
jam makan siang telah tiba, Dasha merapikan dokumen yang di atas mejanya
tring tring
Dasha mengalihkan pandangannya pada handphone yang berdering
"ya sil,"..
"makan siang bareng yuk dikantin ucap Sisil diseberang telpon
"duhh maaf ya sil bukannya gue gak mau tapii pak Daren ngajak gue makan bareng gimana dong"ucap nya pada Sisil
Sisil menghela nafas panjang diseberang telpon
"sil Lo gak marah kan"tanya Dasha
"ya,gue gak marah cuma nantik pulang Lo harus bareng gue ,Lo berhutang penjelasan sama gue"ucap Sisil kesal
"iya nanti pulangnya tunggu di parkiran aja nanti gue akan cerita semua nya ya,udah dulu ni gue mau keruangan pak Daren takut singa itu ngamuk "ucap Dasha terkekeh
sedangkan Daren yang mendengar dirinya disebut singa mengerutkan dahinya dan bertanya-tanya "siapa yang sedang di telpon Dasha"
"wah luu sampai di denger pak Daren habis lu sha "ucap Sisil
"hehe canda sil memang dia itu mirip singa sering marah dan dingin banget tau,ya walaupun dia itu tampan banget heheh"ucap Dasha
"lu ini muji atau mencibir"ucap sisil
"dua-duanya"tawa Dasha dan Sisil pecah
"udah ah gue matiin ya"ucap Dasha
"oke jangan lupa pulang nanti"mengingat kan
"oke beb" ucap dasha
Dasha memasukan handphone kedalam tas mininya saya dia mendongak kedepan laki-laki yang ia bicarakan tadi sudah menatapnya dengan datar
duh pak Daren dengar gak ya apa aku bicarakan dengan Sisil tadi"batinnya ia meremas tali tasnya
seakan tau apa yang dipikirkan Dasha
"saya mendengar apa yang kamu kata sha"ucap datar daren
Aa' saya cuma bercanda pak hehe"ucapnya menunjukan dua jarinya membentuk V
cepat kita makan diluar
Dasha mendekati Daren
"loh pak gak makan dikantin aja"
Dasha tidak tau bahwa Daren tidak pernah makan dikantin kantor
enggak kita makan dikafe dekat kantor aja"ucap Daren menarik tangan Dasha menuju lift ia menekan lift
Ting
"ayo masuk"
__ADS_1
"pak ih gak usah pegang-pegang juga.".keluh Dasha
"kenapa kamu kan calon istri saya"ucap Daren
"mana ada bapak aja yang maksa"ucap Dasha kesal
"oh ya pak ngomongin soal calon istri ,bapak belum kasih saya kontrak itu saya ingin baca pak"sambung Dasha lagi
"HM nanti Dekha akan berikan kontrak sekretaris dan kontrak nikah kita"
"oh beg....
Ting
pintung lift terbuka dulu sebelum Dasha menyelesaikan kata-katanya..
Daren menggenggam telapak tangan Dasha dan membawa nya berjalan beriringan
"pak ih lepas malu tau"bisik Dasha
"buat apa malu mereka tau bahwa kamu itu punya saya tangan kanannya menyentuh dagu Dasha" ucap Daren
deg deg jantung Dasha berdetak
"apa ini kenapa jantung ku seperti mau lompat"gumam Dasha
"duh serasi banget ya mereka"
"iya ya"
ucap para karyawan kantor
Dasha berteriak
"sill....."
"Dasha"panggil Sisil
"sil makan siang baren aja yuk Sama pak Daren "ucap Dasha
Sisil langsung memandang Daren
"boleh ya,boleh ya" ucap Dasha menggoyang-goyangkan lengan Daren..
seperti anak kecil yang minta dibelikan es krim kira-kira begitulah
terlihat sangat menggemaskan Dimata Daren
"hmm boleh kebetulan Dekha ikut kita juga" ucap daren
"ohh kalau begitu bagus dong kalau kak Dekha ikut "ucap Dasha senang
"kenapa kamu suka sama dia" ucap Daren
Dasha mendengar penuturan Daren tersenyum lalu berkata
"bapak cemburu ya "ucapnya menggoda Daren
"Daren memalingkan pandangannya lalu berkata ayo banyak omong kamu ini"ucap daren
__ADS_1
Daren berlalu meninggalkan Dasha dan Sisil
Sisil memukul lengan Dasha
plak
"duh sakit sil "pandangan Dasha beralih pada Sisil
"lu ya "ucap Sisil kesal
"udah ayo nanti aja marah-marah nya oke"ucap Dasha menyeret sisil
sesampainya di parkiran Dasha melihat Dekha yang menyenderkan punggungnya pada mobil
"kak" teriak Dasha melambaikan tangan
sedangkan Sisil melotot melihat pria yang berdebat dengan nya di kafe itu
Dekha tak kalah kagetnya melihat gadis yang ia sukai itu menggandeng gadis lain yang mengatainya tua
'sha itu kan"ucap Sisil terpotong
"ia pria itu yang berdebat dengan kita waktu itu,dia itu asisten pak Daren "bisik Dasha pada Sisil
Sisil terdiam disaat mereka telah sampai di hadapan Dekha
"kamuu gadis waktu itu kan"ucap Dekha
Sisil memalingkan wajahnya
"udah kak nanti telat makan nya sha udah lapar "ucapnya menggosokkan tangannya keperut
yaudah ayo Dekha mau membukakan pintu mobil untuk sha tapi terhenti terdengar suara sha
"kak biar sha aja kakak balik kepintu kemudi aja "ucapnya lembut
Dekha tersenyum dan memasuki mobil
ayo sil ucap Dasha
"kamu duduk depan ya" sambung Dasha lagi
terserah kamu aja sha"ucapnya membuka pintu dan disaat bersamaan pandangan Dekha dan Sisil bertemu
tapi Sisil cepat-cepat memalingkan wajahnya pada jendela mobil
Dasha memasuki mobil duduk di sebelah Daren
Daren malah bertanya kenapa lama tapi ia urungkan malas berdebat dengan gadis disebelahnya
"jalan kha, dikafe biasa" ucap daren
"baik tuan" ucap Dekha menghidupkan mobil itu dan menjalankan nya
bersambung
terimakasih yang sudah membaca karya ini
terus dukung karya saya ya teman-teman dengan cara vote like dan komen supaya saya semangat up date
__ADS_1
....