
“Mau ke mana kalian?” cecar Zayn menatap Alana dan Arion bergantian.
Zayn mengeram kesal di dalam hatinya, niat untuk menjemput Vampir China pulang bekerja malah berujung melihat perempuan itu bersama Arion sepupunya.
Alana yang mematung terkejut dengan kedatangan Zayn ke salon. Lagi lelaki ini datang.
“Kak Zayn di sini,” sapa Alana.
“Kami akan pergi makan malam bersama, malam ini,” sosor Arion dengan lengkungan senyuman.
Apa! Makan malam bersama.
Zayn mengepalkan tangannya, mendengar ucapan Arion, ada perasaan kesal meliputi hatinya. Ternyata mereka akan pergi, bagaimana tadi jika dia tidak datang atau terlambat sedikit saja mereka pasti sudah pergi bersama.
“Kalian tidak boleh pergi!” tukas Zayn.
“Memangnya kenapa? Kau juga boleh ikut bersama kami, jika kau ingin,” tawar Arion.
“Tidak perlu! Kami harus pulang!” pungkas Zayn lalu menarik pergelangan tangan kanan Alana untuk ikut bersamanya.
“Ayo pulang,” ajak Zayn.
“Tapi kak ...” ujar Alana menatap Arion, ia menjadi tak enak hati membatalkan janji untuk ke sekian kalinya.
“Zayn!” tahan Arion lalu cepat menarik sebelah tangan Alana untuk menahan pergi.
Zayn tertahan berbalik menatap sebelah tangan Alana di pegang oleh Arion.
“Lepaskan tanganmu!” geram Zayn kini manik matanya memerah kesal.
Alana kini berada di antara dua sepupu ini. Dalam posisi tangan ditarik menarik bak tali tambang, untuk memperebutkannya. Oh astaga ada apa ini? Kenapa suasana menjadi memanas seperti ini. Alana bisa melihat aura permusuhan keluar dari binar mata keduanya.
“Zayn dia punya janji pergi bersamaku lebih dulu,” tekan Arion kini memasang wajah dingin. Tak ada senyuman lagi menghiasi wajahnya.
“Aku tidak mengizinkannya pergi denganmu!” hardik Zayn.
“Zayn kau tidak bisa mengatur atau menekannya!” bentak Arion, tak mau kalah dari sepupunya, menarik tangan Alana agar tubuh mungil itu ke arahnya.
“Memangnya kenapa kalau aku mengaturnya sesuka hatiku. Kau yang sebaiknya menjauh darinya,” sentak Zayn menarik tangan Alana lebih kuat.
Alana meringis kesakitan, tangannya seakan ingin putus, tubuhnya seakan terbelah karena dua pemuda ini menariknya begitu kuat.
“Adu sakit, tolong lepaskan tanganku,” keluh Alana.
Mendengar Alana merintih, Zayn dan Arion pun melepaskan cekalan tangan mereka.
Alana memegang pergelangan tangannya bergantian yang terasa sakit.
“Alana pergilah bersamaku Kali ini jangan menolak lagi,” pinta Arion dengan binar mata memohon. Membuat yang melihatnya tak tega.
Zayn mendesis kesal, mendengar ucapan sepupunya.
Alana menatap Zayn.
“Kak Zayn, kali ini tolong biarkan aku pergi bersama Arion sebentar saja.” Sungguh dia tidak tega dengan Arion, ya dia telah beberapa kali membatalkan janji mendadak, terutama saat pesta Arion. Pemuda ini terlalu baik untuk kecewa.
Zayn membulatkan matanya tak percaya, Alana meminta izin untuk pergi. Alana memilih Arion dari pada dirinya.
“Kakak tidak punya hal penting jugakan denganku, jadi biarkan aku makan malam dengan Arion, untuk membayar janjiku. hanya makan malam, hanya satu jam,” tambah Alana.
Zayn terkesiap, Alana memilih Arion karena dia tidak punya alasan untuk pergi bersamanya.
Ya ampun bagaimana ini? Berpikir Zayn. Alasan yang lebih darurat dari, janji traktir.
“Tidak bisa! Aku, juga punya sesuatu yang penting!” cecar Zayn tak mau mengalah sedikit pun.
Cepat Zayn, otak Zayn berputar.
“Ya. Kau mengacaukan sesuatu di rumah. Dan Kau punya tugas penting yang belum kau selesaikan,” ucap Zayn cepat. Asal dia.
__ADS_1
Alana mengening.
Mengacaukan apa dia? tanyanya tak mengerti. Rasanya dia tidak punya tugas lagi.
Melihat wajah Alana yang berubah Zayn, tersenyum samar. Ada harapan Alana ikut bersamanya.
