
kamera memotret Daren dan juga Dasha..banyak pujian ketika melihat mereka masuk kedalam aula apalagi Aura Dasha yang sedang hamil semakin menambah kadar kecantikan nya
anggap saja ini Dasha..ini hanya ilustrasi
lihat istri pak Daren lama tidak terlihat ternyata sedang hamil
ya lihat walaupun hamil kadar kecantikan nya tidak berkurang
"waduh gila aja kalau sampai pak Daren berpaling"
"lihat lah jo gadis yang di sebelah sana yang sedang menuju arah pengantin..dia sangat cantik,kurasa tidak ada wanita yang cantik selain dirinya "ucap Kusuma
"iya itu istri tuan Daren pasti tuan sudah mengenal nya.."
"andai saja dia tidak menolak ku dan seandainya anak buah Daren tidak mengacaukan rencana kemungkian dia sudah milik ku dan anak ku pasti sudah bersama Daren "ucap Kusuma ..
flashback on
terlihat Dasha duduk di kafe sendiri dan tak lama seorang pria paru baya ikut duduk dengannya
"sebenarnya apa yang anda ingin sampai ucap Dasha tanpa ekspresi
"saya ingin memberikan tawaran bagaiman anda bekerja bersama saya...saya lihat anda sangat cekatan"
"terimakasih atas tawaran anda tapi saya tidak berminat..."Dasha berdiri hendak pergi..
"tunggu dulu nona" ucap Kusuma menahan tangan Dasha..dengan cepat Dasha menghempaskan tangannya dengan kuat
"jangan berani menyentuh ku" ucap Dasha menunjukan Kusuma
"heii tenang ...aku akan memberikan gaji yang besar kalau anda kerja sama dengan saya dan meninggalkan Daren "ucap nya..
Dasha tersenyum sinis ".anda siapa menyuruh saya untuk meninggalkan Daren.".ia pun benar-benar pergi ...
terlihat Kusuma menahan amarahnya...**** .. bisa-bisa nya dia menolak tawaran ku.."..akan ku buat kau menyesal" ucapnya
ia berjalan menuju mobilnya dan merogoh hp nya untuk menghubungi seseorang saat dia ingin memberi pelajaran untuk Dasha malah dia yang mendapatkan pelajaran itu..ia di tari begitu saya dengan kain di kepalanya...sesaat kemudian terlihat Dekha dengan tatapan tajamnya ..
"apa yang ingin anda lakukan pada Dasha,anda ingin kami bangkrut perusahaan Kusuma" ucap Dekha
"ti..dak tuan Dekha..saya minta maaf dan saya tidak akan mengulangi nya lagi "ucap Kusuma..
ia tidak mau perusahaan yang sudah bertahun-tahun ia bangun bangkrut begitu saja dan akhirnya Dekha menyuruh untuk Kusuma melakukan sebuah perjanjian Kusuma langsung setuju apa yang di janjikan nya
.
flashback off
"dasar umur sudah tua masih saja ingin bermain-main"Jo yang hanya bisa berkata di dalam hati
"wah bumil cantik "ucap Sisil
"hmm kamu juga cantik" ucap dasha...
"selamat kha jangan lupa minum ini" ucap Daren memasukan sesuatu kedalam saku jas Dekha
"terimakasih tuan muda" ucap Dekha tanpa curiga apa yang telah di berikan bosnya itu
"selamat kak jagain ya Sisil "ucapnya
"pasti "ucap dekha tersenyum tipis..
perut mu sudah besar ya bumil ucap Sisil
"tentu ini kan sudah 3 bulan"
"3 bulan sebesar ini "ucap Dekha
"tentu kak,apakah kakak lupa bahwa di sini triplet "ucap Dasha
"ah iya aku lupa "ucap Dekha
mereka tertawa.."baiklah sil sekali lagi selamat dannn hati-hati nanti malam,sakit sih tapi nanti enak kok" ucap Dasha tertawa...
__ADS_1
blush pipi Sisil memerah mendengar penuturan sahabat nya
"ayo sayang aku lapar kita makan disana ucap Dasha ya semenjak hamil Dasha jadi ingin makan terus...
"baiklah" ucap Daren
"kenapa pipi mu memerah" ucap Dekha
"hmm tidak" ucap Sisil memandang ke arah lain
"iya kata orang sakit duhh kenapa jadi deg-degan gini "batin sisil
"hai Tante,om selamat atas pernikahan Sisil ucap Dasha tersenyum
"iya sayang makasih ya ,,kamu kenapa sekarang udah jarang main kerumah Tante "ucap Ajeng..
"ni tunjuknya pada perut.."
"oh ya ampun berapa usia kandungan kamu ini"
"3 bulan" ucap dasha...
"lihat lah sayang perut mu besar pasti berat kan apalagi isinya 3" ucap Ajeng..ya Ajeng sudah tau bahwa Dasha hamil kembar 3 tentunya tau dari Sisil
"selamat Daren hebat kamu sekali semprot langsung 3" gurau Nando
"terimakasih om" ucap Daren tersenyum tipis
.
"papa sama Mama mana "ucap Ajeng..
"hmm maaf Tante papa sama Mama masih di luar kota mereka akan pulang ketika dasha hendak melahirkan papa ada sedikit urusan di sana" Ucap nya
"ohh begitu,yaudah silahkan dimakan hidangan yang ada semoga kalian suka" ucap Ajeng
Nando berbisik pada istri nya..
