Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
pulang


__ADS_3

Alana telah pergi meninggalkan Jerman. Ia telah terbang membawa cerita merana tentang percintaannya.


Gisel mengusap ekor matanya yang basah karena perpisahan dengan sahabatnya. tatapan Gisel seketika memerah kesal mengingat Alana pergi dengan hati yang patah.


“Arion! Ini semua karenanya,” decak Gisel.


Andai Arion tidak mengacaukan segalanya Alana pasti masih bersama Zayn.


****


Sementara Alana telah pergi meninggalkan Jerman, di kantor Zayn terus terniang-niang dengan perpisahannya dengan Alana tadi pagi. Kata-kata menyakitkan Alana terus mengudara di pikirannya.


“Karena tidak akan lama lagi, kakak tidak akan menjadi presdir, karena itu lah aku tidak ingin melanjutkan pernikahan ini.”


“Maaf kak Zayn, kakak tahukan biaya make up ku, skincare, perawatan tubuhku, itu semua membutuhkan biaya yang banyak dan itu tidak cukup jika kau hanya menjadi juru foto di pernikahan.”


Ah, sial hati Zayn benar-benar hancur di buatnya. Cintanya itu mengingikan kemewahan. Sama saja perempuan lainnya. Oh, ia mengira Alana berbeda, nyatanya tidak.


“Pergilah dari hadapanku.”


Zayn menutup matanya rapat, mengembuskan napas pedih ada rasa sesal merasuk saat dia mengatakan itu pada Alana.


“Tuan, Anda harus pergi pemilihan akan segera di mulai,” ucap Ken yang baru saja masuk ke dalam ruangan.


Pemilihan pemimpin perusahaan yang baru. ini adalah moment di mana Zayn kehilangan semuanya. Cinta dan jabatan.


Zayn mengangguk mengerti kemudian bangkit dari duduknya. Melupakan sejenak patah hatinya Zayn menuju ruang di mana pengambilan suara akan di mulai.


Zayn baru saja akan masuk ke dalam ruangan di mana orang-orang telah bersiap. Tanpa sengaja Zayn berpapasan dengan Arion yang memasang wajah datar. Saling melemparkan senyum miring, menyiratkan permusuhan serta binar mata penuh kilat amarah.


Zayn dan Arion masuk ke dalam ruangan, duduk berdampingan sebagai rival yang akan memperebutkan posisi pemimpin perusahaan.

__ADS_1


Setelah semua siap pemilihan pun di mulai. Orang-orang penting perusahaan mulai melakukan pemilihan. Termaksud Willy Walter si licik yang ikut dalam pemilihan. Zayn yakin jika orang yang ada di sini pasti telah di pengaruhi olehnya. Sejak dulukan dia memang ingin posisi ini untuk putranya.


Zayn hanya menatap datar, pemilihan ini tak ada pengaruh untuknya. Pikirannya hanya sibuk memikirkan nasib percintaannya yang kandas. Posisi ini tidak penting baginya.


Setelah beberapa saat kini saatnya membacakan hasil pemilihan. Seorang lelaki paruh bayah telah berdiri siap untuk membacakan hasil yang ada di tangannya.


“Tunggu!” tahan Arion bangkit dari duduknya, berdiri tegak. Membuat perhatian terkalihkan padanya.


Zayn yang melihat itu mengerutkan alis dalam. Mau apa lelaki ini? Apa di telah mau mengikrarkan diri sebagai pemimpin yang baru. Ya ampun tidak tahu sabar sekali.


“Tunggu, Anda tidak perlu membacakan hasilnya,” ucap Arion.


Zayn mendengkus mendengar ucapan Arion, sabar memangnya kenapa sih? Decak Zayn.


“Sebelum hasil itu di bacakan saya ingin mengatakan sesuatu yang penting,” papar Arion tatapannya menghunus terlihat terarahkan pada Willy Walter ayahnya.


Arion lalu menoleh menatap Zayn yang memasang wajah datar. Lalu kembali melihat ke depan.


“Saya Arion Miroslav Walter, mengundurkan diri dari pemilihan ini!" ujar Arion dengan penuh keyakinan.


Apa! Mengundurkan diri.


Seketika suasana menjadi riuh, Zayn tertegun. Apa maksud Arion mengatakan mundur, bukankah pemuda itu sangat menginginkan posisi ini.


Zayn menggeser pandangannya pada Willy Walter yang terlihat memasang gurat wajah kecewa.


“Maaf, telah membuat kegaduhan di perusahaan ini. Sekali lagi saya minta maaf,” ujar Arion lalu tak lama meninggalkan ruangan.


Grasak-grusuk terdengar, saling berbisik. Sedangkan Zayn terdiam tak mengerti mengapa Arion mengundurkan diri.


“Selamat tuan Anda masih menjadi pemimpin di perusahaan ini,” ujar Ken yang sejak tadi berdiri di sisi sang tuan. Tentu saja Ken senang tuan juteknya masih menjabat di perusahaan ini.

__ADS_1


Zayn bungkam, hatinya bertanya-tanya. Ada apa dengan Arion.


***


Zayn telah berada di ruangannya, setelah melalui drama pemilihan pemimpin yang baru. Ada banyak pertanyaan di dalam hati Zayn.


Bukan hanya Arion yang mengundurkan diri dari pemilihan, namun saat hasil akhir terbuka, Zayn tidak menyangka suara yang terkumpul untuknya 70 persen suara. Ia menang banyak dari Arion.


Sungguh aneh bagi Zayn, padahal hasilnya telah di prediksi dia pasti akan kalah. Semua memihak pada Arion, namun kenapa sekarang malah berbalik.


“Sekali lagi selamat tuan,” ucap Ken antusias.


Zayn mengarahkan pandangannya pada Ken.


“Ken apa kau menggunakan rekaman itu?” tanya Zayn.


Ya hanya rekaman itu yang bisa membuatnya menang.


“Tidak tuan!” sangkal Ken. “Sesuai perintah Anda. Aku tidak memperlihatkan pada siapa pun.”


“Lalu bagaimana bisa aku mendapatkan banyak suara?" tanya Zayn tak mengerti dia hanya pewaris yang hilang.


Ken merenung sejenak.


“Tuan saya mendengar cibiran buruk yang beredar tentang Arion. Ada yang sengaja menyebarkan rumor buruk untuk menjatuhkan Arion, ia menggiring opini dan menghasut jika Arion lelaki yang licik yang berniat merebut istri Anda, dan saya rasa orang itu berhasil dan karena itulah petinggi memilih Anda," ujar Ken.


“Siapa orang itu?” sosor Zayn.


“Saya tidak tahu tuan?” balas Ken.


Wajah Zayn berubah penasaran, siapakah yang telah berhasil membuatnya memenangkan kepercayaan petinggi perusahaan? Siapakah orang itu? orang itu telah membuat posisinya semakin kuat.

__ADS_1


__ADS_2