
“Apa Sel! Arion bekerja satu perusahaan dengan Zayn!” sentak Alana saat mendengar informasi yang ia dapatkan dari Gisel.
Ya, Alana dan Gisel berada di salon, mereka sedang berbincang hingga membahas Arion.
“Iya Lan, saat ini Daddyku di perintahkan untuk menjadi asisten Arion jadi aku tahu berita ini dari Daddy,” jelas Gisel putri dari Peter Andrean.
“Kenapa kak Zayn tidak pernah cerita,” gumam Alana.
“Daddyku juga bilang jika Arion sekarang mengincar posisi Zayn sebagai presdir!” papar Gisel.
Apa
Arion menginginkan posisi Zayn!
Alana tersentak seakan tak percaya mendengar ucapan Gisel.
“Hah! Benarkah itu Sel?” tanya Alana memastikan.
“Iya Lan. Daddyku yang langsung mengatakannya padaku."
Alana seakan tak percaya, Arion yang baik bisa berbuat seperti itu. Dan sedang mengincar posisi Zayn, kenapa jadi kacau seperti ini? Zayn tidak pernah bercerita hal sepenting ini padanya. Padahal mereka selalu bersama. Ini masalah yang sangat besar, Zayn bisa kehilangan posisinya karena Arion.
“Lan. Aku rasa konflik dia antara sepupu ini karena sedang memperebutkanmu!” ungkap Gisel.
__ADS_1
Alana terdiam, tak tahu harus berkata apa? Dia juga tidak mengerti mengapa dua pemuda hebat itu bisa menyukainya. Dan kini bersaing memperebutkannya.
“Aku sama sekali tidak menyangka jika idola seperti Arion ternyata menyukaimu!” celetuk Gisel.
Gisel lalu meraih tangan Alana, memasang wajah sendu.
“Maaf Lan. Ini pasti karena aku keceplosan memberitahukan masalah rumah tanggamu, jika saja aku tidak mengatakan jika kalian menikah karena jebakan Arion pasti tidak akan mengganggu hubungan kalian dan berharap balasan cinta darimu.”
Gisel sudah tahu kenyataan setelah merangkai semua kejadian yang ia lihat serta mendengar beberapa curhatan dari Alana.
Alana hanya menarik napas berat, dia juga tidak bisa menyalahkan Gisel yang selalu terpesona dengan Arion hingga keceplosan.
“Aku fikir jika bercerita apa-pun padanya kami akan akrab seperti teman. Ya seperti berawal dari curhat berakhir dengan muncratt,” jelas Gisel pelan sambil memilin ujung bajunya.
Alana mendengkus. Ya ampun berawal dan berakhir Gisel si mesum keluar lagi. Tolong dia tuhan suasana sudah genting pikiran mesum Gisel masih saja on.
“Sel!” tegur Alana dengan mata memicing.
“Iya ... Lan,” ucap Gisel lalu mendekap mulutnya erat dengan kedua tangan.
“Kalau begitu aku harus pergi Sel! Aku tidak bisa diam saja!” seru Alana lalu bangkit dari duduknya membuat Gisel gelagapan mau ke mana sahabatnya ini.
“Lan kau mau ke mana?” tanya Gisel yang melihat Alana telah menyelempang tasnya bersiap meninggalkan salon.
__ADS_1
“Aku harus pergi menemui Arion, aku harus menghentikannya!”
Alana akan menemui Arion. Oh tidak Gisel tidak ingin ada masalah baru lagi. Apalagi ayahnya telah menjadi asisten Arion. Ini bisa semakin runyam.
“Lan tunggu!” panggil Gisel yang melihat Alana telah berada di depan pintu salon.
“Lan aku ikut!” ujar Gisel melangkah cepat mengekori Alana untuk bertemu dengan Arion.
Dua sahabat ini pun meninggalkan salon untuk menemui Arion. Alana akan bicara pada Arion agar pemuda mantan aktor itu menghentikan semuanya.
***
Arion nyebelin ya. Pada nyalahin Sya kan?
Sengaja biar Arion jadi punya Sya.
Sya jarang balas coment ya, pasti ngira coment kalian Sya pinggirin kaya acar kondangan, nggak dong sayang Sya baca semua. Oh, iya yang comentnya mau di balas, coment di paragraf Sya yang ini ya. Apa-pun, mau tanya tentang novel, kasih semangat, absen hadir, coment up, kritik dan saran. Apa-pun akan Sya balas. kecuali jangan tanya boleh minjam duit nggak? Kagak ada yehh. Sya sobat misquen, keset kamar mandi Sya aja masih pakai kolor bekas bapak. Oke paragraf ini untuk yang comentnya mau di balas kalau kagak mau, skip aja sayang.
Like
Coment
Vote
__ADS_1