
"pak mail.."seru Dasha yang melihat mail duduk di kursi stainless
mail langsung berdiri
"gimana mommy pak"tanya Dasha
"nyonya masih dalam ditangani dokter non"ucap mail
kenapa mommy bisa pingsan pak"tanyanya
"saya juga tidak tau non,saya disuruh tunggu sama nyonya jadi saya duduk didepan toko roti ,cukup lama saya duduk terdengar teriak seorang perempuan memanggil saya ,ia bilang ibu pingsan didalam jadi pas saya mau masuk karyawan nya nyonya udah mengendong nyonya dan saya segera membukakan pintu mobil setelah itu saya langsung cepat-cepat menghubungi nona"jelas pak mail
"yaudah bapak pulang ,bilang sama Bi Nunu siapin baju mommy dan makanan seperti sop dan bapak antar kesini "ucapnya
"kalau begitu saya permisi dulu non"ucap pak mail
Dasha mengangguk
ia duduk sambil meremas kedua telapak tangan nya
"mommy baik-baik aja, mommy baik-baik aja" gumamnya berulang kali untuk menenangkan diri
tetapi tetap saja ia cemas apalagi mengingat penyakit sang mama
tak lama dokter pun keluar dari ruang itu dasha pun langsung berdiri
"bagaimana dok", ucap nya gugup
"mari ikut keruangan saya nona"ucap dokter Ricardo
"silahkan duduk nona" ucap dokter
Dasha duduk dan masih memandang dokter Ricardo seakan-akan cepat minta penjelasan
"seperti yang saya ucapkan pada tempo hari bahwa penyakit yang diderita oleh Mama anda ini sangat sulit untuk disembuhkan kami dari tim medis hanya bisa memberi obat-obat oral dan untuk keadaan Mama anda sekarang sangatlah kritis karena sudah saya ingatkan dan juga saya sampaikan bahwa Mama anda jangan terlalu memfosir dirinya untuk bekerja"ucap dokter Ricardo
Dasha menarik nafas dalam-dalam lalu berkata
"apakah sekarang mommy saya baik-baik aja ucap Dasha
"untuk kondisi Mama anda kritis" ucapnya terjeda
Dasha menetes kan air mata
"tetapi kritis Mama Anda masih bisa kami tangani untuk saat ini Mama anda harus istirahat dan harus dirawat untuk memulihkan tenaganya saya dengan berat menyampaikan walaupun untuk sekarang mama Anda masih bisa ditangani tetapi untuk kedepannya saya tidak tahu karena penyakit yang menggerogoti pada kepala Mama anda semakin membesar"
"tidak..... pasti dokter bohong kan pasti mommy masih bisa sembuh"ucap Dasha menangis
"maafkan saya nona saya juga manusia saya hanya bisa menolong dan yang kuasa lah yang bisa menyelamatkan nona yang tabah dan harus kuat selalu berdoa meminta petunjuk ke depannya apapun Yang terjadi itu adalah yang terbaik" ucap dokter Ricardo
"apa saya boleh jenguk mommy "tanyanya
"silahkan nona tetapi mohon jangan berisik karena pasien harus istirahat"ucapnya
"baik dok terimakasih saya permisi ucap Dasha
"sama-sama nona "jawab dokter
Dasha membuka pintu rawat mommy nya ia mendekati brankar dan duduk disebelah nya
"mom"panggilnya memegang tangan sang mama
"mom harus kuat,mom harus sembuh ,mom udah janji bakal temani sha ....." ia terisak mencium tangan mommynya
"sha gak bisa tanpa mommy" terdengar menyedihkan tangisnya
tak lama pintu terbuka terlihat pak mail dan Valen yang masuk membawa tas
Dasha melihat sekilas dan beralih memandang mommynya
Valen mendekati Dasha dan mengelus pundak kakak angkatnya itu
.Dasha mendongak menatap Valen ia memeluk Valen ia terisak di dalam pelukan Valen
__ADS_1
"kakak harus sabar ya,kakak harus kuat " ucapnya
"kakak rapuh Len rapuh tanpa ibu" ucapnya
siapa pun yang mendengar isakan Dasha pasti mereka akan ikut bersedih juga
"nyonya pasti baik-baik saja kak ,kita berdoa supaya nyonya gena dilewatkan masa sulitnya"ucap valen
Dasha melepas kan pelukannya ia menatap Valen,Valen menghapus air mata Dasha dengan tangannya
"sekarang kakak senyum kalau nyonya liat kakak nangis gini ia pasti akan sedih" ucap Valen
Dasha sontak tersenyum tipis
"nah gitu kan cantik" ucapnya
"sekarang kakak makan dulu,Valen udah bawain makanan ini makanan kesukaan kakak kata ibu" ucapnya mengambil rantang makan
"gak deh Len kakak gak nafsu" tolaknya
"loh gak boleh gitu kakak harus makan nanti kalau sakit siapa yang jagain nyonya " ucapnya membawa nama majikannya untuk membuju Dasha makan
Dasha memandang sang mama yang masih senantiasa memejamkan matanya
"yaudah deh tapi kalau nanti kakak makannya dikit jangan paksa lagi ya" ucapnya
"iya yang penting makan dulu isi tenaga "ucap valen
pak mail melihat interaksi antara Dasha dan Valen tersenyum..
