
Zayn baru saja keluar dari gedung kantor, berdiri di samping mobil. Menatap wajahnya dari kaca mobil, memperbaiki tatanan rambutnya dengan tangan.
“Bagaimana penampilanku?” tanya Zayn kini beralih merapikan jas yang ia kenakan sebelum ia masuk ke dalam mobil untuk pulang bertemu dengan Alana, dia harus terlihat sempurna.
Penampilannya?
Lelaki yang menjadi tempat bertanya itu hanya ternganga dengan pertanyaan yang di layangkan si boss. Ken hanya menatap bingung. Bertanya penampilan padanya? Astaga. Ini aneh sekali, mereka sesama lelaki!
“Ahh sudahlah, kau menjawab lama sekali!” decak Zayn sebal tak mendapatkan jawaban dari Ken sang asisten.
Zayn lalu bergegas masuk ke dalam mobil, pulang untuk menemui Alana yang telah menunggunya di rumah. Perasaan Zayn sekarang bak ada taman bunga yang bermekaran di hatinya, hatinya berbunga akan bertemu kembali setelah beberapa hari tak melihat perempuan itu.
Setelah memecah jalan kini Zayn telah sampai di rumah. Detak jantung Zayn saat ini semakin bergemuru.
Mengayun langkah cepat Zayn masuk ke dalam rumah. Manik mata Zayn menyapu ke dalam rumah.
“Tuan,” sambut bibi Lucy saat melihat Zayn baru saja masuk.
“Di mana dia?” tanya Zayn tak sabar.
“Nona ada di dapur, sedang memanaskan sup?” jelas bibi Lucy.
Tanpa kata lagi Zayn berjalan menuju dapur.
Langkah kaki Zayn terhenti saat melihat Alana yang berdiri membelakanginya. Belum menyadari kedatangan Zayn.
Zayn menatap tak percaya masih tak menyangka jika Alana berada di dapurnya. Lebih memilih memasak untuknya dari pada bertemu dengan Arion. membatalkan menghadiri pesta yang membuat kebanggan tersendiri bagi Alana. Ahhh, Vampir China memilihnya. Hati Zayn berdecak senang.
Alana yang telah selesai memanaskan sup yang ia bawa mulai memindahkan sup itu ke wadah mangkuk. Kini ia akan membawanya ke meja makan.
Alana baru saja membalikkan tubuhnya, tatapan matanya seketika menangkap bayangan Zayn yang berdiri menatapnya. Tatapan mereka beradu.
“Kak Zayn sudah pulang,” sapa Alana melangkah dengan mangkuk sup di tangannya. Wajah cantik Alana tersenyum membuat Zayn terpaku.
__ADS_1
Sumpah demi apa-pun irama jantung Zayn saat ini terus bergemuru berdetak dua kali cepat, melihat senyum menghiasi wajah Alana. bak meleleh dia.
“Kak Zayn duduklah, aku sudah memanaskan supnya,” ucap Alana yang kini berdiri di sisi meja meletakkan wadah sup itu.
Zayn pun melangkah mendekat ke arah Alana yang masih sibuk menata meja makan, ada perasaan yang harus ia luapkan saat melihat perempuan ini.
Tanpa kata lagi Zayn berdiri di belakang tubuh Alana, mengulur tangannya lalu melingkarkan lenganya di pinggang Alana, mendekap tubuh mungil itu dari belakang.
Deg ...
Alana mengerjapkan mata kaget, mendapatkan sentuhan dari Zayn. Tubuh Alana seketika bergetar. Oh astaga dia di peluk oleh Zayn. Ada apa ini? Mengapa Zayn tiba-tiba memeluknya? batin Alana bertanya-tanya.
“Kak Zayn,” protes Alana mencoba melepaskan tangan Zayn. Namun belitan tangan Zayn semakin kuat mendekapnya.
“Terima kasih,” ucap Zayn tepat di telinga Alana, hembusan napas Zayn yang menerpa kulitnya, membuat tubuh perempuan ini seketika meremang. Ya Tuhan apa yang telah terjadi?
Terima kasih. Kata yang di ucapkan karena telah memilihnya dari pada pergi bersama Arion.
