
Kaki Zayn seakan tak kuat menopang lagi, tubuh pemuda ini merosot lemah duduk di kursi. Setelah mengetahui siapa selama ini istrinya.
“Nana,” lirih Zayn.
Tubuh Zayn bak di sengat listrik jutaan volt, Ya tuhan. Perempuan yang ia cintai adalah Nana adik dari sahabatnya, gadis yang sejak dulu ia sayangi dan dia anggap sebagai adiknya sendiri. Gadis lugu dan manis yang selalu bermanja padanya, merengek meminta sesuatu, dan selalu meminta di foto olehnya.
Oh astaga, bagaimana mungkin!
Zayn mengusap wajahnya kasar, ya ampun selama ini dia bersama dengan Nana adik sahabatnya, tanpa ia sadari. Ahhh, Zayn benar-benar tak menyangka dari ratusan juta penduduk Indonesia dia tidak pernah berpikir Alana adalah Nana. Kenapa seakan dunia begitu sempit.
Pemuda ini tenggelam dalam kenangan.
Bayangan gadis remaja berkaca mata tebal dengan rambut terkepang terlintas di pikirannya. Oh Tuhan bagaimana perempuan itu berubah begitu drastis. Menjadi gadis dewasa yang begitu centil dan suka berdandan. Ya ampun itu bukan Nana yang ia kenal. Nananya tidak pernah peduli dengan penampilan. Sedangkan Nana yang sekarang setiap saat selalu merias diri.
Bahkan di awal pertemuan Zayn dibuat jengah dengan tingkah lakunya karena begitu mementingkan hiasan wajahnya.
Saat ini semua keping-kepingan kenangan menerjang bersamaan di pikiran Zayn.
Masakannya.
Masakan yang sama dengan ibu Salma. Ah pantas rasanya sama dan ia selalu merasa tak asing dengan rasa masakan yang mampu membangkitkan kenangannya.
Celetukannya dan kepolosannya yang sama seperti Nara membuat Zayn kadang teringat pada Nara.
Wadah makan ibunya, sekarang Zayn mengerti mengapa Alana sangat takut jika wadah plastik itu hilang. Dia mengenal jelas sifat ibunya pengoleksi panci dan merk wadah plastik itu.
“Di wadah itu ada ukiran huruf S nya, inisial ibuku.”
__ADS_1
Oh sial, Zayn tidak menyadarinya jika maksud nama itu adalah Salma.
Begitu banyak tanda yang kini di sadari oleh Zayn, termaksud Alana yang patuh padanya, ternyata karena dia sebagai kak Vinonya.
“Nana.”
Jadi selama ini ia jatuh cinta pada perempuan yang sudah dia anggap adik. Cintanya pada Nara malah berganti pada adiknya.
Sungguh Zayn bingung sekarang. Kini rasanya aneh ... Apa yang harus ia lakukan?
Zayn menghembuskan napas panjang mengurut pelipisnya, kepalanya seakan ingin pecah, apa kata Nara dan Ibu Salma nanti? Dia dan Nana yang di anggap sudah seperti adik dan kakak telah menikah.
Mereka sepasang adalah suami-istri.
Zayn lalu merogoh saku celananya mengeluarkan bedak milik Alana. Ia meneliti, karena mereka sudah seperti kakak adik, itukah penyebab Alana pergi darinya. Itu pikirnya.
Tapi tunggu .... Alana datang ke taman. Itu adalah hal penting untuknya, tanda Alana juga ingin bersamanya, tidak peduli bagaimana hubungan mereka. Tapi mengapa dia tidak menunjukkan diri.
Zayn semakin bergulat dengan pikirannya hingga.
“Oh astaga, mungkinkah ....” gumam Zayn. “Itu bukan halusinasiku. Apakah itu nyata ...”
Buruk rupa ...
“Kak Zayn aku tidak bisa berkeringat, nanti makeup luntur,”
"Kak Zayn aku takut baik mobil. Aku pernah mengalami kecelakaan."
__ADS_1
“Wajahnya ....”
Zayn mengingat jika Alana pernah mengalami kecelakaan parah tujuh tahun lalu. Ia tahu wajahnya juga luka. Tapi bukankah dia sudah memberikan kartu, tanpa batas milik ibunya pada Nara untuk mengobati semua pengobatan Alana hingga selesai, berapa pun banyak biayanya.
Aahhh bagai benang kusut. Begitu banyak penjelasan. Ia harus tahu semuanya. Ia harus menemui Alana apa yang terjadi padanya? Dan apakah perempuan yang buruk rupa itu benar dia? Bukan halusinasinya.
Zayn mengalihkan pandangannya pada Ken yang sejak tadi berdiri mematung memperhatikan tingkah lakunya. Astaga sudah seharian asistennya itu mengikutinya.
“Ken!” panggil Zayn akan memberi perintah.
“Ya tuan,” sahut Ken.
“Siapkan penerbangan malam ini juga. Aku akan ke Indonesia menghadiri acara kelahiran anak ketiga penerus Maxkal,” titah Zayn.
“Baik tuan saya akan menyiapkan semuanya," ujar Ken lalu ke luar dari ruangan sembari meraih ponselnya.
Zayn akan ke Indonesia, mendatangi acara kelahiran anak sahabatnya, di mana di sana dia akan bertemu dengan Alana, terutama memastikan jika perempuan buruk rupa ditaman itu adalah Alana . begitu banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Salah satunya mengapa Alana bisa sampai di Jerman.
Zayn tak mengerti mengapa perempuan itu ada di sini, Alana adalah kesayangan Nara dan ibu Salma, pusat hidup mereka. Kenapa Alana bisa mendapatkan izin tinggal di Jerman sendiri? Batin Zayn bertanya-tanya.
Kesayangan.
Perasaan Zayn di terjang gejolak menyadari daftar kesalahan yang pernah ia lakukan pada Alana di Jerman. Menindasnya, memarahinya, mencibirnya. Bahkan memanggilnya dengan sebutan Vampir China. Ya ampun habislah dia, tamat riwayatnya jika Nara dan ibu Salma tahu kesayangan mereka mendapatkan perlakuan seperti itu dari. Oh, astaga bayangan Nara yang terus mengoceh, yang mungkin juga satu paket dengan Chelsea akan membuat kupingnya panas, ditambah bu Salma yang telah siap dengan panci. Ya ampun mengerikan sekali.
“Ahhh, habislah aku,” gumam Zayn menutup kelopak matanya rapat dengan desahaan kasar.
***
__ADS_1
Info dari Sya, Vino udah pulang, trio kondangan udah lengkap, mau ngumpul tuh. dangdutan ngak lama lagi, siapkan hadiah bunga kalian kumpulin mulai dari sekarang sebagai saweranya. Kumpulin ntar pas mereka dangdutan. Oke ...
Sya mau lihat kalian jago nyawer kaga nih? Jangan mau kalah sama Vino.