Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
Tugas Alana


__ADS_3

Perdebatan di sengit ruangan makan, telah membawa Alana dalam gendongan Zayn.Tubuh Alana bergetar hebat, kecemasan menguasai hatinya, saat Zayn menggendong tubuh mungilnya masuk ke dalam kamar. Membaringkannya dengan perlahan di ranjang king size milik pemuda itu.


Benarkah malam ini dia akan menghabiskan malam bersama Zayn sebagai sepasang suami-istri. Ya ampun kenapa jadi begini?


Zayn mulai ikut berbaring di samping Alana, memiringkan tubuhnya, beralih menatap wajah Alana dengan sorot netra mendamba.


Tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun,Tangan Zayn terulur merapikan surai halus yang menutupi wajah cantik Alana. Entah sejak kapan ia jatuh dalam pesona wajah cantik bermake up tebal itu, membuat hatinya selalu berdesir hebat.


“Malam ini kau akan menjadi milikku seutuhnya, aku tidak akan menunggu lagi, aku harus bergerak cepat, agar kejadian itu tidak terulang lagi,” batin Zayn terus menatap wajah Alana dengan perasaan membuncah.


Ahh tatapan itu, membuat Tubuh Alana yang telah terasa membeku seketika meremang mendapatkan tatapan dan sentuhan dari Zayn. Irama Jantungnya bergemuruh.


Zayn bergerak mulai merangkak naik, mengukung tubuh Alana dalam kuasanya dengan tangan sebagai tumpuan.


Oh, astaga Alana menjadi panik, dadanya naik turun mencoba meraup oksigen yang terasa menipis. Ia tidak pernah sedekat dan seintim ini dengan seorang pria. Dia masih polos.


“Kak Zayn!” pekik Alana.


Zayn tertunduk menatap wajah Alana yang berada dalam kungkungannya.


Zayn tersenyum, mendekatkan wajahnya di telinga Alana.


“Inilah tugasmu,” bisik Zayn dengan nada menggoda di kelopak telinga Alana hingga tubuh Alana meremang.


Netra mereka beradu pandang, membuat seluruh aliran darah Alana terasa berkumpul di wajahnya. Alana membuang pandangannya ke samping. Rasa malu menyeruak saat Zayn tiada henti meneliti wajahnya.


“Ini tugas yang kau inginkan,” bisik Zayn lagi mengingatkan Alana tentang perdebatan tadi di ruang makan..


Alana tersentak menatap Zayn. Apa ini tugas yang ia minta ... Seakan Alana yang meminta berada di kamar ini bersama Zayn.


Zayn tersenyum tipis setelahnya melihat expresi Alana, terlihat menggemaskan, lalu dengan cepat menyambar bibir kenyal milik Alana mellumatnya, membuat perempuan ini kepayahan dengan serangan dadakan, Alana bisa merasakan Zayn menyesap bibirnya dengan napas telah berat terbakar oleh gairah.


Bekapan bibir itu terlepas, kecupan-kecupan kecil turun ke ceruk leher putih Alana membuat gadis ini mengalihkan pandangannya mencengkeram seprai kuat merasakan aliran darah bergejolak.


Ya ampun, rasanya jantung Alana akan meledak, karena rasa menggelitik untuk pertama kali di sudut hatinya, saat Zayn terus mencummbuinya. Sesaat Alana menutup kelopak matanya . Namun kilas pikiran terkenang.


Oh astaga. Dia tidak boleh melakukan ini dengan Zayn, pemuda ini kak Vino, sahabat kakaknya. Pernikahan jebakan ini tidak akan selamanya. Cepat atau lambat mereka akan berpisah.


Ini harus di hentikan.


“Kak Zayn.” Tangan Alana terulur menahan dada Zayn, mendorong untuk berhenti mencuumbuinya.


Zayn mengangkat kepalanya, mempertemukan mata penuh gairah serta deru napas memburu menyapu wajah Alana.


“Kita tidak bisa melakukan ini, ” ucap Alana pelan.


Pernikahan mereka tidak akan bertahan lama, kurang lebih tiga bulan lagi dia akan pergi meninggalkan Jerman untuk selamanya, pergi meninggalkan Zayn sebagai Vampir China bukan Nana adik sahabatnya.


Biarlah rahasianya sebagai adik Nara terus tertutup.


Zayn menatap dalam manik mata Alana, pandangan mereka beradu.


“Kau adalah istriku, kau milikmu, hidupmu selamanya akan menjadi milikku, karena aku suamimu,” Tekan Zayn.


Deg ....

__ADS_1


Alana membatu, ucapan Zayn menusuk di dalam relung hatinya, bukan kata istri yang membuatnya tersentak. Tapi kata Hidupmu selamanya menjadi milikku, kata itu sukses membuat Alana teringat dengan tragedi kecelakaan 7 tahun silam, dan pemuda ini dengan tulus telah menyelamatkan hidupnya.


