
45 menit kemudian ponsel Dasha berdering
"iya pak"
"saya sudah ada didepan ucap Daren
"ohh gitu ya bentar saya dan Sisil akan keluar"ucap Dasha
"iya jangan lama"ucap Daren
"iya bawell banget" ucap Dasha mematikan ponsel
"selalu"kesal Daren
"sil..sil....."
"engghh...."
"bangun sil ayo, pak Daren udah didepan"
"sha gue ngantuk"ucap Sisil
"sil Lo udah janji mau temani gue ya"ucap Dasha
"ihh iyaiya bawel..bentar gue ke toilet dulu" ucap Sisil bangun
"iya cepat ya"
Sisil tak menghiraukan perkataan Dasha ia masuk kedalam toilet
5 menit kemudian
"sil...sil..."gedor Dasha
Sisil membuka pintu
"ngapain si sha"kesal sisil
"kamu lagian lama banget"
"ya iya lahh orang buang hajat dulu "ucap Sisil berjalan mengambil tas nya lalu duduk dan memperbaiki riasannya karena ia telah mencuci wajah
Dasha masih menunggu Sisil
"ayo sil"ucap Dasha
"iya iyaa yaudah ayo"ucap Sisil
mereka pun keluar dari ruangan saat bertemu Nina,Dasha berkata
"mbak sha titip toko,sha sama Sisil mau pergi dulu"
"baik nona, hati-hati dijalan"ucapnya
Dasha tersenyum dan berlalu keluar saat mereka keluar disana telah terlihat Dekha yang bersandar di pintu mobil
"sebenarnya dia itu tampan"ucap Sisil
"apa"tanya Dasha
"enggak siapa yang ngomong"elak sisil
"ohh"Dasha membulatkan mulutnya
"hai kak"ucap Dasha
"hai"
"yuk sha tuan muda sudah menunggu"
Dasha tersenyum
"sil duduk depan ya"ucap Dasha
"hmm"jawab Sisil membuka pintu Dekha yang ingin membukakan pintu lagi-lagi dicegahDasha dengan gelengan dan tersenyum
Dekha peka langsung saja ia mengitari mobil dan duduk di jok pengemudi...
"mau bicara apa sih"ucap Dasha
"nanti aja gak disini ucap Daren
"kha kita ke kafe biasa"lanjutnya
__ADS_1
"baik tuan muda"
mobil pun meninggalkan toko roti mommy gena
Dasha mau pun yang lain nya diam didalam mobil
"ni orang kayak bunglon kadang-kadang hangat kadang-kadang dingin "batin Dasha karena dari tadi Daren hanya diam tak ada percakapan
"kak,kakak belum ada pacar"ucap Dasha pada Dekha
Daren yang mendengar itu melirik Dasha
Dekha memandang Dasha dari spion depan
"tidak nona"ucap Dekha
"kak panggil sha aja"bantah Dasha
Dekha hanya mengangguk
"kalau belum ada pacar berarti kakak sama Sisil aja karena Sisil juga gak ada pacar"ucap polos Dasha
Sisil mendengar penuturan sahabat nya protes
"apa-apaan sha ngaco banget" ucap Sisil menatap tajam Dasha
Daren mengangkat sudut bibirnya mendengar perkataan Dasha
"heheh biar kamu gak kesepian sil"
Sisil memutar bola malas mendengar pernyataan konyol sahabat nya ia menghadap kedepan lagi dan mengsedakap kedua tangannya didepan dada
"ternyata cantik-cantik tidak punya pacar"batin Dekha melirik sekilas Sisil
"gimana kak"tanya Dasha pada Dekha
"saya masih ingin fokus bekerja sha,tidak ada waktu untuk pacaran"ucap Dekha
"tenang kak nanti sha akan minta waktu untuk kakak pada pak Daren"
"iya kan pak"sambung Dasha memegang lengan Daren
"hmm "ucap Daren"
"giliran Ama Dasha diturutin"batin Dekha
tak lama kemudian mereka telah sampai didepan cafe