“Iya, ini sangat penting!” tekan Zayn menunjukkan raut wajah serius menatap Alana. Bersikap heboh.
“Apa kak?” dan benar saja Alana menjadi penasaran. Ya sejak menikah Alana selalu di beri tugas untuk mengurus rumah, menggantikan pelayan. Tapi ia tidak merasa ada yang kacau dalam mengerjakan tugasnya.
Yehhh ...
“Pokoknya darurat kau harus ikut denganku, Tugasmu untuk menyelesaikan kekacauan itu secepatnya!” semakin heboh Zayn bak sedang ada kebakaran lalu menarik tangan Alana cepat untuk melangkah bersamanya.
Seringai terbit di wajah Zayn saat Alana melangkah bersamanya sesuai dengan tarikan tangannya.
Ya ampun, tubuh Alana pasrah terhuyung mengikuti tarikan Zayn. Dia masih mode bingung, apa kekacauan yang telah ia buat? Dan mengapa dia memiliki tugas untuk membereskannya.
Alana berbalik menatap Arion yang mulai menjauh darinya.
“Maaf Arion, kali ini tidak bisa. Lain kali saja,” teriak Alana dengan terus melangkah. Semakin cepat saja langkah Zayn membawanya menjauh.
Yesss, Zayn berdecak hore di dalam hati saat Alana telah berada bersamanya di atas motor. Lagi dia berhasil membuat Alana dan Arion membatalkan agendanya. Padahal ia juga asal bicara seperti itu. Yang penting Alana kini bersamanya. Zayn tahu Vampir China ini tidak bisa menolaknya. dia kan si modus yang banyak akal.
Sedangkan Arion berdiri menatap nanar kepergian Alana dengan senyuman menyiratkan kecewa.
///////////////////////
Kendaraan Zayn telah terparkir di pelataran rumahnya. Turun dari motor. Alana Menatap rumah Zayn.
“Masuklah,” ajak Zayn melangkah lebih dulu. Alana mengekori dari belakang.
“Memang apa yang aku kacau kan kak di rumah ini dan tugas apa yang belum aku selesaikan kak?”
Zayn berbalik menatap Alana.
“Istirahatlah di kamarmu, biar bibi Lucy yang memasak,” jelas Zayn tergelak menahan senyuman, Alana pasti sangat penasaran. Zayn kemudian berlalu menuju lantai dua kamarnya.
Malam telah menjelang. Alana telah membersihkan diri, duduk di ruang makan dengan makanan telah terhidang, menunya terlihat menggugah selera, ditata bak makanan restoran, kali ini bukan Alana yang memasak tapi pelayan Zayn. Pelayan Zayn begitu hebat tapi kenapa pemuda itu selalu memilih masakannya. Aneh kan dia ...
Alana menunggu Zayn turun lalu menjelaskan apa yang ia kacaukan. Sungguh sejak tadi ia terus memikirkan kesalahannya. Apalagi bayangan wajah Arion yang begitu berharap padanya membuatnya merasa tak enak pada aktor yang untuk ke sekian kalinya ia kecewakan. Apalagi Arion telah baik padanya.
Iris mata Alana mengarah pada Zayn yang baru saja masuk ke ruang makan. Pemuda itu terlihat tampan dengan pakaian santai. Serasa kembali melihat kak Vinonya.
“Kak apa yang telah aku kacaukan? Dan tugas apa yang belum aku selesaikan," sosor Alana langsung saat Zayn telah duduk di meja makan.
“Makanlah dulu,” kata Zayn.
“Aku tidak akan makan sebelum kakak mengatakannya,” tolak Alana.
Zayn mengela napas berat, dia baru saja duduk sudah di cecar oleh Alana.
“Tidak ada! Aku hanya berkata seperti itu agar kau tidak pergi bersamanya!” terang Zayn santai.
Hah.
Alana membelalak, apa dia bilang? Tidak ada, dia sudah mengecewakan Arion. Dan dengan santainya bilang tidak ada.
“Kak Zayn aku membatalkan janjiku padanya! Aku punya hutang padanya,” berang Alana merasa Zayn seenaknya saja.
"Kau hanya ingin makan malam kan, sekarang kita makan malam bersama!” papar Zayn.
“Aku tidak mau!” geram Alana. Bayangan wajah kecewa terkenang di bayangan Alana.
“Aku hanya makan malam sebentar dengannya, sesuai janjiku padanya? Lalu apa masalahnya?” sembur Alana. Uhg kesal sekali dia.
“Aku tidak suka kau dekat dengannya, ujar Zayn melipat tangan didada. Mode jutek Zayn mulai on melihat sikap berlebihan Alana.
Pasangan ini dalam suasana yang panas, lagi mereka berdebat.
