
Arion melangkah kembali ke salon Gisel, setelah bayangan Alana dan Zayn yang pulang berboncengan telah menghilang.
Pemuda ini kembali masuk ke dalam salon, dia juga hendak pergi namun sebelum itu dia harus pamit dulu pada Gisel, tak sopan rasanya pergi begitu saja.
“Alana pulang lebih dulu ya,” tukas Gisel yang melihat semua tadi dari balik pintu kaca salon. Bagaimana Zayn membawa Alana pergi.
“Iya.” Raut wajah Arion terlihat tak bersemangat.
“Aku juga harus pamit.”
Pulang ... ya, Arion akan pulang itu berarti menikmati wajah tampan pemuda itu sudah cukup sampai di sini. Ini pasti karena tidak ada Alana di sini.
Uhg, dia tidak rela, ini semua karena Zayn yang tiba-tiba datang dan membawa Alana pergi. Jika tidak Arion pasti masih akan berada di sini. Alasan aktor itu kan kemari untuk bertemu Alana.
“Alana pasti di paksa pulang!” decak sebal Gisel menatap pintu keluar tempat tepat di mana Zayn menjemput Alana. “Semenjak menikah dengannya ia menjadi tidak bebas. Zayn suka seenaknya pada Alana," oceh Gisel.
Arion terhenyak mendengar ucapan Gisel.
“Kenapa seperti itu?” tanya Arion raut wajahnya berubah penasaran.
“Karena mereka menikah karena terpaksa, jebakan,” jawab Gisel.
“Apa maksudmu!”
Gisel berganti menatap Arion, raut wajah penasaran itu membuat Gisel tersadar. Oh astaga ...
“Kau tidak tahu tentang awal pernikahan mereka?" tanya balik Gisel mengira Arion tahu cerita pernikahan Zayn dan Alana dari ayahnya sendiri Willy Walter..
Arion terdiam, menatap Gisel intens seakan menunggu penjelasan darinya.
Tenggorokan Gisel terasa kering, ia menelan salivanya dengan susah payah.
“Matilah aku, aku salah bicara,” batin Gisel merutuki kebodohannya.
__ADS_1
////
Sementara itu dalam perjalanan pulang. Zayn mengemudikan motor sportnya. bayangan Vampir China dan Arion telah memenuhi pikirannya.
Vampir China itu pergi bersama Arion untuk makan siang bersama, mereka jalan bersama. Ahhh, entah mengapa ada rasa panas yang seakan membuatnya ingin meledak. Dia tak suka.
Tangan Zayn semakin memutar gas di stang motornya, terus melaju menambah kecepatan kendaraannya.
Sedangkan Alana yang berada di belakang Zayn, telah melingkarkan tangannya di pinggang Zayn, memeluk tubuh pemuda itu erat. Dia telah ketakutan dengan cara Zayn mengendarai motornya yang melaju kencang, seakan-akan menerbangkan tubuhnya.
“Kak Zayn pelan-pelan saja!” teriak kencang Alana sambil menutup matanya.
Tubuhnya telah bergetar tak lama lagi bayangan kecelakaannya itu akan merasuk dalam pikiran.
“Kak Zayn tolong pelan-pelan. Aku takut,” keluh Alana.
Namun Zayn tak peduli hanya acuh, tak sedikit pun mengurangi kecepatannya. Dia sedang kesal, dia ingin meluapkannya dengan berkendara sekencang-kencangnya.
Ya Tuhan, Alana sebal sekali dengan pemuda ini.
Tak di hiraukan Alana lalu mencubit kuat Zayn hingga pemuda itu kesakitan.
“Awww. Sakit!” Karena terkejut, Zayn refleks menginjak rem.
Suara ban dan aspal beradu terdengar, kendaraan berhenti mendadak.
“Aww.” Tubuh Alana tertolak ke depan melesak membentur punggung Zayn kuat.
Zayn bisa merasakan dada Alana membentur punggungnya.
Deg ...
Jantung Zayn seketika terpompa cepat, bak genderang bertalu-talu. Ia merasakan dua bukit kembar itu menempel dipunggungnya. Ternyata sejak tadi Alana memeluknya itu berarti. Oh astaga bagian tubuh itu ...
__ADS_1
“Vampir China.” Zayn menggeliat tak nyaman.
“Pelan-pelan saja, aku takut kak,” ucap Alana semakin mengeratkan pelukannya.
Glek ...
Suara tertelan dari Zayn. Ya ampun, vampir China tolong mengerti dia adalah lelaki normal. Dadamu itu, batin Zayn.
Tak tega melepaskan tangan Alana di pinggannya, dia ingat jika Alana takut dengan kendaraan yang berpacu cepat. Zayn pun menghela napas berat, lalu kembali melajukan motornya.
Kini Zayn mengatur kecepatan laju motornya pelan namun Alana masih saja memeluknya dari belakang.
Sepanjang perjalanan jantung Zayn terus bergemuru, ada gelenjar aneh yang merasuk dalam dirinya. Dada yang menempel di punggunya itu.
Ahh ...
Mencoba untuk tetap tenang, Zayn mencoba untuk fokus, tidak memikirkan hal yang tidak-tidak. tapi Ini pertama kalinya, ia begitu dekat dengan perempuan hingga menempel seperti ini.
Napas Zayn terasa sesak, Alana mendekapnya begitu erat. Pandangan Zayn pun sekilas turun ke arah perut.
Menatap tangan Alana yang melingkar. oh Astaga begitu dekat dengan inti tubuhnya.
Ah, sial ... umpat Zayn dalam hati.
Entah mengapa sisi kelaki-lakian dalam dirinya seketika bangkit Zayn merasakan sesuatu sudah tidak nyaman mendesak dari balik celana yang ia kenakan.
Kinerja jantung pun semakin bertambah menggila, ia pun menelan salivanya dengan susah payah, napasnya terasa berat, pikiran liar mulai menari-nari di pikirannya tentang membayangkan tubuh Alana, percintaan panas.
Oh tidak ... Dengan cepat ia mencoba menguasai dirinya, mencoba mengikis seluruh pikiran liar itu.
“Vampir China, kau telah membangunkanya,” gerutu Zayn gemas sekali dia, karena ulah Vampir China.
Like
__ADS_1
Coment
Vote ...