
"sha perasaan Lo gimana sih sama pak Daren"tanya Dasha kini mereka telah didalam mobil
"gak gimana-gimana sil biasa aja"jawabnya
"tapi lo itu kalau Deket pak Daren deg deg an gak"
"ya deg deg an soalnya dia itu sering banget dekat dengan gue sil "
"dekat gimana si"
"duh dekat kayak gak berjarak jadi kan gue gugup"ucap Dasha
"mungkin karena Lo mulai jatuh cinta sama Lo"ucap Sisil
"gak lah,pria kulkas kayak gitu"
"eh kalau sama Lo enggak liat aja tadi"
"iya juga ya"
"haaaa"teriak Sisil
"aaa"Dasha juga teriak
"apa an sih sil bikin kaget"ucap Dasha
"jangan-jangan pak Daren suka sama Lo,liat deh cara dia perlakuin Lo"
"tau ah,udah sampai nih" ucap Dasha
"eh udah sampai cepet banget "ucap Sisil
"bukan cepet tapi lo nya ngoceh terus jadi gak kerasa"ucap Dasha keluar dari mobil
"ih tunggu" ucap Sisil melepas sabuk pengaman dan turun dari mobil
"waw makin besar aja tokonya ya sha"ucap Sisil
"iya sil mommy gue emang hebat" ucapnya
"selamat datang nona "ucap Nina tangan kanan sang mommy
"iya mbak gimana toko"tanyanya
"lancar, customer ramai nona"ucapnya
"ini pendapat untuk hari ini"memberikan table
__ADS_1
"kerja bagus kalau akhir bulan mencapai target kalian bakal saya kasih bonus" ucap Dasha
"beneran nona"ucap salah satu karyawan
"iya jadi kalian harus semangat untuk mencapai profit untuk bulan ini dan bulan-bulan kedepan kalau ingin bonus terus"ucap Dasha
"siap nona"jawab mereka serempak
"baik saya dan teman saya mau keruangan mommy saya dulu"ucap Dasha
"silahkan nona"
"nona Dasha baik ya"ucap nina
"iya sudah cantik baik lagi pulak"ucap karyawan lain
"aura nya itu Lo uhh"ucap karyawan
"sudah lanjut kerja lagi,ada yang order ni"ucap salah satu karyawan menunjukkan email
mereka pun melakukan pekerjaan mereka masing-masing
"besar juga ruangan Tante ya sha"ucap Sisil
"lumayan lah",ucap Dasha duduk di kursi dan membuka laporan awal bulan toko roti
"bagus dong berarti toko Tante gena maju"ucap sisil berdiri disamping Dasha yang sedang duduk
"ini impian mommy gue sil"ucap Dasha
"gue tau itu jadi Lo harus kembangin usaha nyokap dan almarhum bokap Lo"ucap Sisil
"hmm makasih ya Lo selalu ada buat gue"Dasha memeluk Sisil
"Lo kan sahabat gue walaupun kadang ngeselin"ucap Sisil terkekeh
"lo yang nyebelin"ucap Dasha melepaskan pelukannya
tring tring.....
tertera nama pak Daren
Dasha memandang Sisil
"angkat"ucap Sisil tersenyum jahil
"ya pak..."
__ADS_1
"kamu dimana"tanya Daren
"saya,..saya di toko ibu saya memang kenapa"ucapnya
"saya ingin bicara sama kamu"ucap Daren
"bicara aja"ucapnya
"saya ingin bertemu secara langsung"
"kapan"tanya Dasha
"sekarang "
"tapi saya lagi ditoko mommy saya"ucap Dasha
"saya cuma ingin bertemu sebentar"ucapnya
"yaudah tapi saya ajak Sisil"
Sisil yang mendengar namanya memukul pundak Dasha protes kenapa ia dibawa-bawa
Dasha menjauhkan ponselnya lalu berkata pada Sisil
"temani gue pliss"ucapnya
"yaudah"ucap Sisil
"jadi gimana gak papa kan bawa Sisil" tanyanya
"iya terserah kamu aja"ucap Daren
"ketemunya dimana"tanya Dasha
"kamu shareloc aja"ucapnya
"iyaa"ucap Dasha mematikan panggilan
kebiasaan belum juga selesai bicara ucap Daren diseberang sana
"kemana"tanya Sisil
"gak tau tapi dia yang jemput "Dasha
"ohh gituu.."
bersambung
__ADS_1
terimakasih kasih yang sudah baca novel ini terus dukung karya saya like komen dan vote