
Sebuah kamar di ranjang berukuran king size terlihat seorang pemuda mengenakan piyama tidur sedang berbaring menatap langit kamar dengan pikiran mengudara jauh.
Sudah sejak tadi Zayn mencoba untuk menutup matanya, namun tak bisa, ia begitu gelisah. Ada kerisauan menghujam perasaan.
“Pulang,” batin Zayn sembari tangannya tanpa sadar meremmas guling yang ada di dalam pelukannya.
Ya, pulang. Sebuah kata yang sejak tadi terniang-niang di otaknya.
Kilas bayang beberapa saat di ruang makan terkenang ketika ia dan vampir China bersama.
“Jadi kakak sudah menemukannya!” seru Alana antusias saat mendapatkan pertanyaan dari Zayn, apakah Vampir China ini sudah membaca isi laporan yang berada di dalam map yang Alana temukan terselip di antara speedometer.
Dan jawabannya, Alana telah membaca laporan itu dan tahu siapa perempuan yang telah menjebak mereka.
“Jadi identitas Laura telah terungkap,” cecar Alana bersemangat bangun dari duduknya, menunggu jawaban dari lelaki yang ada di hadapannya.
Alana heboh tentu saja dia senang, kini semua telah terungkap.
Zayn menggeleng pelan. “Belum,” balas Zayn yang sikapnya berbanding terbalik dengan Alana.
“Belum. Yah sayang sekali.” Tubuh Alana kembali merosot lemah duduk di kursi mendengar Laura belum di temukan.
Namun hanya sesaat perempuan ini kembali duduk tegak.
“Jadi perempuan itu saudara tiri kakak,” ujar Alana yang telah membaca laporan lengkap itu tanpa sengaja.
Sebenarnya niatnya hanya ingin mengembalikan map pada Zayn tadi, namun entah mengapa ia tergelitik ingin melihat isinya. Dan ya, walau pun tak sopan, tapi akhirnya ia membukanya dan mendapatkan informasi penyelidikan penting tentang Laura.
Zayn hanya menjawab pertanyaan Alana dengan deheman. Sebari bersedekap tangan di dada.
“Jahat sekali dia, sungguh tega. Kakak dan diakan bersau ....” Alana menggantung kalimatnya saat melihat mata Zayn melotot galak padanya, seperti tak suka Alana meneruskan kata menyebut mereka bersaudara.
__ADS_1
Ya tentu saja Zayn tak sudi mengakui perempuan licik itu saudara tirinya.
Alana terdiam tak ingin membahas masalah keluarga Zayn, pemuda itu pasti sangat sensitif jika mengenai kehidupan pribadinya.
Mengabaikan urusan keluarga Zayn, biarlah jadi urusan pemuda jutek itu. Lebih baik dia kembali mengatur hidupnya.
“Kakak percaya kan jika aku tidak bersalah. Aku hanya mendengar rencana jahatnya lalu mencoba menggagalkannya,” jelas Alana.
“Emm.” Zayn hanya menjawab dengan deheman. Rasanya ia tak mampu mengakui jika dia telah bersalah menuduh Alana menjebaknya.
Dan seharusnya dia berterima kasih, andai Alana tidak menggagalkan rencana Laura, dia pasti telah berakhir menikah dengan saudara tiri jahatnya itu.
Terima kasih kata yang seharusnya ia ucapkan pada Alana namun lidahnya selalu keluh jika ingin mengungkapkan.
Karena semua telah terkuak. Yess ... Dia sudah terbukti tidak bersalah ... Mata Alana seketika berbinar senang.
“Kak Zayn,” panggil Alana sedikit memajukan tubuhnya di meja makan hendak mengucapkan sesuatu.
Ya ampun, Vampir China sudah seperti habis memenangkan undian saja.
“Kak Zayn, karena aku tidak bersalah jadi aku sudah terbebas dari perkerjaan rumahkan?” tanya Alana.
Zayn mendengkus mendengar pertanyaan Alana. pantas saja dia senang.
"Emmm."Zayn menjawab dengan deheman.
Yes, Alana berdecak hore dalam hati.
“Aku juga tidak harus memasak lagi kan?” tanya Alana.
“Emmm.” Jawab Zayn lagi dengan deheman.
__ADS_1
“Aku tidak perlu lagi jadi pelayan di rumah ini kan?” oceh Alana lagi bertanya tentang nasibnya.
oh astaga banyak tanya sekali.
“Vampir China, kau ini banyak tanya sekali,” ketus Zayn memasang wajah jutek.
Alana hanya membalas dengan cengiran sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Diakan sedang bersemangat.
“Kak Zayn, Aku sudah boleh pulang ke rumahku kan?” pungkas Alana.
Pulang ...
Itulah yang terpenting dari semua pertanyaannya yaitu kebebasannya.
Zayn seketika menatap Alana, Wajah Zayn seketika berubah, sorot mata tajam itu seketika surut. wajah juteknya berubah datar.
“Pulang,” ulang Zayn suaranya berubah lemah.
“Ya, aku tidak perlu tinggal di rumah ini lagi, aku akan pulang ke rumah,” jelas Alana dia sangat merindukan rumah yang beberapa tahun ia tempati di Jerman. Karena sekarang dia terbukti tidak bersalah jadi dia bebas.
Zayn hanya terdiam tak ada kata ketus darinya baik membalas ucapan Alana dengan deheman, seketika ada perasaan aneh yang merasuk dalam sanubarinya, entah mengapa ada perasaan takut menyelimuti hatinya.
Dia tidak pernah berpikir jauh jika masalah ini terungkap Alana akan meminta pulang dan pergi dari hidupnya. Dan memang seperti itu seharusnya kan, dia tidak punya urusan lagi bersama dengan Alana, dia tak punya kuasa lagi menahan Alana namun entah mengapa ada perasaan tak rela di ujung hatinya.
Itulah pembicaraan yang terjadi antara dirinya dan Vampir China yang membuatnya tak bisa terlelap semalaman.
Like
Coment
Vote
__ADS_1