
“Kak Zayn, ada di sini?” ujar Alana seakan masih tak percaya pemuda sibuk sekelas Zayn berada di tempat ini.
“Memangnya kenapa?” sosor Zayn dengan ketus.
“Kakak bukankah seharusnya sibuk di kantor.”
Zayn melipat tangan di dada. Memasang wajah malas, menatap Alana yang seakan memberikan pertanyaan menyelidik.
“Ini pemutaran film sepupuku masa aku tidak datang,” ucap Zayn membuang pandangannya.
Cih, sepupu. Zayn berdecih sendiri di dalam hati.
“Sudahlah ayo masuk!” kata Zayn tak ingin Alana bertanya lagi, lalu melangkah masuk ke dalam gedung lebih dulu.
Alana mengikuti langkah Zayn dari belakang.
“Kak Zayn, apa kakak punya tiketnya,” ucap Alana karena dia hanya di beri dua oleh Arion dan itupun untuk Gisel bukan untuk pemuda ini.
Zayn menghentikan langkahnya berbalik menatap Alana dengan tatapan sinis.
“Kau ingin aku membeli dan mendapatkan gedung ini juga,” imbuhnya dengan penuh kesombongan. Jangan lupa wajah jutek itu.
Alana terdiam lalu tersadar, menggeleng cepat. Oh astaga Alana lupa, dia kan bukan Vino tapi Zayn sang presdir yang bisa melakukan apa-pun. Tiket nonton adalah hal yang mudah baginya. hanya menjentikkan jari.
Zayn kembali melangkah, Alana di belakang mencebikkan bibirnya ke arah punggung pemuda itu.
“Beli gedung ini, biasa juga nonton pake tv tabung,” oceh Alana pelan tentu saja tak terdengar oleh pemuda jutek itu.
Alana terus melangkah hingga mendengar suara dari Gisel yang menghampirinya.
“Alana kau lama sekali! Aku sudah menunggumu sejak tadi,” oceh Gisel tak menyadari siapa yang berada di hadapan Alana.
__ADS_1
Gisel tersentak kaget saat netranya menangkap bayangan Zayn, sama dengan Alana perempuan ini juga tak percaya Zayn sang presdir berada di tempat ini.
“Tu ... tuan,” cicit Gisel tertunduk memberi hormat.
Zayn hanya menatap Gisel sekilas lalu berlalu.
Gisel lalu beralih pada Alana.
“Alana kau datang ke mari bersamanya!” seru Gisel seketika binar kagum di netranya terpancar menatap Zayn. Di satu sisi Gisel sedikit takut berhadapan dengan Zayn di satu sisi dia juga tak bisa menapik pesona wajah itu.
Datang bersama Zayn.
“Tidak!” sangkal Alana dengan cepat.
Dia mana berani mengajak Zayn untuk ikut bersamanya. Itu sama saja dengan cari mati.
“Tidak, buktinya kau datang bersamanya,” goda Gisel menaik-naikkan alisnya.
“Wah, Alana romantis sekali, aku iri padamu kau menonton film Arion bersama pasangan,” heboh Gisel.
Siapa tak kagum jika berdampingan dengan orang sehebat Zayn Arsenio.
“Sel, tidak seperti itu,” sangkal Alana lagi.
Ya ampun Gisel selalu saja heboh jika menyangkut pemuda tampan.
“Alana nanti kau pura-pura takut lalu bersandar di dadanya," saran Gisel sembari menatap ke atas membayangkan adegan Alana bersama dengan Zayn nanti.
Mendengar kehebohan sahabatnya, Alana memutar bola mata jengah.
“Sel, ini bukan film horor,” decaknya.
__ADS_1
“Lagi pula itu tidak mungkin kami bukan pasangan kekasih,” jelas Alana, Ekspektasi Gisel selalu saja berlebihan terhadap hubungannya dengan Zayn.
“Ya ampun. Alana Ini kemajuan yang bagus untuk hubungan kalian, Alana tidak lama lagi kalian akan menjadi pasangan sungguhan. Lihat sekarang buktinya dia menemanimu ke tempat ini.”
“Ini kemajuan, ingat berawal dari nemenin dan akan berujung jadi nenenin,” ujar Gisel seperti biasa dengan otak mesumnya.
Alana tercengang dengan mulut terbuka.
Berawal dari nemenin berujung dengan nenenin.
Ya Tuhan ... apa segila itu.
Tak perlu waktu lama tangan Alana lalu menoyor kepala sahabat mesumnya itu.
“Gisel!” gemas Alana.
“Aduh kenapa kau menoyorku!” protes Gisel mengusap kepalanya.
“Sel, otakmu itu apa harus aku keluarkan, lalu aku cuci di sungai gangga biar suci dan mesummu berkurang sedikit,” geram Alana kesal.
Mengapa ia punya sahabat yang kadar mesumnya sangat tinggi.
“Ya, Alana namanya juga usaha, lihat sudah mulai ada kemajuan, ” balas Gisel dengan cengiran.
"Berawal dari ...." Gisel menghentikan ucapanya saat melihat Alana melotot galak.
Jika Gisel sudah mengatakan kata berawal, pasti itu akan menjurus ke hal mesum.
Gisel membekap mulutnya.
Alana terdiam hubungan dengan Zayn tidak akan sejauh itu, ke hal mesum seperti yang selalu Gisel bayangkan hubungan antara suami istri. Siapalah dia? Zayn begitu sempurna, pemuda itu pantas mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dan itu bukan dia.
__ADS_1