Tubuh Alana berdesir hebat, menatap wajah Zayn. Ya, Zayn yang memberikannya hidup, memberinya kesempatan untuk melihat dunia lebih lama, pemuda ini pemilik dirinya. Dia bebas melakukan apa-pun padanya. Dan sekarang Zayn menginginkannya. Di tambah Zayn telah berstatus suaminya.


Ah akhirnya ia pasrah, menyerahkan diri pada pemilik tubuhnya ...


Menurunkan lengannya di dada Zayn.


Alana mengalihkan pandangannya ke samping. Menggigit bibir bawahnya kuat, Malam ini sebagai istri dia akan memasrahkan diri pada suaminya.


Dengan senyum puas Zayn kembali mulai mengimpit tubuh Alana. Memajukan wajahnya.


“Mulai malami ini, Ini adalah tugas barumu sebagai istriku, ” bisik Zayn pelan di telinga Alana.


Membuat Alana, terkesiap.


Apa tugas baru sebagai istri.


Tubuh Alana mematung, mencoba menelan salivanya kelat. Mulai malam ini dia akan melakukan tugas sebagai seorang istri, itu berarti akan ada tugas istri di malam-malam berikutnya.


Ah dia punya tugas lagi dari Zayn yang membuatnya terikat.


Zayn merengkuh tubuh Alana dengan cipratan gairah semakin menerjang.


“Ini yang pertama untuk kita,” bisik Zayn menggoda membuat Alana menegang, setelahnya mulai mengecup kening, mata, pangkal hidung menjalar ke seluruh bagian wajah Alana, Zayn melakukannya dengan lembut agar Alana menikmati percintaan di malam pertama mereka.


Zayn kembali memangut bibir lembut, ranum itu mengecap perlahan, memberikan kecupan-kecupan kecil, menyapu, menggoda dengan lidah agar mendapatkan balasan, melakukan dengan begitu lembut. Tak terburu-buru walau badai gelora telah menerjang.


Ahhh, Zayn si jutek telah mengeluarkan sisi lembutnya. Dia sangat berbeda, sentuhannya terasa begitu nyaman dan mengalirkan desiran.


“Eugh ...” Alana melenguh, mulai membalas sesapan, kulluman yang semakin dalam itu. Tanpa sadar tanganya terangkat melingkarkan lengannya di leher Zayn, mulai menikmati tautan bibir mereka, saling bertukar saliva menyesap hingga suara cecapan bibir itu terdengar.


Kelopak mata Alana tertutup, ketika tangan Zayn mulai menyelusup masuk ke dalam pakaian yang dia kenakan. Meremmas lembut bongkahan dada yang tidak terlalu besar. Sebelah tangannya lagi aktif bergerilya meraba setiap inci tubuh Alana.


"Ahhhh." Desahhan lolos dari bibir Alana.


Ini benar-benar memabukkan.


Tautan Zayn terlepas, tangannya dengan cepat memegang ujung baju Alana, dengan satu tarikan baju Alana lolos terlepas dari tubuhnya, hingga terlihat bukit kembar yang terbalut bra. Zayn pun juga menarik ujung bajunya membuka pakaian atas yang ia kenakan lalu mencampakkan asal.


Alana memalingkan wajahnya, yang terasa memanas sungguh ia tidak sanggup menatap dada bidang putih mulus itu. Rasanya memalukan.


Zayn tersenyum lucu melihat Alana yang terlihat malu-malu. semakin gemas saja dia.


Zayn lalu kembali menenggelamkan wajahnya di tubuh Alana. Setelahnya mulai mengabsen setiap inci tubuh Alana dengan kecupan-kecupan kecil. Sembari Tangan Zayn meraba membuka pengait bra Alana. Dengan sekali sentak Zayn berhasil membuat dua gundukan itu terpampang indah.


Terjangan badai gairah semakin menggelora di tubuh Zayn.


Kecupan pun turun menyusuri dada, bermain di sana menggulum, menghisap, menggigit, membelainya dengan lidah membuat Alana menggelinjang menahan rasa tak dapat ia lukiskan seakan ingin terbang.


Ini gila ini rasa yang tidak pernah Alana rasakan membuat tubuhnya bergetar, tanpa sadar bibirnya mengeluarkan leguhan dan erangan.


Ini gila untuknya ....


“Eugh ...”Tangan Alana menekan dan mencengkeram rambut belakang leher Zayn, seraya mengeluarkan erangan terdengar seksi yang membuat pemuda ini semakin bergairah mengecupi inci demi inci tubuhnya.

__ADS_1


Tangannya tiada henti terus bergerak meraba dan meremas bagian sensitif Alana.


Tak lama tubuh polos Alana telah terpampang nyata. Zayn telah berhasil melucuti semua pelindung tubuhnya, menatap kulit putih, mulus yang membuat gairahnnya semakin tersulut oleh api birahi. Wajah Alana merona menahan malu saat Zayn menatap seluruh tubuhnya.


