Pertempuran Wanita Jelek

Pertempuran Wanita Jelek
kamar


__ADS_3

Jantung Alana berdetak cepat, detik terus berdenting maju. Alana telah membersihkan diri, keluar dari kamar mandi mengenakan piyama. Namun Zayn belum juga meninggalkan rumahnya.


Ya ampun pemuda ini benar-benar membuktikan ucapannya dia akan menginap.


Alana merutuki dirinya dan berjanji pada diri sendiri. Dia tidak akan berbasa-basi lagi dengan Zayn, lihatlah akibat basa-basinya selain meminta makan di rumahnya, Zayn juga minta menginap.


Alana terdiam mengingat kenangan tadi, saat mereka berdebat setelah Zayn mengatakan jika dia akan menginap.


“Kakak ngak bisa menginap di sini?”


Zayn menghela, Zayn tahu Alana pasti tak tenang dengan kehadirannya, akan tetapi dia memilih abai. Toh, ini rumah istrinya.


“Memangnya kenapa kalau aku menginap?"


"Aku ... Aku hanya punya satu kamar dan hanya ini,” terang Alana.


“Lalu?” Zayn menatap Alana intens, menunggu kata selanjutnya.


Lalu, oh astaga Alana berdecak sebal dalam hati. Dia tidak mengerti. Jangan pura-pura bodoh tuan jutek.


"Kakak akan tidur di mana? Jika menginap di sini,”


“Tentu saja di kamarmu,” papar Zayn enteng.


Di kamarku ... Alana menelan ludahnya kasar.


“Di kamarku!” sentak Alana seakan tak percaya.


“Kalau kak Zayn di kamarku, lalu bagaimana denganku? Aku tidur di mana?” papar Alana.


“Tentu saja kita akan tidur bersama di kamarmu, aku suamimu, tidak masalah tidur bersama kan?” terang Zayn santai. Dengan senyum miring menghiasi wajah tampannya.


Apa! Tidur bersama suami.


Bak tersambar petir Alana mendengarkannya.


Alana membeku, menelan salivanya dengan susah payah. Ya ampun tidur bersama suaminya. Dan seperti inilah sekarang.


Alana berdecak sebal, menatap Zayn yang duduk di sofa telah berganti pakaian mengenakan pakaian santai.


Ya, Zayn tidak mengenakan kemeja dan jas lagi, presdir itu telah membersihkan diri. Tuan Zayn yang terhormat itu telah menyuruh orang suruhan ke rumah Alana untuk mengantarkan pakaian.


Ya ampun gemas sekali Alana. Pelayan sudah datang ke hadapannya kenapa dia tidak pulang bersama pelayan itu tadi, jerit Alana dalam hati. Gemas sekali dia. kenapa Zayn begitu ingin menginap di rumahnya?


Zayn mulai bangkit berdiri dari sofa. Melihat itu Alana menjadi gelagapan dengan cepat Alana berjalan menuju pintu kamar. Sebelum Zayn untuk masuk pertama kali ke kamarnya.


Ya pertama kalinya karena kamar mandi di rumah Alana terpisah dengan kamar tidur, tidak seperti di rumah Zayn yang di dalam kamar tidurnya ada kamar mandi. Jadi pemuda itu belum masuk ke dalam kamar Alana.


Zayn melangkah, mendekat ke arah Alana.


Oh Tuhan pemuda ini melangkah ke arah kamarnya. Untuk pertama kalinya Zayn akan melihat kamar. Alana menjadi kelabakan.


Pikiran Alana berputar cepat mencoba lagi agar Zayn membatalkan niatnya. Bagaimana caranya?

__ADS_1


“Kak Zayn tunggu,” cegah Alana dengan cepat berdiri di depan Zayn menghalau pemuda itu menghentikannya masuk ke dalam kamar.


“Ada apa?” sahut Zayn menatap Alana yang terlihat gugup.


Ayo Alana cari alasan yang tepat untuk menolaknya. Jangan sampai kau tidur dengan seorang lelaki. Ingat kau anak perawan suci, tak bisa sekamar dengan lelaki. Ibu bisa murka jika tahu. Apalagi jika dia nanti tak sengaja melihat wajah buruk rupa Alana. bahaya.


Tangan Alana merentang menahan tubuh Zayn.


“Kak Zayn, kita tidak bisa tidur bersama karena ....” Alana berpikir.


“Karena aku tidak bisa tidur jika lampu menyala,” ucap Alana dengan cepat. Dia harus membuat pernyataan bertentangan dengan Zayn. Agar mereka tidak tidur bersama.


Zayn melipat tangan di dada menatap Alana.


“Hei, Bukankah malah aneh jika orang tidur dengan lampu menyalah terang,” balas Zayn.


Hah, aneh. Alana sedikit berpikir.


Zayn melangkah lagi.


Ahhh, Alana gagal.


“Tunggu kak Zayn. Ranjangku juga berisik kalau bergerak sedikit bunyi krik-krik,” ucap Alana dengan cengiran pada presdir yang terbiasa hidup nyaman ini.


Zayn pasti tidak akan mau tidur di kasur yang tidak nyaman untuknya.


“Hemmm. Aku tahu ranjang itu aku pernah merasanya dulu. Jadi tidak masalah,” papar Zayn.


