenung di kursi kebesarannya menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Pikirannya berkelana jauh dengan ingatan yang tidak bisa di sapu. Semenjak Arion mengucapkan kalimat-kalimat itu padanya beberapa hari yang lalu. Kata itu terus terniang-niang bak roll film yang berputar di dalam otaknya.
Sungguh rasa resah terus bergelayut di ujung hatinya.
Benar, Zayn tidak pernah bertanya pada Alana bagaimana isi hati perempuan itu padanya.
Zayn tidak bisa membaca hati dan pikiran Alana, selama ini yang ia tahu sejak awal pernikahan Alana selalu patuh padanya menuruti ucapannya namun hanya sebatas tugas yang ia beri. Baik dulu sebagai pelayannya maupun istrinya. Tak ada yang berubah.
Selama ini Zayn terbuai akan cintanya, dia tidak peduli perasaan Alana. Baginya ia sudah bersama cintanya itu yang paling penting. Dia tidak mau gagal dan kehilangan cinta lagi. Sudah cukup ia merasakan sakitnya tak bisa bersama dengan perempuan yang ia cintai. Dan Alana adalah istrinya dia tidak akan melepaskannya.
Benarkah perempuan yang ia cintai itu tidak bahagia bersamanya? Cintanya itu tertekan hidup bersamanya? Benarkah dia egois selama ini karena tidak bertanya perasaan Alana padanya?
Suara langkah kaki membuat lamunan Zayn buyar. Beralih menatap lelaki yang baru saja masuk ke dalam ruangan.
“Tuan,” sapa Ken seperti biasa membawa beberapa berkas yang harus di periksa dan di tanda tangani oleh sang bos.
Ken meletakkan berkas itu di meja. Zayn lalu menenggakkan tubuhnya mulai memeriksa berkas laporan.
Ken tak beranjak keluar dari ruangan hanya menatap sang bos yang telah bersama dengannya.
“Tuan!” panggil Ken.
“Dua minggu lagi, akan diadakan rapat dengan para pemegang saham tentang pemilihan pemimpin perusahaan walter,” ujar Ken hati-hati cemas jika membuat tuannya tersinggung.
__ADS_1
Mendengar ucapan Ken, Zayn mengangkat pandangannya dari laporan yang ia baca menatap Ken dengan senyum pelik.
“Aku pasti kalah kan!” papar Zayn langsung.
Ken terdiam tak ada jawaban yang bisa ia berikan, ia hanya tertunduk memasang wajah sendu. Ya bosnya hanya pewaris yang menghilang selama 13 tahun. Walau dia sudah bekerja keras selama ini membuktikan kemampuannya namun itu tidak cukup di mata mereka yang telah mengenal Arion yang sejak kecil telah di latih memimpin perusahaan. Dan tersingkir saat Zayn datang kembali.
“Tidak apa-apa Ken! Aku tidak peduli dengan semua ini!” ujar Zayn.
Zayn terdiam menitik kembali kilas balik hidupnya. Sejak lahir Zayn telah terlahir sebagai pewaris dalam keluarga carut-marut itu. namun Ayah dan ibunya bercerai saat ia berusia 12 tahun. dan tanpa sepengetahuan Ayahnya, Ibunya lalu membawanya kabur bersama, membuat keluarga Walter kelimpungan mencarinya.
Ibu Zayn membawa Zayn tinggal bersama di Indonesia. Memulai hidup sederhana dan berganti identitas menjadi Alvino Dirga hingga sulit menemukannya dan melacak keberadaannya.
Dari pewaris yang hidup dengan kemewahan berubah hidup kekurangan bukan hal mudah untuk Zayn. Tapi demi bersama ibunya yang paling ia kasih ia rela.
Namun baru beberapa bulan hidup sebagai Alvino Dirga kondisi ibunya menurun lalu sempat berpesan padanya jika ibunya sudah tidak ada. Dia boleh kembali pada Ayahnya. Dan benar ibunya meninggal dunia. Membuat dunianya seakan runtuh.
