Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
kantor Zayn


__ADS_3

Zayn telah berada di kantor, masih termenung di kursi kebesarannya. Tak ada raut semangat dari wajahnya. Rasanya ia hanya ingin berdiam diri di kamar. Akan tetapi Ken menghubunginya untuk datang ke kantor.


Saat dia harus melewati patah hatinya, di kantor suasana kantor pun terguncang akibat ulah Arion. Ya ampun lengkaplah sudah. Besok adalah hari pemilihan presdir apakah dia masih bertahan pada posisinya atau tergantikan oleh Arion.


Presdir ...


Zayn sama sekali tidak peduli dengan jabatan itu, yang menyesakkan hatinya. Tentang rancangan hidupnya yang gagal, dia sudah bersiap akan mengundurkan diri dan menjalankan rencana yang telah ia rancang bersama dengan Alana, hidup di Indonesia sebagai photograper pernikahan.


Niat sederhana itu kandas, kini Zayn tak tahu harus berbuat apa? dan mengambil langkah selanjutnya. Alanalah arah hidupnya, namun cintanya itu tak ingin bersamanya.


Ken masuk ke dalam ruangan, raut wajahnya tersenyum, seakan ada kabar baik yang akan dia berikan, untuk bos patah hatinya.


“Tuan,” sapa Ken yang melihat tuannya termenung.


“Ada apa Ken?”’ balasnya dengan wajah datar.


“Tuan saya ingin menyampaikan jika pemimpin perusahaan Maxkal telah menyambut anak ketiganya,” jelas Ken.


Anak ketiga.


Senyum samar menghiasi wajah Zayn. Salah satu sahabat gesreknya itu sudah melahirkan anak ketiga. Rasa syukur di dalam hati Zayn untuk sahabatnya itu. Walau kadang ia menggeleng melihat sahabatnya Nara yang baru bersama suaminya selama lima tahun tapi sudah memiliki anak tiga. Kencang sekali dia.


“Apa tuan akan ke Indonesia saat acara kelahiran mereka?” ucap Ken. Yang seperti biasa menyiapkan semua keberangkatan tuannya.


Indonesia.

__ADS_1


Mendengar tempat itu, hati Zayn berdenyut sakit. Tempat di mana rencana indahnya yang tidak jadi terlaksana.


Zayn hanya diam tak ada jawaban darinya.


Ken lalu beralih memberi informasi yang lain semenjak Arion ingin menguasai perusahaan tuannya selalu terlihat cemas.


“Tuan, orang suruhan saya telah menemukan keberadaan Laura,” ujar Ken.


Tatapan Zayn kini berubah serius Laura penyebab semua ini. Perempuan yang telah membuatnya mengenal seorang Alana Dewi.


“Lalu bagaimana?”


Ken lalu meraih ponselnya dari saku celananya, memperlihatkan sebuah rekaman.


Zayn mengerutkan keningnya, melihat Video itu.


“Orang suruhan kita telah menyiksanya dan mengancamnya, akan membunuhnya hingga dia mengungkap semuanya,” jelas Ken.


“Lepaskan aku jangan bunuh aku, jangan sakiti ibuku. Aku akan mengatakan orang di balik semua rencanaku. Dia adalah paman Willy, dia datang dan menawarkan aku menikah dengan Zayn dengan menjebaknya. Dia akan menggunakan aku untuk menghancurkan Zayn," papar gambar di ponsel itu.


Rahang Zayn mengeras, amarahnya naik. Ternyata benar pamannya yang melakukan semua ini. Zayn mencengkeram ponsel Ken kuat.


“Kurang aja! Ternyata benar paman sialan itu,” umpat Zayn dengan nada meninggi.


Ya ampun kenapa dia bisa punya keluarga yang begitu menyebalkan.

__ADS_1


“Tuan ini bisa kita gunakan untuk menjatuhkan kubu Arion, mempengaruhi dewan direksi agar berpihak pada Anda,” ujar Ken.


Yang beberapa hari ini Ken begitu bekerja keras, mencari cara agar tuannya masih bisa bertahan menjabat posisinya. Sungguh Ken tak rela tuannya tersingkir begitu saja. Walau pun jutek dan menyebalkan minta ampun, tapi Ken sangat menyukai bekerja sama dengan Zayn.


Zayn terdiam memikirkan ide Ken, haruskah ia menggunakan rekaman itu untuk mempertahankan posisinya. Dan semua orang tahu bagaimana drama keluarganya yang saling menjatuhkan.


“Ken tidak perlu, jangan lakukan itu,” putus Zayn.


Ken terbelalak, tuannya tidak ingin menggunakan rekaman itu untuk mempertahankan posisinya.


“Tapi tuan besok anda pasti kalah ...”


“Biarkan saja Arion yang mengambil posisiku,” jelas Zayn pasrah.


“Tuan ...”


“Sudahlah,” ujar Zayn singkat, dia benar-benar tidak ingin membahas tentang pemilihan ini. "Hukum perempuan itu, asingkan dia di tempat terpencil selamanya, awasi dia jangan sampai kabur," titah Zayn.


"Baik tuan."


“Ken, aku akan mengerjakan semua perkerjaan terakhirku, sebelum aku turun dari posisiku,” ucap Zayn.


Wajah Ken senduh, hatinya miris mendengar ucapan tuannya. Padahal dia punya peluang untuk menang.


Sementara itu di depan pintu masuk ruangan Zyan, tanpa Zayn dan Ken sadari sejak tadi ada seorang berdiri mendengar semua pembicaraan mereka dengan hati yang bergemuruh risau.

__ADS_1


__ADS_2