“Terima kasih karena kau memilih tidak pergi dengannya,” ucap Zayn lagi ada rasa haru menyelimuti perasaannya. Zayn lalu menaruh kepalanya di ceruk lehar Alana mengendus aroma parfum lembut dari tubuh Alana.
Alana menarik napas lega saat Zayn melepaskan pelukannya, akhirnya ia terbebas. Namun itu hanya sesaat nyatanya ia menjadi semakin panik saat Zayn membalik tubuhnya berhadapan dengan pemuda jutek itu. Kini pandangan mereka bertemu.
Zayn Menatap wajah Alana yang bersemu merah. Terlihat menggemaskan, Wajah Zayn pun maju mulai mengikis jarak antara wajah Alana. Oh Astaga, entah sudah seperti apa debaran jantung Alana saat wajah tampan Zayn semakin jelas terlihat mendekat.
Ya ampun ini gawat, Alana mencoba melepaskan diri. Akan tetapi tak bisa Zayn telah lebih dulu menarik pinggangnya dengan sebelah tangan hingga tubuh mereka menempel membuat tubuh Alana terkunci.
“Aku suamimu,” ucap Zayn dengan senyum tipis.
Suami ...
Jantung Alana bak di hempas dari ketinggian saat Zayn mengaku suami padanya.
Ya ampun tolong, dia bisa apa? Suami. Ada apa dengan pemuda jutek ini?
__ADS_1
Kaki Alana terasa lemah tak bertulang saat melihat wajah Zayn semakin dekat. Dan Akhirnya, pasrah.
Cup ....
Mata Alana terbelalak saat bibir Zayn menempel di bibir Alana. Oh astaga lagi, Alana mendapatkan ciuman dari Zayn.
Alana sudah seperti tidak bisa merasakan kakinya saat Zayn mendaratkan bibirnya. Alana Menutup kelopak matanya rapat, saat pemuda itu mellumat dengan lembut bibir bawah dan atas Alana secara bergantian, menyesap manis bibir Alana yang seakan candu yang tidak bisa Zayn hentikan.
Tautan Zayn terlepas, napas mereka terasa berat, ciuman itu telah membuat mereka kepayahan untuk menghirup oksigen di sekitarnya. Kedua terengah-engah
Dengan napas pendek Alana menutup mulutnya dengan punggung tangan. Entah sudah semerah apa wajahnya. Ah memalukan, dia menerima ciuman dari Zayn lagi. Kenapa sih dia? Otak Alana belum mengerti apa yang terjadi? dia kembali menerima ciuman dari Zayn untuk ke dua kalinya.
Alana tertunduk malu lalu bergegas meninggalkan ruangan makan tanpa kata.
Zayn menatap Alana yang melangkah cepat menjauh darinya.
Alana yang telah melangkah beberapa langkah, berhenti saat mengingat sesuatu, ada yang terlupakan. Uhg menyebalkan Alana berdecak sebal, tapi dia sudah tidak bisa kembali ke meja makan. Memalukan jika dia harus kembali berdekatan dengan pemuda yang mencuri ciumannya.
Alana lalu berbalik menatap Zayn yang masih berdiri di posisinya.
“Kak Zayn!” panggil Alana “Wadah tempat sup ibuku tadi, aku titip dulu, jangan sampai hilang,” pesan Alana berkata cepat. memperingatkan lalu berlari cepat ke luar ruangan. Ini memalukan, rasanya ia ingin menyembunyikan wajahnya.
Oh astaga, masih mengingat wadah ibunya.
“Hah.” Zayn berdiri tercengang. Ya ampun, Vampir China masih mengingat wadah ibunya. Benar-benar warga +62 sejati.
Setelah banyangan Alana menghilang. Zayn pun duduk di kursi termenung. Memikirkan hatinya yang berdesir hebat saat berdekatan dengan Alana, kini ia mengerti perasaan apa yang selalu ia rasakan bila jauh dari Alana yaitu sebuah titik rindu yang menyerap sanubarinya. Ia dia mengakui, dia merindukan Vampir China jika jauh darinya. Tunas rasa cinta telah tumbuh di hatinya untuk Vampir China.
Like
Coment
__ADS_1
Vote