Selama tiga belas tahun dia menjadi Alvino Dirga, hingga suatu hari.
“Vin, aku sangat menyayanginya Vin, dia adikku satu-satunya, apa-pun akan aku lakukan untuknya.”
Suara tangisan perempuan itu masih melekat di ingatannya. Akhirnya demi menyelamatkan kehidupan seorang adik kecil yang sangat ia sayangi bak adiknya sendiri. Dia pun menukar hidupnya. Kembali menjadi Zayn Arsenio Walter.
Selama tiga belas tahun, sebagai cucu ke dua. Arion telah di persiapkan untuk meneruskan kekuasaan keluarga Walter. Namun tiba-tiba dia datang menggeser posisi Arion. Ya dia memang hanya pewaris yang hilang. Ini sudah milik Arion, jika harus kembali padanya ia akan memberikannya tapi tidak menukarnya dengan Alana. Dia tidak membutuhkan semua ini.
“Tuan!” panggil Ken membuat lagi-lagi Zayn tersadar dari lamunannya.
Zayn menatap Ken.
“Tuan sesuai perintah Anda untuk mempercepat pembuatan taman bunga untuk nona Alana kami telah melakukannya dan semua telah rampung,” jelas Ken mungkin berita ini bisa membuat tuannya kembali sedikit bersemangat.
__ADS_1
Dan benar tuh kan, senyum terbit di wajah Zayn.
“Benarkah? Telah jadi?” Zayn memastikan dengan antusias.
Akhirnya taman untuk istrinya yang telah ia tunggu telah selesai.
“Iya tuan. Anda tinggal mengatur waktu kapan Anda akan membawa nona Alana, saya akan menyiapkan semuanya,” jelas Ken.
“Baiklah,” ujar Zayn.
Ken telah pergi meninggalkan ruangan. Zayn kembali termenung.
Taman bunga tanda cintanya telah jadi, taman bunga yang telah ia persiapkan untuk menyatakan cintanya pada Alana namun niat itu tidak terjadi karena dia keburu kelepasan mengatakan perasaannya pada Alana karena cemburu dengan Arion.
Taman bunga ... Zayn berpikir sejenak.
Taman bunga harus kah ia kembali mengatakan perasaannya lagi dan kali ini dia meminta jawaban pada perempuan yang ia cintai itu. Apa dia mau menghabiskan sisa hidupnya menjalani pernikahan dengannya, atau tidak?
“Aku harus tahu perasaannya padaku? Apa dia juga ingin melanjutkan pernikahan ini bersamaku atau tidak?” lirih Zayn sungguh dia takut membayangkan jika Alana menolaknya. Namun Zayn sadar dia tidak boleh menahan dan menekan cintanya untuk tetap bersamanya jika perempuan itu tidak ingin. Alana pasti akan menderita selamanya terbelenggu dalam pernikahan yang tidak ia inginkan. itu pikir Zayn.
Sesuai kata ucapan Arion.
Arion, Zayn tertuju pada pemilihan pemimpin perusahaan yang akan diadakan dua minggu lagi.
“Jika dia ingin bersamaku, aku akan melepaskan semua ini, mengembalikan posisi Arion dan membawanya pergi dari sini, memulai hidup baru bersamanya dari awal. Aku akan kembali sebagai Alvino Dirga yang tidak punya apa-apa,” batin Zayn dia telah memiliki rencana.
Zayn menarik napas berat, ya dia kini telah membuat keputusan untuk nasib dan hubungannya bersama dengan Alana.
Di taman bunga itu, Zayn sekali lagi akan menyatakan cintanya dan ini akan menjadi awal untuk Zayn. Apakah ia terus melanjutkan pernikahannya atau akan berakhir melepaskan cintanya itu? Jika memang Alana tidak menginginkan hidup bersamanya maka dia akan rela melepaskan semua dan kembali merasakan sakitnya patah hati.
__ADS_1