__ADS_1
“Memangnya dia kenapa dia sepupu kak Zayn sendiri dia baik.” Di mata Alana, Arion adalah keluarga Zayn berarti sudah seperti keluarganya juga. Tak ada jarak.
“Dia itu punya maksud lain padamu!” sosor Zayn.
“Maksud lain apa? Kak Zayn dia sepupu kakak,” seru Alana. "Ahhh sudahlah,” Kesal Alana bangun dari duduknya lalu melangkah.
Zayn pun bangkit saat melihat Alana yang hendak pergi.
“Hei, kau mau ke mana!" tanya Zayn gelagapan melihat Alana yang akan pergi.
"Aku mau pulang!” sentak Alana.
“Vampir China, kau marah karena Arion,” teriak Zayn.
“Hei jangan pergi.”
Alana hanya berlalu hingga Zayn melangkah cepat untuk menghentikannya.
“Tunggu!”
Zayn mencekal tangan Alana. Hingga langkah Alana tertahan.
Alana menatap Zayn dengan manik tajam.
“Baiklah. Kau bertanya apa yang telah kau kacaukan. Perasaanku, Ya Hatiku yang telah kau kacaukan saat melihatmu bersamanya,” papar Zayn.
Ahh, ungkapan Zayn ini semua karena sepupunya yang menyebalkan itu. Seharusnya ia menunda ini hingga moment berkesan yang telah di susun tapi apa, sepupunya itu mulai membuatnya merasa terancam.
“Kak Zayn,” gumam Alana mematung tatapan kesal pada Zayn seketika berubah.
Zayn berdiri berhadapan dengan Alana.
“Kau ingin memperbaiki kekacauan hatiku kan,” ujar Zayn.
Alana membeku, tak mengerti apa yang di maksud oleh Zayn.
Tanpa kata lagi, Zayn lalu membungkukkan tubuh tingginya kemudian menempelkan bibirnya di bibir Alana.
Cup ...
Zayn melayangkan satu kecupan di bibir Alana membuat gadis ini terdiam membatu, Zayn mendadak menciumnya.
Ya ampun dia menerima ciuman lagi. wajah Alana seketika panas.
Alana tersentak lalu mundur satu langkah, menerima serangan dadakan Zayn yang sukses membuat debaran jantung Alana menggila.
Zayn pun maju satu langkah dan kembali kepanikan meresapi hati Alana, situasi sudah mulai tak aman baginya, Zayn bak mengejarnya dan tak akan melepaskannya. Oh astaga.
“Kak Zayn,” ucap Alana pelan mulai di landa kegugupan.
Kembali Zayn melayangkan satu kecupan di bibir Alana untuk ke dua kalinya.
“Kak Zayn.” Alana kembali mundur satu langkah namun pemuda yang ada di hadapannya ini seolah tidak akan berhenti mengejarnya.
Saat bibir Zayn kembali menyambar bibir Alana untuk yang ke tiga kalinya, kembali dia hendak melangkah mundur namun apa daya. Tubuhnya tertarik dan telah terkunci oleh tangan Zayn. Pemuda itu menyesap bibir ranum Alana, mereguk manisnya.
Tubuh Alana melemah bak mendapatkan sengatan listrik. Tangannya terkepal erat saat, Zayn terus mellumat bibirnya, awalnya lembut namun perlahan ritme cecapan itu mulai terasa menggebu, semakin menuntut. Lidah Zayn mulai bermain menyapu bibirnya, menggoda untuk menerobos lebih dalam lagi. Alana bisa merasakan deru napas Zayn yang terasa berat.
Zayn melepaskan tautan, Alana pun menarik napas panjang mengisi rongga paru-parunya yang terasa kering. lalu Menatap wajah Zayn yang memerah terlihat berkabut gairah.
Alana hendak melangkah, akan tetapi tertahan. Dengan cepat Zayn membungkuk , di hadapan Alana sekali sentak menaruh lengannya di bawah lutut Alana.
“Kak Zayn,” pekik Alana mencoba berontak dalam gendongan Zayn.
Zayn menggendongnya ...
“Jangan bergerak.” Ucap Zayn lalu melangkah menggendong Alana ala bridel. Alana melingkarkan lengannya di leher Zayn, takut terjatuh.
“Inilah tugas yang belum kau lakukan, menjalankan tugasmu sebagai istriku," bisik Zayn dengan suara telah terasa berat. Kini dia telah melangkah menapaki tangga, menggendong Alana menuju kamarnya.
__ADS_1
Jantung Alana seakan jatuh ke dasar perut. Bagaimana ini? Tugasnya sebagai istri. Itu berarti dia akan menyerahkan diri kepada suaminya.
Untuk adegan selanjutnya biarkan Sya duduk dulu di bawah pohon ketapang, mencari inspirasi ....