
"huek...."Daren memuntahkan isi perutnya di pagi hari dan dibantu Dasha yang memikirkan belakangnya
"kita kerumah sakit aja ya by "Dasha kasian melihat wajah pucat sang suami
"gak mau sayang,hari ini aku harus kekantor karena ada rapat ",ucapnya memandang Dasha
"tapi kamu sakit by rapat nya kan bisa di tunda atau aku yang gantiin kamu "ucap Dasha membantu mengelap keringat sang suami ..".lihat kamu sampai keringat an gini Lo By ,padahal masih pagi "lanjut Dasha
"gak papa sayang pasti nanti hilang sendiri "ucapnya
"yaudah kalau gitu,sini aku bantu rapiin bajunya ucap Dasha setelah selesai membantu Daren Dasha merapikan tempat tidur disaat itu juga Daren memeluk Dasha dari belakang
ia mencium ceruk leher Dasha yang membuat dirinya tenang seakan langsung hilang rasa pusing dan mual yang dia rasakan..
"sayang kamu pakai parfum apa "ucap Daren yang masih berada di ceruk leher istrinya
"hmm gak pakai parfum apa-apa by,cuma pakai sabun biasa" ucapnya
"tapi kok beda sama aku gak ada wanginya "ucap Daren
"kamu kan biasa pakai parfum yaudah sini ku pakai in parfum biar wangi" ucap Dasha melepaskan pelukan Daren dan mengambil parfum Daren
"jangan sayang "ucap Daren menjauh ketika dasha membawa parfum dirinya
"kenapa tanya Dasha bingung melihat suami nya menutup mulut dengan kedua tangannya
"parfum itu membuat ku mual "ucapnya
"hei ini kan parfum yang biasa kamu pakai'" ucap Dasha
"tidak.... jauhkan itu sayang" ucap Daren memelas..
"aihh ada apa dengan dia" batin Dasha
"baiklah nihh sudah ",ucap Dasha meletakan parfum itu kejauh..
"berikan aku parfum mu sayang" ucap Daren
"ehh..".Dasha yang bingung kenapa sang suami ingin memakai parfumnya ..ia memang menyukai bau parfum Dasha tapi ketika dasha memakai nya
Daren segera mengambil parfum Dasha dan menyemprotkan parfum pada tubuhnya
"aku wangi" ucap Daren tersenyum layaknya anak kecil di beri permen
"seharusnya memang aku membawa nya kerumah sakit "batin Dasha yang masih bingung melihat tingkah Daren
"sayang bisa kah kamu ikut bersama ku kekantor" ucap Daren
__ADS_1
"hmm kerja bersama mu lagi,bukan kamu melarang ku by" ucap Dasha
"hmm tapi bukan ikut kerja tapi menemani ku saja", ucap Daren mendekat pada Dasha
"baiklah tapi aku harus menuju toko roti dulu habis dari sana aku akan menyusul mu kekantor" ucap Dasha
"terimakasih sayang "ucap Daren mencium sekilas bibir Dasha
"sekarang kita turun dan sarapan" ucap Dasha lagi
"ahh tidak usah sayang aku tidak ingin makan apa pun pagi ini nanti aku akan memuntahkan semua nya "ucap Daren
"hmm baiklah kalau gitu "pasrah Dasha..
ia berpikir nanti akan memesankan makanan diluar siapa tau makanan di luar tidak membuat Daren mual
"hati-hati", teriak Dasha melambaikan tangan
"non kenapa Aden gak sarapan "ucap nya
"hmm Daren mual bik jadi dia gak mau makan "ucap Dasha
"kenapa gak dibawa ke dokter non" ucap bi Nunu
"Daren nya gak mau Bi" ucap Dasha Valen udah berangkat bi ucap Dasha lagi
"hmm sudah beberapa hari ini jarang lihat Valen "ucap Dasha
"iya non katanya banyak tugas ..".non bibi kebelakang dulu "ucap nya
"iya bi" ucap Dasha
dasha melihat jam di tangannya "masih ada waktu .." gumamnya
"mom "ucap nya yang kini sudah duduk di taman yang banyak bunga ditanam oleh ibunya
"mom lihat bunga ini layu sejak kepergian mommy seakan ia juga sedih" ucap Dasha berlinang air mata
"apakah mommy sudah bahagia disana "ucapnya
"lihatlah anak mu ni mom selalu berusaha menutupi kesedihan jika ingat dirimu" ucapnya serta tetesan air mata yang menandakan ia sangat-sangat sedih
"maafkan Dasha yang terus-menerus bersedih ,jujur ini sangat berat dan ..."Dasha mengentikan ucapannya lalu menangis sejadi-jadinya
"aku senang kita liburan disini "ucap Bella
"baguslah kalau kamu senang tetapi ini tidak gratis kamu harus memimpin saat permainan"ucap Bima tersenyum memandang Bella
__ADS_1
"itu mudah bagi ku sayang "ucap Bella mencium bibir Bima terlihat mereka saling memagut dan bertukar Saliva ..
pengantin baru itu pun melakukan pergulatan panas mereka ******* dikamar itu bersahutan
"ahhk..Bim ini nikmat "ucapnya menganga Bima pun tersenyum lalu mendesah
Bima memegang pinggul Bella dan menghentakkan dalam-dalam..tak tinggal diam tangan Bima juga bermain di kedua bukit kembar Bella yang membuat Bella tak karuan..
entah berapa ronde mereka lalui dan saat ini mereka tertidur memeluk satu sama lain
saat ini Dasha sudah berada di dalam mobil dan nyetir sendiri tujuan pertama nya adalah toko roti ..sehabis menangis mengingat almarhum mommy nya ia pun segera bergegas untuk datang ke toko roti karena ini akhir bulan dan banyak yang harus di kerjakan. untung saja ia ada Nina yang setia selalu menemani mengurus toko roti itu..ya walaupun tidak memiliki omset penjualan tinggi tetapi omset toko roti dasha sudah melebihi toko-toko yang lain ya sebab roti enak dan tambah lagi sekarang menyediakan kan menu kue dan itu makin membuat pelanggan membludak
"bahan baku kita hampir habis non "
baiklah mari kita cek bahan yang habis "Dasha berkata
"kamu,kamu,kamu...."tunjuknya pada tiga orang..
"catat semua bahan yang habis dan berikan pada mbak Nina "
"lain kali kita tidak boleh sampai kehabisan bahan seperti ini lagi " ucaod Dasha
"baik nona "ucap mereka serempak
banyak jenis roti kosong karena kehabisan bahan... dasha menghembuskan nafasnya ia mengecek pemasukan akhir bulan ini dan ia berniat untuk merenovasi toko kuenya menjadi dua tingkat dan lebih besar..
"baiklah bulan Ini sangat bagus omset kita naik" ucap Dasha tersenyum
begitu pula para karyawan
"bukan ini kalian dapat bonus ucap" Dasha tersenyum
"horeeee "mereka bersorak
tring tring tring
"handphone ku" ucap Dasha
mereka pun berhenti bersorak
"apa.....",Dasha berteriak
dasha bergegas memasuki kantor banyak karyawan menyapa nya di hanya mengangguk kan kepalanya
bersambung
terimakasih yang sudah baca jangan lupa like jempolnya..
__ADS_1
dukung terus karya ini semoga makin banyak pembacanya..semoga bisa masuk rangking-rangking terbaik...