Puas mencumbui Alana, Zayn menegakkan badannya dan bertumpu pada lutut. Membuka pakaian bawahnya yang sejak tadi terasa sempit dan mendesak.


Alana tertegun menelan salivanya susah payah melihat tubuh polos Zayn dengan bukti gairah telah tegak dan berdiri kokoh, wajah Alana memanas Mengalihkan pandangannya ke samping. Ini pertama kalinya melihat tubuh polos seorang lelaki.


Napas mereka telah terdengar berat saling bersahutan. Dorongan gairah telah menggelora, tak bisa di hentikan. Zayn siap untuk melakukan penyatuhan.


“Aku akan melakukannya,” desahann serak terdengar berbisik, lalu mengecup telinga belakang Alana, menyapu dengan lidah.


Tubuh Alana bergetar ia seakan tidak bisa bernapas. Suaminya akan memulai. Malam ini dia akan menyerahkan kesuciannya yang selama ini dia jaga, pada pemuda jutek yang telah menyelamatkannya. Mahkotah kebanggannya dia berikan untuk pemilik hidupnya. Suaminya.


Ingin sekali Alana meneriakkan nama ibunya. Ahhh ibunya pasti akan gila jika tahu ia telah menyerahkan kesuciannya di Jerman. Hal yang paling di takutkan ibunya. Namun Alana bisa apa? Ya memintanya adalah suaminya apalagi pemilik hidupnya. Dan dia akan memberikannya suka rela. Apa-pun untuk pemuda ini, akan ia lakukan.


“Aku akan mulai," Ucap Zayn memberi aba-aba.


Zayn membuka paha mulus Alana lebih lebar, mulai memosisikan dirinya, mengecup sekilas bibir Alana.


Wajah Alana seketika tegang. Ini adalah pengalaman pertamanya, Ia tahu robekan selaput dara akan terasa sangat sakit, rasa gugup meliputi hatinya.


“Jangan takut,” Zayn mengecup kening Alana lama mengalirkan rasa tenang.


Zayn lalu bertumpu dengan sebelah tangan. “Tahan sebentar,” ucapnya diangguki oleh Alana dengan kelopak mata tertutup sayu.


Zayn mulai mengarahkan kejantanannya ke pusat inti Alana, membuat gadis ini meremmas sprei kuat, saat merasakan ada sesuatu menempel di intinya terasa besar dan keras mulai mendesak, mencari celah untuk masuk.


Alana memejamkan kelopak matanya ketika, Zayn perlahan mendorong titik masuk pusat intinya berusaha menerobos untuk pertama kalinya.


“Ahhhh!” rintih Alana kesakitan seakan tubuhnya terbelah.


“Tahan sedikit lagi,” kata Zayn mengecup seluruh wajah Alana, menyalurkan perasan sayang agar membuatnya tenang.


Alana menggigit bibir bawahnya kuat, kuku lentiknya menempel di punggung Zayn, saat milik pemuda ini terus mencoba menerobos masuk untuk pertama kali. Benar-benar sulit dan sempit. Zayn juga merasakan miliknya berdenyut.


Kali ini dengan sekali sentakan kuat dan keras, dinding itu akhirnya terkoyak. Milik Zayn tenggelam dalam kehangatan.


“Ahhh,” pekik Alana kesakitan, semakin mencakar punggung Zayn. Saat penghalang itu terobek. Alana merasakan sesak, penuh, sakit berbaur menjadi satu di inti tubuhnya.


Zayn mencium seluruh wajah Alana dengan sayang untuk mengalihkan rasa sakitnya. Sejenak membiarkan miliknya tenggelam dalam celah lembut itu. Merasakan denyutan serta pijatan dari pusat inti Alana.


Cairan merah yang merembes kini menjadi tanda dia telah memiliki Alana seutuhnya, tak ada lagi yang bisa memisahkan Alana dari dirinya.


Sebuah kebanggaan untuk Zayn dia adalah lelaki pertama bagi Alana. Zayn mendelik menatap raut wajah Alana yang menahan perih. Ia pun berhenti sejenak.


Setelah Alana tenang Zayn mulai menggerakkan pinggulnya perlahan, mendorong mulai mengayun memberi hentakan nikmat


Zayn bergerak, memainkan tempo pelan, memacu seiring dorongan gejolak gairah, hingga rintihan kesakitan telah berganti menjadi erangann, desahann kenikmatan dari pasangan suami-istri yang menikmati malam pertama, melayang dalam rasa yang luar biasa.


Sungguh tugas yang luar biasa untuk Alana.


*****


Welcome .... di keluarga gesrek Alana Zayn.

__ADS_1


Ini juga bukti, kau telah menjadi menantu ibu Salma seutuhnya. hahahahahha


__ADS_2