Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
ciuman singkat


__ADS_3

"by cobain yang ini deh enak" ucap Dasha menyuapkan makanan pada Daren


"gak mau " ucap Daren


"ihh"Dasha meletakan sumpit dan mengsedakap kedua tangannya


Daren tersenyum melihat Dasha seperti anak kecil yang tidak dibelikan es krim


"yaudah mana" ucap Daren


Dasha bebinar ia langsung mengambil sumpit dan menyuapkan makanan pada Daren


"enak kan by "ucap Dasha


"enak..apalagi kalau..."Daren mendekat wajahnya pada Dasha


"by..."panggil Dasha menjauhkan wajahnya


"kalau langsung dari sini " tunjuk Daren pada bibir Dasha


blush pipi Dasha memerah ia teringat akan ciuman mereka yang lalu first kiss nya


"hey kenapa pipi mu ini memerah" ucap Daren tersenyum


"aaa.. "Dasha memegang pipinya


Daren tersenyum


"ihh kamu mah by"ucap Dasha


"kenapa" ucap Daren


"jangan dilihatin gitu sha maluu" ucapnya


"kenapa malu hmm" tanya Daren


Dasha menegakkan kepalanya entah siapa yang memulai duluan kini bibi mereka telah menyatu


Daren memagut bibir indah Dasha yang mengoceh dari tadi 2 menit kemudian Dasha mendorong dada Daren


"hahh hah..."Dasha terengah-engah


"kamu ya by sha kehabisan nafas" ucapnya


Daren tersenyum lalu mengelap bibir Dasha dengan ibu jarinya


"kamu harus bisa imbangi aku sha" ucap nya


"nanti lagi by nunggu nikah aja ucap Dasha spontan


Daren tersenyum memegang tangan dasha lalu berkata


"sha kamu akan jadi satu-satunya perempuan yang aku cinta"


"cinta"ucap Dasha


Daren mengangguk

__ADS_1


"cinta ,entah kapan dia hadir tapi aku merasa kamu hal berharga jadi jangan pernah berniat untuk pergi dari ku"ucapnya


kalau aku pergi


akan kucari kemana pun kamu pergi ucap Daren


"aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu by kecuali kamu sendiri yang meminta" ucapnya


Daren memeluk Dasha


ia melepaskan pelukan dan mengambil dompetnya


ia memberikan Dasha sebuah kartu ,


"buat belanja 0"ucapnya


Dasha mendorong kartu itu


"tidak by kemarin kamu sudah kasih blackcard nya sudah di kasi dan sudah cukup"ucapnya


"gak papa simpan saja kalau mau disini masih banyak "ucapnya membuka dompet


"ya ampun by itu isi uang semua"ucap Dasha


"tentu saja sayang "ucap Daren


Dasha tersenyum mendengar Daren menyebutnya sayang


"yaudah ya by aku mau pergi dulu" ucapnya


Dasha mencium pipi Daren sekilas dan berlalu pergi


"daa by" serunya


"awas kamu ya" ucap Daren tersenyum memegang pipinya


-


-


"makanan nya enak semua pasti mahal ya pak" ucap Sisil


"Hem "jawab Dekha


Sisil mengedikan kedua bahunya lalu ia mengambil sisa makan mereka untuk membereskan nya


Dekha yang melihat itu menegur nya


"biarkan ob yang berisihkan" ucap Dekha


"gak papa pak cuma ini doang mah gak perlu ob" ucap Sisil


"nanti ob gak ada kerjanya "ucap Dekha


"gak papa lah pak sekali-kali juga"ucap sisil


" terserah kamu saja" ucapnya

__ADS_1


ponsel Dekha berdering


tertera nama tuan muda disana


"hallo tuan muda"


"keruangan saya sekarang serta suruh Ob untuk bersihkan sisa makanan disini" ucap Daren ditelpon


"baik tuan muda"


Daren langsung saja mematikan panggilan


"kamu kembali keruang an kerja kamu saya ada urusan"ucap Dekha datar


"iya pak terimakasih makan siangnya nanti kalau ada waktu saya akan traktir bapak makan"ucap Sisil


"Hem" ucap Dekha


saya permisi pak" ucap Sisil


"tunggu" seru Dekha


Sisil berhenti dan berbalik menghadap Dekha


"ada apa pak"


"saya ingin bertanya saat di lobi saya dengar kamu bicara sama karyawan lain bahwa saya sudah punya pacar ,itu maksud kamu apa"tanya Dekha


ah itu bapak dengar ya ucap Sisil


"engg..ituu...supaya karyawan lain tidak bicara soal bapak "ucapnya gugup


duh ni jantung kenapa kenceng banget detak nya"batin Sisil


"yakin cuma itu"tanya Dekha lagi


"cuma itu saja pak" ucapnya *******-***** tangannya


"ya sudah kembali keruangan kerja kamu"ucap Dekha


"baik pak permisi"ucap Sisil ia pun berjalan keluar dari ruangan Dekha


"selamat" gumamnya mengelus dada


"kenapa gue bisa ngomong gitu sih sama karyawan lain" ucapnya kesal ia pun melangkah kan kakinya


".kenapa aku merasa senang ya mengingat Sisil bicara sama karyawan tadi"ucap Dekha


"astaga tuan muda pasti sudah menunggu" ucapnya berjalan dan membuka handphone nya


Dekha menghubungi kepala ob untuk menyuruh salah satu ob keruangan Daren


bersambung


terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote ya teman-teman


kalau ada kekurangan maklumin ya karna ini karya pertama saya semoga bisa menghibur readers dan semoga tidak bosan

__ADS_1


__ADS_2