
"saya mengumpulkan kalian semua disini ingin menyampaikan sesuatu.."
para karyawan saling pandang ..
"adik dari almarhum mommy saya ingin memesan roti atau kue untuk pembukaan cabang baru nya 'ucap Dasha
huhh..mereka menghela nafas..
"kalian keberatan "ucap Dasha yang mendengar helaan nafas karyawan nya
"tidak non kami senang ,kami berpikir bahwa nona akan menutup toko ini "ucap salah satu karyawan
"ya benar" sahut karyawan lain
"itu tidak mungkin bagaimana saya bisa menutup begitu saja ini adalah impian dari orang tua saya..."Dasha tersenyum
-
"kenapa kamu sering menginap dirumah teman mu bel" ucap Satrio
"teman Bella gak ada temannya jadi dia minta Bella buat temani "ucap Bella
"kamu jangan sering begitu ingat sebentar lagi kamu akan menikah" tegas Satrio
"ya pa yaudah Bella naik dulu "ucapnya
"kenapa pa kok kelihatan habis marah" ucap gina meletakkan gelas kopi
"Bella selalu menginap di rumah temannya bentar lagi dia itu menikah tetapi sifatnya tak pernah berubah.."
"biarkan saja pa mungkin kalau sudah menikah ia akan sadar "ucap gina
"semoga saja "ucap Satrio meminum kopi nya
1 bulan kemudian Dasha dan Daren berada di sebuah acara ..pernikahan keluarga Gerald ...Bella dan Bima
"akhirnya kita resmi juga "ucap Bella
"iya bel "ucap Bima tersenyum tipis..
"Tante" peluk Dasha...
Daren tersenyum melihat istrinya ..
"bagaimana kabarmu sayang " gina
"baik Tante "Dasha tersenyum dan berkata lagi
"Daren yang tidak baik-baik saja dia sering mual dan pusing ..."
"sudah kedokter "ucapnya
"Daren menolak" ucapnya memandang sang suami
"mungkin hanya masuk angin Tante"
"minum jahe itu bisa mengurangi mual xucap gina
"baiklah Tante,om Satrio dimana ucap Dasha sejak tadi tidak melihat omnya"
"biasa ngobrol sama teman bisnis nya dan Tante nyambut tamu yang lain termasuk kalian,oh ya papa dan mama kamu gak hadir ya ren"
"ohh engga Tante papa sama Mama cuma nyampaikan maaf karena papa ada urusan di luar kota jadi dia hanya menitipkan ini ",Daren memberikan paperbag
"dari keluarga besar Aryabatta Tante" ucapnya
"oo ya ampun, terimakasih sepertinya tidak perlu hadiah seperti ini melihat anak-anak Tante hadir saja sudah senang "ucapnya
__ADS_1
"tidak apa-apa Tante "ucap Dasha memegang tangan gina
"sayang kita segera memberi selamat untuk Bella dan Bima yuk kepala ku pusing" bisiknya..
"hmm baiklah ,."bisik Dasha
"Tante kami ingin memberi selamat untuk pengantin suami ku sedikit pusing jadi kami ingin pulang lebih cepat "ucap Dasha
"sayang sekali padahal pestanya masih panjang "ucap gina
"maaf Tante "Dasha merasa bersalah
"tidak papa sayang..Tante paham sekarang kalian beri selamat untuk adik mu " gina mengelus pipi Dasha
Daren dan Dasha menuju dimana Bima dan Bella bersanding
"selamat ya bel" ucap Dasha
"terimakasih" ucap Bella
"selamat tuan Bima" ucap Dare
"terimakasih tuan Daren"
"kamu cantik bel.."
"ah iya tentu" ucap Bella Bangga
"selamat ya Bima,jagain adik ku ini memang sedikit bawel ..". Dasha tertawa
"apa dia tidak merasa sakit hati kesal Bella "membatin
"terimakasih Dasha,semoga kamu bahagia selalu "ucapnya memandang Dasha begitu dalam entah kenapa rasanya ingin sekali memeluk perempuan didepannya ini tapi ia tersadar mereka sama-sama sudah menikah dan memiliki kehidupan masing-masing apalagi dia ada Bella dan sekarang menjadi tanggung jawab nya
"ehemm "Daren berdehem keras untuk menyadarkan pandangan Bima pada Dasha..
