Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
gaun


__ADS_3

Hari telah menjelang malam. Seperti biasa Alana berada di tempat andalannya jika berada di rumah Zayn, ruang apalagi jika bukan dapur.


Pemuda itu pun telah siap di meja makan dengan ponselnya.


Uhg. Dia bak selalu di awasi oleh Zayn. Alana tak habis pikir kenapa Zayn selalu saja menyuruhnya memasak.


Saat ini dia sedang memasak salah satu masakan kesukaan Zayn yaitu bakso. Sudah sejak tadi memasak makanan berbahan dasar daging itu.


Setelah beberapa saat berkutat dengan uap dari masakan kini semua telah siap.


Tinggal menghidangkannya pada yang mulia Zayn.


Alana membawa dengan hati-hati mangkuk besar kuah bakso yang berisi bola-bola daging ke meja.


Alana mulai meracik mengisi mangkuk dengan mie, bihun, tahu lalu menyiram dengan kuah bakso dengan bola-bola dagingnya.


Dan Semua telah siap, satu mangkuk bakso yang telah di racik Alana telah berada di depan Zayn.


Zayn terdiam seketika menatap mangkuknya, tanpa sadar garis bibirnya melengkung membentuk senyuman, sebuah kenangan keheboan bersama dua perempuan terkenang.


“Mengapa Vampir China ini seolah sangat tahu apa yang aku suka,” batin Zayn tak mengerti.


Zayn pun mulai menyantap bakso yang di hidangkan Alana.


Gadis ini duduk di kursi berhadapan dengan Zayn dengan meja sebagai sekat.


“Ini untukmu.” Zayn menyodorkan paper bag untuk Alana yang sejak tadi ingin dia berikan. sambil menikmati bakso panas itu.


“Untukku kak! Ini apa kak?” tanya Alana tak mengerti.


Gadis cantik ini lalu mengintip ke dalam paper bag.


“Gaun,” tebaknya.


“Pakai itu, kau akan ikut denganku menghadiri sebuah acara,” ujar Zayn hanya fokus pada mangkuk yang ada dihadapannya.

__ADS_1


“Acara! Acara apa kak! Kenapa aku harus ikut?” tanyanya lagi.


Zayn mengangkat pandangannya, menatap sinis Alana. Huh, masa tidak ingat jika dia adalah istri Zayn.


“Kau lupa siapa kau!” tekan Zayn mengingatkan jika Alana telah menjadi istrinya.


Alana tertunduk menghindari tatapan maut itu. Memilih mengeluarkan isi paper bag.


“Pakai itu ke acara keluarga, ulang tahun pamanku Willy Walter,” jelas Zayn.


“Wah cantik sekali. Ini pasti mahal.”


Gadis cantik ini berdecak kagum saat membentangkan gaun indah berwarna navy. Meraba lembut kain gaun itu.


Zayn mendengkus melihat ekspresi berlebihan Alana.


“Ini lebih bagus dari gaun Gisel,” batin Alana.


Alana terdiam sejenak pikirannya mengudara.


Gisel ... Willy Walter, paman Zayn. Oh astaga kenapa dia tidak ingat.


Berarti dia akan satu pesta dengan idola Gisel. Ya, dia bisa meminta tanda tangan Arion Miroslav nanti jika ia berjumpa, dan akan di berikan untuk Gisel yang sedang galau karena gagal dengan rencananya.


yess ...


“Ingat jangan membuatku malu di sana!” seru Zayn membuyarkan lamunan Alana.


“Iya kak,” ucap Alana dengan senyuman Bertemu artis tampan idola Jerman, Ahhhh. Dia juga sangat senang. Hatinya juga berdecak hore. Dia juga akan meminta satu tanda tangan untuk dia pamerkan pada ibunya nanti.


“Satu lagi jangan bermake up tebal dan jangan selalu menambah bedakmu itu!” ketus Zayn memasang wajah jutek.


“Iya kak,” balas Alana.


“Aku sudah kenyang,” ucap Zayn lalu bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


Alana lalu menatap seluruh bagian meja yang masih aman dia tidak kehabisan. Tumben itu pikirnya.


“Kakak sudah kenyang, kakak ngak nambah?” tawar Alana menatap mangkuk Zayn telah kosong.


“Tidak perlu rasanya biasa saja,” kata Zayn lalu melangkah meninggalkan Alana.


Mendengar itu Alana mengerucutkan bibirnya, benar-benar tak bisa menghargai.


Bayangan Zayn sudah tak terlihat kini giliran Alana yang akan makan.


Alana hendak meracik bakso yang ada di meja namun terhenti saat pandangannya tertuju pada mangkuk besar yang terisi kuah bakso yang kini hanya tinggal kuahnya saja.


Tunggu ... tunggu sebentar ada yang aneh dengan makanan ini. Alana mempertegas pandangannya.


Tuh kan ... dia kerjain lagi.


Tubuh Alana merosot lemah saat menatap jika bakso itu sudah tak memiliki bola-bola daging.


Baso dagingnya habis ... Astaga pentolannya ...


Katanya rasanya biasa saja! decak Alana mengingat kata Zayn.


“Dasar selalu cuma mau makan enaknya saja kemarin kulit ayam, sekarang semua pentolan baksonya, masa aku Cuma di sisain mienya saja. Dia benar-benar dzolim, kaya suami Indosiar,” Gerutu Alana tak terima lagi-lagi Zayn mengerjainya.


Huh ... sabar. Alana mencoba menguatkan hatinya.


Lalu teringat Alana kembali tersenyum saat melihat paper bag dari Zayn. Dia akan ikut ke pesta menjadi istri Zayn dan bertemu Arion Miroslav.


Duh, senangnya ....


“Ibu anakmu ini akan bertemu dengan artis,” batin Alana norak dengan penuh kebanggaan.


*******


Ngak lama anak kesayangan bu Salma kurang gizi karena Zayn. Awas ya entar benar-benar di getok tuh kepala sama emaknya ...

__ADS_1


Cuma mengingatkan Vino itu tahunya Alana sampai sma aja. Jadi ini udah setting 7 tahun mereka ngak ketemu wajar, pernah ketemu sekali tapi Vino ngak ngenalin dia dan karena buruk rupa Alana juga minder ketemu Vino lagi, dan minta di rahasiain wajah buruk rupanya. Vino juga berpikir ngak mungkin Alana dapat izin sendiri ke Jerman secara dia kesayangan Nara dan ibu Salma. Oke guys ...


Nah karena Alana kesayangan Nara dan ibu Salma, gimana nanti kalau Vino tahu yang ia galakin itu Alana mungkin dia juga bakalan jedotin sendiri kepalanya di tembok, jiper dia hadapi emaknya terutama kakaknya yang rela melakukan apa-pun demi adiknya. Awas loh Vino ...


__ADS_2