
Sepulang dari salon Alana meminta agar Zayn mengantarnya pulang ke rumah. Berada di rumah Zayn terasa tak nyaman baginya.
Dan di sinilah pasangan ini berada ruang makan sedang menyantap makan malam. Irama jantung Alana terus berdentam cepat, salah tingkah saat mendapatkan tatapan lembut dari Zayn.
Suasana makan malam ini terasa berbeda, terasa syahdu. Malu-malu bak, pasangan pengantin baru. rasanya kikuk.
Dan pikiran Zayn telah melayang jauh, setelah makan malam usai ia akan kembali mengulang malam indah penuh gairah dan desahaan bersama Alana, sebagai suami-istri. Rasanya ia sudah tak sabar menggendong istrinya itu masuk ke dalam kamar.
Dret ... dret ....
Makan Alana terhenti saat ponsel di meja berdering. Alana lalu menjawab panggilan itu.
“Ya Arion,” ujar Alana.
Arion.
Tatapan Zayn seketika berubah mendengar siapa yang menghubungi istrinya itu. Ada rasa berkecamuk dalam diri Zayn dia tidak suka jika sepupunya itu menghubungi istrinya.
“Aku mulai besok, baiklah,"balas Alana setelahnya memutuskan panggilan.
“Ada apa? Untuk apa dia menghubungimu?” tanya Zayn dengan nada dingin.
Alana terdiam sejenak menatap wajah Zayn yang telah berubah jutek. Jujur Alana bimbang bagaimana memberitahukan Zayn dan memberikan pengertian pada pemuda itu agar ia bisa bekerja bersama Arion.
Alana menarik napas panjang, berharap Zayn mengizinkannya, ini kesempatan besar yang tidak bisa ia sia-siakan.
Alana mulai menjelaskan dan benar saja. Gurat wajah Zayn telah terlihat tertarik.
"Apa kau bilang! Kau mau bekerja dengannya!" sentak Zayn bangun dari duduknya, nadanya memekakan telinga saat Alana telah menjelaskan pekerjaannya bersama Arion.
Tuh kan ... sudah Alana tebak, pemuda ini pasti murka.
Alana pun berdiri.
“Iya kak, tolong izinkan aku. Aku sudah menyetujuinya," mohon Alana. selain tak enak hati pada Arion tawaran ini sangat menggiurkan. Kesempatannya untuk berkembang lebih baik lagi di dunia merias.
Tangan Zayn terkepal erat, sepupunya itu selalu saja mencoba dekat dengan Alana.
__ADS_1
“Kau tidak boleh bekerja dengannya!” tolak Zayn dengan tegas.
“Kak Zayn ini kesempatan baik untukku,” bujuk Alana.
“Tidak! Jika kau ingin uang, aku akan memberikanmu sebanyak apa-pun yang kau mau. Apa-pun yang kau inginkan akan aku berikan! Katakan apa yang kau inginkan! Semua akan berada di hadapanmu sekarang juga!” sergah Zayn dengan keangkuhan.
“Kak Zayn aku tidak mau uang darimu! Aku ingin hasil usahaku sendiri!” hardik Alana mulai kesal seakan di hadapannya itu kak Vinonya.
Uang ...
Ya ampun, kenapa semua orang dengan mudahnya menyodorkan uang padanya, mulai kakaknya, kakak iparnya. Sekarang kak Vinonya, selemah itukah dia. Sejak dulu Alana melihat kerja keras dan perjuangan kakaknya untuk menghidupinya, itu membuatnya merasa tak berguna apalagi saat pernikahan kakaknya hampir hancur karena berjuang untuknya. Hati Alana seakan terkoyak. Sudah cukup semua orang mengasihinya, Alana ingin berdiri sendiri. Lagi pula hanya uang operasi ... salahkah ia jika bertekad untuk hidupnya. Apalagi waktunya tinggal sedikit lagi.