“Oh iya. Kamarku banyak nyamuk. Aku juga kalau tidur pakai obat nyamuk bakar,” dusta Alana agar pemuda ini berpikir untuk tidur sekamar bersamanya.


Zayn memutar netra mata. Banyak sekali alasan perempuan yang ada di hadapannya. Hanya untuk tidur bersama.


“Aku dulu juga sering pakai obat nyamuk yang alasnya pake kertas undangan!” tekan Zayn mode juteknya mulai on karena Alana.


“Apalagi? Kau juga mau bilang kalau sepraimu gambar kembang-kembang, atau kau tidur pakai kipas angin sambil berselimut,” cibir Zayn.


“Aku sudah merasakan semuanya!” tekan Zayn berbangga.


Alana terdiam membeku. Ahhh, menjerit di dalam hati ia lupa jika Zayn pernah hidup sederhana sebagai Vino. Tentu saja dia pernah merasakannya. Bagaimana ini?


Tanpa kata lagi Zayn menarik tangan Alana, masuk ke dalam kamar.


Zayn tersenyum miring saat untuk pertama kalinya melihat menampakkan kamar Alana yang kecil namun terlihat nyaman dan bersih dengan seprai berwarna pink serta ranjang cukup untuk mereka berdua. Dan yang terpenting kamar ini juga wangi tidak ada tanda-tanda terkena asap anti nyamuk.


Dasar Vampir China ini ingin mengelabuinya.


Zayn lalu berbaring di ranjang Alana, lumayan empuk dan tidak ada bunyi berisik yang di katakan perempuan itu.


Alana kikuk sendiri saat manik mata Zayn memicing padanya. Ketahuanlah dia ...


Tak punya Alasan lagi, serta raut wajah Zayn telah berubah jutek seperti biasa. Menyiratkan perintah. Akhirnya Alana mendekat ke tempat tidur.


“Baiklah untuk sementara aku akan berbaring di sini, tapi setelah kak Zayn tidur aku akan keluar kamar dan tidur di sofa,” oceh Alana dalam hati telah membuat rencana.

__ADS_1


Dengan ragu-ragu Alana menyibak selimut lalu naik ke ranjang dengan perasaan gugup, meluruskan punggungnya di kasur.


Sumpah demi apa-pun tubuh Alana serasa kaku ia bahkan sulit bernapas karena tidur bersama dengan seorang pria untuk pertama kalinya. Bagaimana jika terjadi hal yang tidak di inginkan?


Apalagi saat Zayn berganti posisi memiringkan tubuhnya menghadap ke arahnya. Alana menoleh, Pandangan mereka bertemu. Ahhhh, tolong jantungnya. Alana bisa menatap wajah tampan itu dari dekat.


Dengan cepat Alana mengalihkan pandangannya menatap langit-langit kamar.


“Tidurlah, kau pasti lelah, aku juga sangat lelah,” ucap Zayn mulai menutup matanya.


"Kak Zaynlah yang cepatlah tidur," batin Alana yang akan pindah ke sofa di depan ruang tv.


Zayn membuka sayu matanya lalu tersenyum samar saat mengintip dari kelopak mata, Alana terlihat gelisah. Zayn tahu Alana tidak nyaman dengan semua ini. Tapi, Zayn ingin Alana mulai terbiasa dengan keberadaannya dan sentuhannya.


Zayn lalu mengulur tangannya mengelus puncak kepala Alana dengan lembut membuat Alana terjengkit kaget dengan sentuhan Zayn.


“Tidurlah, Kau harus terbiasa, karena selamanya kita akan tidur bersama,” ujar Zayn dengan mata tertutup lagi.


“Ha!” Alana menolehkan pandangannya pada Zayn.


Tidur bersama selamanya!


Ya ampun, Kata selamanya membuat Alana merasa aneh. Namun entah mengapa kata itu sukses membuat wajah Alana terasa panas. Tak menapik, Manis juga si jutek ini ...


“Ya Tuhan Kak Zayn kenapa sih? Semakin aneh saja, bersama selamanya," gumam Alana tidak mengerti.


Ahhh, Alana kemudian berbalik memunggungi Zayn.


Dia sudah tidak kuat melihat keanehan pemuda jutek itu, tak baik bagi jantungnya.


Alana merasakan kasur bergejolak dan tak lama.


Deg ....


Jantung Alana seakan terjun bebas saat merasakan ada pergerakan di pinggangnya. Alana pun melihat tangan Zayn terulur melingkar di pinggangnya, mulai mendekapnya dari belakang dan tubuhnya menempel pada Alana.


Alana bisa merasakan aroma tubuh yang menguar dari tubuh Zayn. Deru napas yang terasa menyapu tengkuk lehernya membuat Alana meremang.


"Bagaimana apa kau ingin lampu di matikan?" bisik Zayn dengan lembut dari belakang kelopak telinga Alana sesuai ucapan Alana tadi.


Alana membulatkan matanya ...


Oh astaga. Entah sudah seperti apa irama jantung Alana saat ini.


***


Kok aku yang deg-deg kan yah. jantungku udah Kaya habis di bentak brimob. lebayyy yahhh


Like


Coment


Vote ...

__ADS_1


__ADS_2