
“Ayang Zayn,” gumam Zayn menarik ke dua sudut bibirnya. Panggilan itu terniang-niang di pikiran Zayn.
Pemuda tampan ini kini berada di ruang kantor duduk di kursi sembari berpikir keras.
Zayn sedang berpikir mungkinkah Alana juga memiliki perasaan padanya. Inikah waktu yang tepat untuk kembali menyatakan cintanya. Apa Alana akan melanjutkan pernikahan ini. Lalu bagaimana jika Alana menolaknya?
Perasaan Zayn campur aduk antara penasaran dan takut. Jujur bagaimana jika Alana menolaknya? Sungguh ia tidak ingin, namun dia juga harus menegaskan semuanya. Tidak adil bagi Alana jika ia tidak bertanya apa Alana ingin meneruskan pernikahan dengannya.
Zayn bergulat dengan pikirannya, dia memiliki rencana besar bersama dengan Alana jika perempuan itu memang ingin hidup bersamanya.
“Ken,” panggil Zayn yang sejak tadi berada di ruangan. Ya semenjak Arion ingin menguasai perusahaan Ken semakin mendekat ke bossnya itu.
"Iya tuan,” sahut Ken.
Menatap Ken yang berada di hadapannya.
“Aku ingin mengajak Alana ke taman bunga itu, kau siapkan semuanya,” Titah Zayn.
Mendengar itu Ken tersenyum samar. Setidaknya pikiran tuannya ini terkalihkan pada istrinya bukan pada masalah perusahaan.
“Baik tuan saya akan menyiapkan segalanya, saya akan membuatnya berkesan dan romantis,” ujar Ken kemudian keluar dari ruangan dengan semangat akan menyiapkan pesanan sang tuan.
Zayn termenung malam ini dia akan mengatakan pada Alana tentang taman itu. Zayn sungguh gugup ia takut jika malam ini adalah malam terakhirnya bersama dengan Alana. jika perempuan itu menolak untuk meneruskan pernikahan dengannya. Oh Tuhan semoga saja tidak.
****
__ADS_1
Malam telah menjelang Zayn baru saja pulang dari kantor setelah melakukan lembur, mengerjakan banyak pekerjaan. Semenjak mengatakan cinta pada Alana Zayn selalu pulang ke rumah Alana. Ya, karena Alana lebih nyaman tinggal di rumahnya dari pada di rumah Zayn.
Zayn baru saja membuka pintu rumah.
“Kakak sudah pulang,” sambut Alana berdiri di hadapannya dengan senyum lebar.
Wajah cantik tersenyum itu selalu berhasil membuat hati Zayn berdesir hebat, pulang kerja di sambut wajah itu seakan semua lelahnya menguap entah ke mana. Ya Tuhan dia tidak ingin kehilangan senyum itu harap Zayn. Dia ingin selalu melihat wajah ceria itu.
Zayn hanya berdiri mematung menatap wajah Alana.
“Kak Zayn, kak Zayn kenapa?” sentak Alana saat melihat pemuda itu hanya diam menatapnya.
“Hah.” Zayn tersadar dari lamunannya.
Zayn lalu menangkup wajah Alana, menatapnya lembut. Tak lama lagi dia akan mengatakan cintanya lagi di taman, dia tidak tahu apa Alana akan meneruskan pernikahan dengannya atau malah menolaknya. Jika perempuan itu menolaknya, itu berarti hubungannya dengan Alana akan berakhir.
Zayn hanya menarik ke dua sudut bibirnya, menggeleng pelan. Lalu wajahnya maju mengecup kening Alana dengan lembut. Menyalurkan perasaan sayangnya. Oh sungguh dia sangat risau saat ini.
Zayn melepaskan tautannya, Alana tersipu malu. ya ampun walau setiap hari mendapatkan perlakuan manis Zayn. Ia masih saja salah tingkah. Ahhh dia malu.
“Aku akan mandi dulu,” ucap Zayn berlalu ke kamar mandi.
Alana terdiam menatap ke pergian Zayn ke kamar, merasa ada yang aneh dengan Zayn, pemuda itu lebih banyak diam.
Setelah beberapa saat Zayn telah membersihkan diri, Alana telah menunggu di meja makan.
__ADS_1
Zayn duduk di kursi makan sementara Alana masih berdiri di samping Zayn, mengisi piring suaminya itu dengan nasi dan lauk.
“Kak Zayn ayo makan, aku sudah memasak ayam goreng crispy ini kulitnya tebal kakak pasti suka,” oceh Alana yang tahu Zayn suka kulit ayam.
Sedangkan Zayn hanya terus menatap wajah Alana yang melayaninya. Entah bagaimana dia memulai kalimatnya untuk Alana.
“Oh, iya kak. Aku juga membuat acar. Rasanya segar sekali. Entah mengapa aku sedang ingin makan acar, jadi aku membuatnya. Kakak harus mencobanya,” jelas Alana lalu menaruh makanan itu ke piring Zayn dengan telaten perempuan itu mengurusnya. Inilah yang sangat ia rindukan jika Alana pergi dari hidupnya dan tidak ingin melanjutkan pernikahan ini. Perhatian Alana.
Zayn lalu berdiri membuat Alana tersentak. Menatap suaminya ini.
“Ada apa kak?” tanya Alana.
Tanpa kata Zayn melangkah mendekat, menarik tengkuk Alana, lalu menempelkan bibirnya di bibir ranum Alana, membuat mata gadis ini membulat dengan tindakan yang di terima oleh Zayn.
Zayn mellumat bibir lembut dan kenyal Alana dengan rakus. Seakan meluapkan semua perasaannya. Sedangkan Alana, Walau awalnya ia terkejut hingga akhirnya ia pun membalasnya.
Isapan, cecapan kuat di berikan Zayn membuat Alana terbuai hingga ciuman semakin bergelora, Alana mengalungkan tangannya di leher suaminya, mereka berpagut penuh gelora dengan lidah bertaut meluapkan semua perasaan, tidak peduli jika mereka sekarang berada di ruang makan.
Zayn terus melummat, menyesap memperdalam ciumannya, bibir Alana serasa bagai candu yang tidak bisa ia hentikan, seakan ini adalah terakhirnya ia menyentuh tubuh ini. Dan Alana tak mau kalah, entah mengapa ia juga menggila malam ini.
Tubuh ke duanya telah memanas, kabut gairah menggelora membakar pasangan ini. Bibir itu terus bertaut Zayn mengangkat tubuh Alana masuk ke dalam kamar, mereka akan melanjutkannya di kamar.
Malam ini akan menjadi malam panas yang terakhir bagi mereka jika Alana menolak untuk melanjutkan pernikahan ini. Dan biarkan malam ini menjadi malam indah untuk ke duanya.
Stop yah.
__ADS_1
Jangan di lanjut. Iklan sirup marjan udah bersambung, ada season satunya ... ngak lama lagi juga deddy mizwar muncul nyuruh minum promag. Itu berarti ngak lama lagi puasa, kurang-kurangi dah mesum-mesumnya, hati kita harus suci. Asik .....