"Daren,Dasha Tante sama om mau nyambut tamu yang lain ya .. nikmati saja makanan "ucap Ajeng
"aku ingin sayapnya aja nasinya dikit sayapnya banyakin "ucap Dasha pada daren yang sedang mengambilkan makanan untuk sang istri..
setelah selesai menggambil makan Mereka duduk tak jauh dari panggung musik...
"enak ya by" ucap Dasha melahap makannya
iya sayang ucap Daren tersenyum melihat sang istri makan dengan lahapnya
"kamu tidak ingin mencoba ini" ucap Daren
"hmm boleh "ucap Dasha memakai sumpit Daren
"enak juga" ucap Dasha meletakan kembali karena itu untuk daren
kamu mau ucap Daren
"hmm aku makan ini saja dulu ,kamu makan juga "ucap Dasha..ia tau pasti Daren ingin memberikan pada dirinya tetapi ia tidak mau Daren bolak balik hanya untuk mengambil makanan
"kalau kamu ingin bilang biar aku ambilkan "ucap daren
"oke" ucap Dasha
"selamat tuan Dekha "ucap Bima
terimakasih tuan Bima
"bel kasih selamat "ucap Bima berbisik..dengan terpaksa Bella menyalami Bima dan juga Sisil..Sisil hanya tersenyum tipis sebenarnya ia sangat malas menghadapi sang penghianat
"selamat "ucap Bella malas
__ADS_1
Sisil hanya mengangguk dan segera melepas tangannya
"selamat tuan Dekha"ucap Bella
"idih dasar ganjen" batin Sisil memandang Bella sinis
"terimakasih"ucap Dekha cepat-cepat menarik tangannya
"baiklah tuan Dekha kami akan turun "ucap Bima
"ya silahkan nikmati makanan yang kami sediakan "ucap Dekha
Bima pun segera menarik tangan Bella untuk segera duduk
tak terasa acara pun telah selesai kini Dekha dan Sisil sudah berada di dalam kamar hotel...
"by kenapa sih gak pulang aja" ucap Dasha
"sayang aku ingin memakan mu disini "ucap Daren
melahap bibi Dasha tidak ada penolakan dari Dasha,malah ia langsung mengalungkan tangannya pada leher Daren.. dia meraba punggung dasha dan beralih memegang aset depan Dasha terlihat Dasha melenguh ketika Daren memainkan pucuk buah dada nya...
"aku suka suara mu itu sayang ..."ucap Daren ketika suara erotis keluar dari mulut dasha...
setelah melakukan pemanasan entah siapa yang memulai kini Daren dan Dasha tidak memakai sehelai benang pun..Daren dengan pelan membawa istrinya ke atas ranjang ...
dengan pelan Daren melakukan penyatuan terhadap istrinya..
ia menggerak pinggulnya dengan kecepatan sedang karena ia takut terjadi apa-apa terhadap anak yang didalam perut sang istri tetapi lama kelamaan ritme kecepatan nya menambah apalagi ketika ingin menyampaikan puncaknya...entah berapa ronde yang mereka lakukan..sehingga membuat Dasha tertidur dengan pulas karena di gempur sang suami...sedangkan dari masih dengan segarnya bangkit mencium kening istrinya dan perut yang menonjol lalu menyelimuti sang istri ia pun berlalu kekamar mandi
"kata Dasha harus pakai ini" ucap Sisil di dalam kamar mandi..
"tapi masa harus pakai ini sih..lihat de sama aja gak pakai baju "ucap Sisil
"sil dengar ya kamu harus memanjakan mata suami mu kalau tidak dia akan minta manjakan sama yang lain.".ya dia teringat ucapan Dasha tempo lalu
"tidak papa Sisil kamu harus pakai" ucapnya meyakinkan diri
"obat apa ini "ucap Dekha
vitamin kesehatan ..".apa benar hanya vitamin "ucap Dekha..
"gak papa deh coba aja "ia pun meminum obat yang di berikan Daren tanpa curiga sedikitpun
ia duduk di ranjang terlihat Sisil baru saja keluar dari kamar mandi...
glekk....Dekha menelan ludah" astaga" Dekha mengerjapkan matanya..
Sisil yang merasa di pandang seperti itu merasa malu dan ingin segera masuk kekamar mandi lagi tetapi belum sempat di membuka handel pintu tangannya sudah di tarik seseorang sehingga menabrak dada bidangnya..
"mau kemana "ucap Dekha
"ke kaa,,mar mandi" ucap Sisil gugup
"kamu sangat ****" bisik Dekha
"apakah aku boleh meminta hak ku'" ucap Dekha menangkup wajah Sisil ..Sisil dan Dekha berpandangan tanpa sadar Sisil menggangguk langsung saja Dekha melahap bibir yang didepannya... pertama hanya ******* biasa tapi lama kelamaan panas menjalar ke tubuh Dekha dengan gerakan cepat ia membawa Sisil ke atas ranjang ia melucuti pakaian Sisil dan kini tersisa Bra dan juga segitiga penutup..
karena terbakar gairah setelah memberi beberapa rangsangan pada Sisil mereka pun melakukan penyatuan
"ahkk sakit "ucap Sisil memegang bahu Dekha..
"rileks sayang" ucap Dekha
"sudah "ucap Dekha..Sisil pun mengangguk ..dengan gerakan pelan dekha menghetakan pinggul nya tetapi beberapa saat kemudian hentakan itu menggila ******* mereka bersahutan..
"Dekha mempercepat gerakannya dan keluar lah pelepasan yang pertama tapi itu bukan akhir dari segalanya itu baru awal untuk Sisil dan Dekha seperti Dasha dan juga Daren mereka melakukan beberapa ronde juga........
bersambung
terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like jempolnya ....
KOMENNN DIBAWAH
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote ya