“Pokoknya kau tidak boleh bekerja dengan Arion, aku tidak mengizinkanmu dekat dengannya lagi. Jauhi dia!” tekan Zayn wajahnya memerah kesal.
“Kak Zayn, bagaimana aku bisa menjauhinya dia sepupu kakak! Keluarga kakak!” balas Alana tak kalah kesal.
Kenapa sih Zayn sensitif sekali jika menyangkut Arion sepupunya.
Pasangan ini kembali beradu tak ada yang mau mengalah.
“Kau tahu Arion mendekatimu, bukan sebagai sepupuku. Tapi, karena dia punya perasaan lebih padamu!” jelas Zayn langsung.
Alana terbungkam mendengar ucapan Zayn. Tatapannya berubah.
Perasaan lebih Arion? Alana tidak mengerti.
"Perasaan lebih apa kak?" tanyanya polos.
“Kau begitu naif dan polos kau tidak bisa melihat jika dia mencintaimu!” ungkap Zayn dengan penuh penekanan.
Alana sedikit tercengang mendengar kesimpulan Zayn tentang Arion.
“Mencintaiku!” ulang Alana suaranya berubah pelan.
Alana yang tadi terkejut dengan ucapan Zayn lalu tersadar. Seketika berubah expresi.
“Hahahahha!” tawa keluar dari Alana.
__ADS_1
Rasanya Zayn sangat lucu, mendengar aktor nomor satu Jerman itu menyukainya. Uhg, apa yang Arion lihat darinya. Ini tidak mungkin
“Apa yang kau tertawakan!” ketus Zayn mode jutek.
“Kak Zayn jangan mengada-ngada apa stok gadis Jerman sudah habis hingga Arion mencintai perempuan seperti aku,” ucap Alana merendah seakan tak percaya.
“Bodoh, kau tidak tahu kau bisa membuat orang di sampingmu nyaman dan terus tertawa, semua beban seakan hilang jika bersamamu,” papar Zayn.
Ya ampun gemas sekali Zayn. Itulah yang ia rasakan juga jika berdekatan dengan Alana. Kepolosannya.
“Kak Zayn begitu banyak artis dan model berwajah cantik di Jerman, yang bodynya aduhai, tinggi badannya menjulang sedangkan aku, aku tidak cantik, body ku juga mini, imut kaya sendok nyam-nyam,” ujar Alana merendah.
“Kau ...” geram Zayn Alana tak percaya ucapannya.
“Dia kaya, keluarganya memiliki kekuasaan, sedangkan aku hanya ibarat hancuran biji ketumbar,” ujar Alana lagi.
Ya Tuhan gemasnya Zayn, tidakkah Alana tahu jika ucapan absurd dan wajah polos itulah yang menjadi daya tariknya.
Huh, Alana memang memiliki kepercayaan diri yang buruk, di tambah lagi wajah buruk rupanya membuatnya selalu berpikir tak akan ada yang sudi mencintainya. Kini Zayn mengatakan Arion mencintainya. Dalam mimpi pun Alana akan menyangkal itu. Apa yang hebat dari dirinya.
"Apa yang hebat dari diriku hingga bisa membuat aktor hebat itu mencintaiku?"
“Kau ini memang lugu. Kau juga bahkan tidak bisa membaca perasaanku padamu! Kau tidak pernah menyadarinya sedikit pun,”
Alana menatap Zayn lekat memang bagaimana perasaan Zayn padanya.
“Kau juga tidak bisa membacanya kan jika ... Sama seperti Arion. Aku juga mencintaimu!” seru Zayn suara menggaung memenuhi ruangan. Akhirnya mengakui perasannya pada Alana.
Mencintaimu ...
Deg ....
Tubuh Alana seketika membeku, bak di sengat listrik jutaan Volt. Zayn mencintainya .....
***
Lihat pasangan ini kaya lagi, berasa di antrian panjang beli minyak goreng cape banget dah ....
__ADS_1
Aaah keceplosan ... udah bikin taman juga. buyar semua ..