"kamu tidak ingin menemui mama dan papa sha 'ucap Bima beralih memandang Dasha menghindari tatapan Daren
"ahh lain kali saja Bim ,suami ku sedikit pusing "ucapnya
"baik lah kalau begitu "ucap Bima
"apaan sih Bima nawarin ketemu mertua ku "kesal Bella memandang Bima
"baiklah kami permisi ,hadiahnya sudah kami titip apda Tante gina "Daren berkata dan berlalu menarik pinggang Dasha sehingga menjadi rapat dengannya
"kenapa Bima tidak bisa seromantis suami Dasha ",kesal Bella..
"kamu kenapa cemberut "Bima memandang Bella
"tidak "ucap Bella
Bima pun kembali duduk karena kakinya sedikit pegal karena berdiri terus
"by biarkan aku menyetir kamu pusing kan" ucap Dasha yang sudah berada di dalam mobil
"tidak papa sayang aku bisa menahannya "
"sayang kita makan bakso yuk ,kamu tahu di mana ada jual bakso yang enak" ucap Daren memandang sekilas Dasha
Dasha bengong menatap sang suami sejak kapan suaminya ini mau makan bakso"ya begitulah pertanyaan di otaknya
"sayang "seru Daren
"ah iya" Dasha tersadar
"dimana jual baksonya enak" tanya Daren
__ADS_1
"200 meter lagi belok kiri nah disana ada jual baksonya enak banget aku sama Sisil juga biasa beli situ" ucap Dasha..
"baiklah..."ucap Daren
"kenapa kamu tidak ingin pergi ke acara itu"tanya Dekha
"malas "ucap Sisil
"kenapa" tanyanya
"itu acara pengkhianat Dasha jadi aku gak mau "ucap nya
"hmm begitu" Dekha memandang Sisil sekilas dan menepikan mobilnya
"eh kenapa berhenti "ucap Sisil
Dekha melepas sabuk pengaman nya dan memandang Sisil..Sisil yang merasa dirinya di pandang begitu menjadi gugup
"sil "Dekha memegang tangan Sisil
"aku bukan pria yang bisa romantis dan ini adalah pengalaman ku mencintai seseorang.."Dekha menghentikan kata-kata nya ...
"mau kah kau menjadi istriku" ucapnya
Sisil melotot kaget mendengar perkataan Dekha "apakah ini lamaran.. astaga"jerit nya dalam hati
Dekha mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya..
"Will you marry me "dekha memandang intens Sisil
"yes i do " ucap Sisil tersenyum
Dekha pun tersenyum dan menyematkan cincin pada jari manis Sisil dia mendekat kan bibirnya pada Sisil dan memberikan kecupan kasih sayang
"aku mencintaimu "ucapnya setelah melepas pagutan
pipi Sisil memerah ya itu adalah first kiss nya
"aku juga mencintaimu 'balas Sisil..
Dekha mengelus pipi Sisil..
"habis ini mau kemana "ucap Dekha
"bisa kah menghubungi Dasha hmmm aku ingin bertemu dengannya "ucap Sisil gugup karena jantung nya kali ini sedang melompat-lompat
"baiklah kamu hubungi Dasha "ucapnya
Dekha dan Sisil cengo memandang Daren menghabiskan 3 mangkuk bakso
Sisil memandang Dasha..sedangkan Dasha mengangkat bahunya acuh
"tuan muda apakah anda tidak makan beberapa hari" Dekha
"apa maksudmu ..kamu mau bilang istri ku tidak bisa merawat ku dengan baik" delik Daren
"ah bukan begitu anda sudah menghabiskan bakso 3 mangkuk" kikuk Dekha
"ini enak dan apa salahnya aku makan banyak iya kan sayang "ucapnya pada Dasha
"iya suami ku "ucap Dasha tersenyum
"aneh..benar aneh ni bosnya Dekha" batin Sisil .. Dekha dan Sisil saling pandang dan pada akhirnya mereka ikut makan
bersambung
terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote terimakasih
__ADS_1