Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
Yang di tunggu warga


__ADS_3

Sudut hati Zayn menghangat, ia terus mendekap benda yang menjadi bukti Alana telah berada di taman ini saat dia menunggunya.


Alana datang ke taman adalah tanda jika perempuan itu juga ingin bersamanya. Itu sudah cukup bagi Zayn. Untuk memperjuangkan cintanya, menahan Alana agar selalu berada di sisinya selamanya dalam suka dan duka.


Bersama dengan orang yang di cintai.


Tentu saja langkah awal yang akan di lakukan oleh Zayn adalah menemui Alana.


“Aku harus menemuinya, aku akan menyusulnya,” batin Zayn dengan senyuman mengukir wajah tampannya.


Pemuda ini kemudian berpikir sejenak. Tentang Alana? ingatan Zayn menitik dipikirannya.


Ya, dia memiliki data Alana, yang tidak pernah ia buka karena baginya tidak penting, karena, setelah mengetahui bahwa Alana hanya korban dari Laura dan hanya mencoba menolongnya dari jebakan licik. Sejak saat itu penilaiannya berubah. Bagi Zayn. Alana adalah perempuan polos yang memiliki sifat yang baik, tulus, serta penurut, ia sangat percaya Alana bukan orang jahat. Jadi, dia tidak pernah memusingkan data diri tentang perempuan yang ia cintai itu. Jika memang ia ingin mengetahui sesuatu lebih baik bertanya saja pada Alana langsung.


Data Alana, semua berada di kantor. Ya Zayn harus melihat data Alana dan melihat di mana perempuan itu berdomisili di Indonesia agar ia segera menemuinya.


Dia harus ke kantor. Zayn lalu melangkah lebar meninggalkan taman, untuk ke kantor membaca berkas Alana.


Pemuda itu mendekat ke arah mobil, di mana Ken masih berada di sana menunggunya dengan setia hingga senja menyambut sedikit pun asistennya itu tidak pergi meninggalkannya.


“Ken kita ke kantor sekarang,” titah Zayn berada di dalam mobil.


Ke kantor


Alis Ken berkerut tipis, untuk apa ke kantor saat malam akan menyambut. Ini sudah waktunya untuk pulang ke rumah. Walau bingung. Ken mengikuti permintaan tuannya. Kendaraan pun memacu.


Butuh waktu kurang dari dua puluh menit. Zayn sudah berada di depan ruangan. Berjalan cepat masuk ke dalam di ikuti Ken yang sejak tadi mengekori dari belakang.


Dengan gerakan cepat Zayn mencari laporan itu, ia mulai dari menarik laci meja kerjanya. Menyibak satu persatu berkas yang bertumpuk. Setelah tidak mendapatkan apa-pun Zayn beralih pada laci yang lain.


Ken yang berdiri di depan meja sejak tadi memperhatikan Zayn yang kelihatan kelimpungan mencari sesuatu.

__ADS_1


“Anda sedang mencari apa tuan?” tanya Ken akhirnya tergelitik ingin tahu.


“Ken data lengkap tentang Alana,” jawab Zayn terus mencari tanpa menatap Ken. kini dia beralih pada rak-rak lemari, terus menyusuri.


“Aku ingin menemuinya di Indonesia Ken!” tambah Zayn.


Ya ampun ke mana laporan itu. Decak Zayn sembari tangannya terus menyusuri rak lemari.


“Data itu tuan.”


Zayn terhenti menatap Ken lekat.


"Ya Ken, kau melihatnya?” tanya Zayn tak sabaran.


“Tentang data nona Alana, karena itu penting jadi saya menyimpannya di brangkas bersama dengan data penting lainnya, saat merapikan meja kerja Anda,” ujar Ken.


Pantas saja dia tidak menemukannya.


Bak batu yang mengganjal hilang dari dada. Zayn menarik napas lega mendengar ucapan Ken. ternyata tersimpan rapi.


Tanpa kata lagi Zayn lalu menuju lemari brangkas dan membukanya.


Kedua sudut bibir Zayn tertarik saat melihat map yang berisi laporan tentang Alana benar ada di sana.


Uhg, Sudah tak sabar dia membacanya dan menemui cintanya itu.


Zayn meraih map laporan kemudian berjalan menuju meja kerajaa sambil mulai membuka map laporan.


Pemuda ini mulai meneliti kertas yang tertulis. Membaca dari awal dari data tentang nama lengkap Alana, yang bernama lengkap Alana Dewi.


Dalam keterangan ayah Alana telah meninggal, dan Alana hidup bersama dengan ibu dan kakaknya.

__ADS_1


Alis Zayn berkerut dalam saat membaca nama ibu Alana, Salma dan nama kakak Alana adalah Anara Putri.


Anara Putri ...


Seketika jantung Zayn berdetak dua kali lebih cepat, dia di terjang kerisauan. Dia tak asing dengan nama itu, Nama sahabatnya yang merupakan cinta pertamanya.


Zayn masih menepis jika itu Anara Putri yang lain.


Mencoba semakin meneliti data yang tertulis. Dan melihat foto-foto yang tertera. Hingga Akhirnya ...


Deg ....


Tubuh Zayn seketika membeku, wajahnya memucat, tangan yang memegang laporan itu bergetar.


Adik dari Anara Putri.


“Nana.” suara Zayn berubah lemah, tatapannya seketika kosong. Rasanya dia limbung, setelah mengetahui data diri Alana.


***


Ya gitu deh, akhirnya yang kalian tanyain terus, udah di baca.


Segini dulu yah. Udah berapa hari nih begadang.


Ada yang nanya Sya kenapa ngak cuap-cuap. yahhh malah nungguh ocehan Sya.


Sya lagi sibuk banget nih, biasa kalau menjelang puasa suka bikin usaha biar dapat cuan lebih. nih lagi bikin plang buat di taruh di depan rumah. Di SINI JUAL ES BATU. lumayan.


Like


Coment

__ADS_1


Vote


__ADS_2