Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
amarah Zayn


__ADS_3

“Sejak kapan kak Zayn berdiri di sana?” batin Alana di dalam hati. Apakah pemuda jutek itu mendengar semuanya.


Ya, setelah semalam pergi dengan kesal setengah mati karena pernyataan cintanya tak sesuai harapan, kini suasana hati Zayn telah membaik. Dia pun datang ke salon menjemput Alana untuk pulang bersama.


Namun apa yang terjadi dia malah mendengar pengakuan cinta dari sepupunya untuk istrinya. Tentu saja membuat emosinya seketika memuncak. Walau sebenarnya Zayn sudah tahu dari awal perasaan Arion, tetap saja mendengarnya langsung membuatnya, murka tak terima.


“Kak Zayn,” ucap Alana dengan suara terkesiap, saat menatap pemuda itu telah berada di depan pintu masuk.


Alana bangun dari duduknya saat melihat, Zayn melangkah mendekat ke arah Arion. Tatapannya menghunus dengan wajah terlihat memerah kesal.


“Akhirnya kau mengatakannya juga!" berang Zayn lalu mengarahkan tinjunya ke wajah Arion.


Bruk ...


Satu pukulan keras mendarat di wajah Arion membuat, tubuh pemuda itu terhuyung jatuh ke lantai.


Alana terbelalak kaget. Oh astaga. Zayn menghajar sepupunya. Pemuda itu terlihat sangat marah pada Arion.


Zayn menindih tubuh Arion lalu membungkuk menarik leher baju Arion. Dia sangat murka mendengar pengakuan cinta Arion pada Alana. kembali kepalan tangan Zayn menggantung.


“Brengsek! perempuan yang kau suka itu adalah istriku!” tekan Zayn lalu.


Bruk ...


Satu kepalan tangan Zayn lagi menyambar wajah Arion.


“Aku tidak peduli! Kau hanya membuatnya menderita. Hanya aku yang tulus padanya, dia pasti akan bahagia bersamaku,” seringai menghiasi wajah Arion. Ujung bibir Arion terlihat meneteskan darah. Membuat emosi Zayn semakin terpancing.


“Kau!” geram Zayn kini tangannya kembali hendak meninju wajah mulus Arion.


Alana berdiri cicit, melihat kemarahan Zayn yang mengerikan hanya mematung melihat dua sepupu itu. Hingga ia tersentak. Ini tidak boleh terjadi, Alana lalu dengan cepat mendekat ke arah Zayn untuk melerai.


“Kak Zayn jangan!” cegah Alana kini menahan tangan Zayn agar berhenti menghajar Arion.

__ADS_1


“Biar, aku akan menghajarnya!" geram Zayn dengan tatapan kilat penuh amarah.


"Kak Zayn hentikan! Sudah cukup! Ingat dia sepupu kakak,” ujar Alana mengingatkan membuat Zayn sedikit melunak, mendengar kata sepupu. Ahhh, benar andai dia tidak mengingat jika Arion sepupunya dia pasti sudah menghajarnya habis-habisan.


Dasar sepupu brengsek yang akan merebut istri dan cintanya ...


Zayn pun menghentikan aksinya.


Alana berhasil menarik tubuh Zayn menjauh dari Arion. Deru napas kemurkaan masih terasa oleh Zayn.


“Jauhi dia! Dan jangan bermimpi untuk memilikinya!” tekan Zayn menatap tajam sepupunya yang masih terkapar di lantai.


“Ayo pergi dari sini!” Zayn lalu menarik pergelangan tangan Alana keluar dari salon, meninggalkan Arion.


***


Pasangan ini baru saja sampai, mereka telah berada di rumah Alana. Zayn duduk di ruang tengah masih mencoba meredakan amarahnya.


Ah sial, siapa yang tidak murka jika wanita yang ia cinta, terang-terangan ingin di rebut oleh sepupunya.


“Kak Zayn minumlah.” Alana menyodorkan segelas air dan di sambut oleh Zayn. Setelanya duduk di samping pemuda itu.


Zayn pun menenggak minuman itu hingga tandas.


“Bagaimana sekarang kau percaya padaku kan!” cibir Zayn memasang wajah juteknya itu.


Kan, Alana tidak percaya pada ucapannya semalam, jika Arion mencintainya.


Alana mengukir cengiran, merasa tak enak tak mempercayai ucapan suami juteknya. Tapi jujur, sampai saat ini juga masih tak menyangka, Arion memiliki perasaan lebih padanya.


“Iya kak. Mulai saat ini aku akan menjaga jarak dengan Arion,” ucap Alana.


“Bagus,” balas Zayn.

__ADS_1


"Aku minta maaf karena sudah tidak percaya ucapan kakak,” tambah Alana lirih "Aku tidak pernah menyangkanya, jika Arion menyukaiku,” suara Alana pelan, tertunduk.


“Emm.” Zayn hanya membalas dengan deheman.


Alana lalu mengangkat pandangannya.


“Sama seperti Arion, aku juga tidak menyangka kalau kakak ...” kata Alana tertahan, mencengkeram tangannya. Rasa gugup melingkupi hatinya, seketika canggung.


Mata Zayn membulat, Alana akan membahas pernyataan cintanya. Wajahnya seketika panas, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat mengalihkan pandangannya. Ah dia malu. Alana telah tahu perasaannya.


Zayn berdehem untuk mengurangi kegugupannya.


“Kau juga tidak percaya jika aku mencintaimu!” sosor Zayn menghela napas berat. Memang sulit untuk percaya pengakuannya mengingat bagaimana sikapnya saat pertama kali pada Alana.


“Baiklah jika kau tidak percaya aku bisa membuktikan cintaku padamu,” ucap Zayn dengan seringai menghiasi wajah tampannya.


Bukti cinta ...


Pandangan Alana terangkat menatap wajah Zayn.


“Malam ini aku akan membuktikannya! Kau akan menerima bukti cinta dariku,” ujar Zayn dengan nada mengalun.


Untuk sepersekian detik Alana terdiam. Bukti cinta, apa yang di maksud Zayn untuknya, hingga Zayn semakin mendekat lalu berbisik.


“Ingat semalam kan kau tidak mengerjakan tugas istri,” bisik Zayn membuat Alana terkesiap.


“Malam ini kau juga harus menebus malam yang tertunda semalam, jadi malam ini tugas istrimu doubel,” bisik Zayn membuat tubuh Alana seketika meremang.


Tugas sebagai istri ...


Suara ludah tertelan dari Alana menatap pintu kamarnya. Ya ampun. Malam ini suaminya ini akan menjadikan kamarnya penuh ******* dan malam ini mereka akan melalui malam panas lagi.


****

__ADS_1


belum fit nih. masih pusing sama pusingnya, kaya liat dompet akhir bulan di tambah lagi dapat peringatan di hape memory penuh. jadi mohon bersabar ya.


__ADS_2