"Dasha cepat-cepat membuka pintu disusul Sisil dan Dekha serta Daren
"ayo masuk "ajak Daren menggandeng Dasha
Dasha memandang Sisil yang cemberut
"kak gandeng Sisil juga"ucap Dasha
"ayo "ucap Dekha
"iya"jawab Sisil
mereka tidak berpegang tangan tapi berjalan seiring
"selamat siang tuan" ucap pelayan kafe
"hm,"jawab Daren
kamu siapkan makanan dan minuman yang spesial Yang ada dicafe kita"ucap Daren
"baik tuan saya permisi"ucap pelayan kafe itu dan berlalu
Dasha yang disampingnya Daren berkata
"enak ya kalau punya kafe,kalau makan tinggal makan aja"
Daren menatap Dasha
"ayo masuk" ucap Daren
Dasha duduk disebelah Daren,Dekha duduk sebelahan dengan Sisil
"enak ya tempat nya"ucap Dasha
"bener,mahal gak pak"ucap Sisil
__ADS_1
"kalau ingin kesini,kalian berdua gratis"ucap Daren
"beneran "ucap Dasha
Daren mengangguk
Dasha dan Sisil bersorak lalu ber TOS
Daren dan Dekha hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah mereka berdua
tak lama kemudian makanan mereka pun telah tiba
mereka pun makan sore hari itu.
setelah acara makan selesai Dasha berkata
sebenarnya bapak mau bicara apa
"sha bisa gak kamu jangan panggil saya bapak"keluh Daren
"terus panggil apa,kan bapak atasan Dasha"ucapnya
"iya tapi kamu kekasih ku"ucapnya formal
blush pipi Dasha merona
Sisil yang melihat itu langsung aja menggoda Dasha
"eh pipi Lo kayak tomat,salting ya"ucap Sisil
dasha memegang pipinya dan berkata
"enggak disini panas"ucap Dasha mengiba-ngibaskan tangannya ke muka
"ngeles aja disini ada AC masak panas"ucap Sisil
dasha mendelik Sisil ia sangat kesal
Sisil tersenyum mengejek
"jadi kamu jangan panggil aku dengan sebutan bapak lagi kecuali kita ada pertemuan dengan rekan bisnis kita jadi kita harus profesional"ucapnya
"jadi panggil apa dong",ucap Dasha
"terserah kamu asal jangan bapak atau kakak Karena kakak itu panggil an kamu buat Dekha "tunjuk Daren dengan dagunya
"gimana hubby aja"ucap Dasha ia menekatkan supaya bisa menjadi layaknya sepasang kekasih pada umumnya
"tidak buruk ucap Daren
"baiklah by"ucap Dasha mengedip-ngedipkan matanya
"kamu sangat mengemas"batin Daren tersenyum
"udah ah romantis-romantisannya iri tau ucap Sisil
"Lo kan ada kak Dekha"ucap Dasha menggoda Sisil
"ih enggak ya pak kita cuma teman ya"ucap Sisil
"HM"saut Dekha.. Dekha bertekad tidak akan lagi memikirkan tentang Dasha, walaupun ia memikirkan Dasha hanya sebagai adiknya
"tu "ucap Sisil merangkul Dekha
Dekha memandang Sisil sontak Sisil melepaskan lalu terkekeh mengangkat 2 jarinya membentuk V
"yuk pulang "ucap Dasha
"ayo ""ucap Daren
"kamu gak mau bawain tante gena makanan"sambung nya
"emang boleh"tanya Dasha
"boleh,semuanya juga boleh" ucap Daren
Dasha tersenyum mendengar itu Daren memanggil pelayan untuk membungkus kan beberapa makanan yang enak
bersambung...
makasih ya guys yang udah baca author senang makin hari makin banyak yang like..semoga bisa tembus 1k likenya..
dukung terus karya author dengan cara like komen dan vote..bintang nya jangan lupa ya hehehe..
__ADS_1