mereka duduk pada sofa tidak jauh dari brankar
"kamu gak makan" tanya Dasha pada Valen
Valen menggeleng "udah dirumah" jawabnya
"pak mail ayo makan "ucapnya
"silahkan non Dasha bapak masih kenyang "ucap mail
mereka mengangguk tersenyum
setelah selesai makan dan minum ia bicara
"pak mail kalau mau pulang silahkan" ucap Dasha
"gak papa non disini aja kasihan non sendiri "ucapnya
"gak kok pak,Valen bisakan temani kakak" ucapnya
"bisa kak nantik pak mail bilangin ke ibu saya nginap sini ya " ucapnya
"yaudah kalau gitu saya pamit ya non kalau ada apa-apa hubungin dirumah non "ucap pak mail
"iya pak tenang aja" ucapnya
sesaat kemudian
"tapiii"ia memandang Valen
"Len kamu besok baru pertama sekolah jadi gak enak kalau kamu disini nanti kesiangan ucap Dasha
"gak papa kak" ucap Valen
"mending kamu ikut pak mail pulang deh kakak bisa kok sendiri ucapnya
"besok Valen pulangnya subuh aja"ucap valen
"nanti capek" ucap Dasha
"gak papa kak,pak mail bisa kan jemput Valen nanti ucap Valen meminta tolong
"bisa nak Valen "
__ADS_1
"yaudah sekalian kamu sekolah di antar pak mail aja ucap Dasha
"jangan kak Valen bisa naik angkot,masak anak pembantu di antar sopir,mending pak main siap siaga siapa tau kak Dasha perlu" ucap Valen
"tenang nanti kalau kakak perlu darurat kan masih ada Sisil ucap Dasha
"yaudah pak pulang nya hati-hati ya" ucap Dasha lagi
"kalau gitu saya permisi non " ucap pak mail
Dasha mengangguk...
saat ia ingin memberi tahukan Sisil handphone nya lobet dan ia lupa membawa charger
"yaudah besok aja deh"ucapnya
Valen tadi masuk kamar mandi
hoamm .........
"berat ni mata habis nangis" gumamnya
ia mendekat pada brankar dimana mamanya terbaring
"mom buka matanya" ucap Dasha bergetar
ia membaringkan kepalanya pada brankar sang mama tak lama ia tertidur karena kebanyakan nangis jadi tidur solusi buat tenang
saat Valen keluar dari kamar mandi ia melihat Dasha telah tidur dengan posisi duduk
ia tak mau membangun Dasha tapi ia juga kasian melihat Dasha dengan posisi tidur seperti itu Valen berinisiatif membopong Dasha Karena kelelahan menangis Dasha tidak sadar lagi kalau Valen membopong nya menuju sofa
"kasihan Kak Dasha" ucapnya setelah berhasil membaringkan Dasha pada sofa untungnya ada sofa panjang satu dan sofa dipisah satu jadi Valen bisa duduk pada sofa lain
tak lama masuk lah suster .
permisi nona saya ingin meriksa pasien"ucap sang suster
"silah kan sus" ucap Valen
suster pun memeriksa jalan infus dan lainnya sesaat kemudian Valen mendekat
"gimana sus" tanyanya
"kondisi pasien tidak selemah saat datang tadi denyut nadinya juga sudah normal ucap suster
"dokter yang biasa nangani kemana sus" tanya Valen
"dokter Ricard ada kendala nona jadi ia pergi,beliau menitipkan pasien ini pada saya ,untuk hal darurat kami akan usahakan dokter lainnya ketika dokter Ricard belum juga berada disini" ucap suster
baiklah sus terimakasih ucapnya
"suster itu tersenyum "saya permisi"ucapnya
"baik sus" ucap Valen
suster pun keluar ia akan kembali pada jam-jam tertentu atau darurat
"nyonya cepat sembuh kasian kak Dasha " ucapnya mengelus lengan sang majikan
"tumben tidak aktif" gumam Daren
sejak tadi ia mengirim pesan pada Dasha tetapi tidak ada balasan ia menelpon tetapi diluar jangkauan
saat ia resah terdengar ketukan pintu kamar
"ren" seru seorang wanita
"ya ma" ucap Daren ia segera membukakan pintu untuk sang mama
"ayo makan papa udah nungguin dibawah "ucapnya
"iya ma" ucapnya menutup pintu kamar dan mengikuti langkah mamanya
__ADS_1
bersambung
jangan lupa like,tinggalkan komen kritik maupun saran ya teman-teman mohon dukungan vote atau hadiahnya terimakasih 🙏🙏