
"ada yang berani bermain-main di perusahaan ini ternyata "ucap Daren
"maksud anda tuan"ucap Dekha
"ayolah kha kamu pasti tau apa yang saya maksud"ucap Daren memberikan laporan keuangan dan juga hasil bahan produksi
Dekha membaca seksama apa yang tertulis didalam map itu
"benar tuan apakah tuan juga sepemikiran dengan saya tentang siapa yang berani bermain-main disini ucapnya
"tentu,pasti orang yang sama" ucap daren
"kamu panggil manager keuangan dan kepala produksi "ucap Daren lagi
Dekha mengotak-ngatik ponsel nya 5 menit kemudian terdengar ketukan pintu
tok tok.....
"masuk...".jawab Daren datar
dua orang laki-laki itu terlihat gugup
"Bayu dan Indra apa kalian tau kenapa dipanggil keruangan saya" ucap Daren dingin
"ti tidak pak"jawab mereka serempak
"oh ternyata belum juga mengerti"ucap Daren
Daren mengambil map mendekati kedua orang itu lalu melemparnya tepat kedada Bayu
"apa maksud dari laporan kalian ini" bentak daren
sontak Bayu dan Indra kaget bukan main
Indra mengambil map itu terjatuh
"coba jelaskan apa yang dimaksud laporan kotor kalian itu" ucapnya
"menurut saya tidak ada yang salah tuan" ucap Indra
sedangkan Dekha hanya menyimak
"tidak ada salah" bentak Daren
"ini apa ha ini apaaa" bentaknya lagi menunjukkan pada nominal uang yang seharusnya lebih tinggi tetapi nominal itu rendah sekali yang seharusnya itu bukan nominal untuk perusahaan seperti Aryabatta
"dan ini bahan apa kamu kira saya tidak tau bahan yang terlihat bagus tetapi akan cepat rusak ucapnya lagi
"kalian kalau ingin bermain-main bukan disini tempatnya"ucap Daren
"kha saya tidak ingin lagi melihat kedua orang ini dikantor, dan kasih pesangon setengah dan kalian harus mengganti kerugian saya satu lagi kalau kalian tidak mengganti kerugian saya makan kalian berdua akan membusuk di penjara "ucap Daren tegas
"kalian saya pecat " bentaknya
mereka telonjak kaget memandang Daren
"jangan tuan saya mohon anak istri saya nanti mau makan apa" ucap Indra bersimpuh di hadapan Daren
"saya tidak peduli"ucap Daren datar
"saya mohon tuan saya tidak akan mengulangi nya lagi"ucap Bayu yang juga bersimpuh
",tidak ada kesempatan untuk penghianat seperti kalian berdua"ucap Daren
Daren menepis tangan Indra dan berjalan menuju kursinya
"kha kamu urus mereka black list nama mereka sehingga tidak ada lagi perusahaan yang bisa menerima pengkhianat seperti mereka"ucap Daren
"baik tuan"ucap Dekha
kalian berdua keluar dari sini" ucap Dekha
"tidak tuan saya mohon tuan" tangis Indra
Dekha menelpon kedua bodyguard untuk menyeret mereka
kedua bodyguard itu segera menarik Indra dan Bayu Dekha pun ikut serta untuk menyelesaikan masalah
__ADS_1
"tidak akan ku ampuni untuk seorang pengkhianat "geram Daren sendiri
ditengah api marah bekobar Ponsel Daren berdering terlihat video call dari sang kekasih
"hai by" ucap Dasha tersenyum
Daren langsung tersenyum melihat pujaan hatinya
"gimana "ucap Daren
"belum juga by ini baru nyampai rumah lagi nungguin anak bi Nunu siap-siap "ucap Dasha
"begitu ya" ucap Daren
Dasha mengangguk
"aku merindukan mu" ucap daren
"heii kita baru saja bertemu by" Dasha yang terkekeh
"aku ingin kamu di samping ku terus "ucap nya
"mulai bucin kamu ya" ledek Dasha tertawa
"kamu yang jahil awas aja ketemu nanti"ucap Daren
"emang kenapa" ledeknya
"aku makan kamu",ucap Daren
"ihh takutttt,kamu kanibal by" ucap Dasha
Daren tersenyum
"udah dulu ya by ni mau berangkat du dadaahhh muach"Dasha mendekatkan bibirnya pada ponsel
"hati-hati jangan ngebut ya" ucap Daren
okeee"
Daren masih saja tersenyum ia belum menyadari bahwa Dekha sudah berada didalam ruangan itu saat ia menegakan kepalanya terlihat Dekha memandang nya
Daren sontak menetralkan wajahnya
"ini kah tuan muda yang dingin itu,sama Jesi saja tidak seperti ini" ungkap Dekha dalam hati
"kapan kamu disini"tanya Daren dingin
"dari tadi tuan saat anda menghubungi nona Dasha" ucapnya
"baiklah apa sudah selesai" tanyanya
"sudah beres semuanya tuan mereka telah meninggal kantor ini" Dekha
"kerja bagus" ucap Daren
"tuan 3 Minggu lagi acara pertunangan anda dan nona Dasha tuan besar dan nyonya besar menyuruh Anda untuk mempersiapkan keperluan "
"itu urusan gampang "ucap Daren
"tapi tuan Minggu depan kita harus keluar kota karena cabang disana memerlukan anda" ucapnya
"berapa hari "ucap Daren
"3-4 hari tuan"ucap Dekha
Daren terdiam berpikir bahwa ia akan meninggalkan Dasha
tak lama ia tersenyum ia teringat bahwa sang kekasih sekretaris nya jadi tidak salah kalau Dasha ia bawa
"yaudah kamu siapkan saja dokumen apa yang diperlukan dan saya akan membawa Dasha bersama kita"ucapnya
"tapi tuan kalau nona Dasha ikut siapa yang handel kerja disini "ucap Dekha
"Sisil" ia yang akan menghandel pekerjaan disini ucapnya
"Sisil" ucap Dekha
__ADS_1
"ya" jawab Daren singkat
"tapi tuan ...."ucapan dekha terhenti saat Daren memotong pembicaraan nya
"masih ada waktu satu Minggu lagi,kamu harus ajari Sisil bila perlu kamu angkat ia menjadi sekretaris kamu"
"saya tidak perlu sekretaris ucap Dekha
"perlu, supaya kamu ada waktu untuk mengistirahatkan diri kalau ada yang bantu" ucap Daren
"baiklah tuan" ucap Dekha percuma ia menolak pun karena Daren tidak akan suka penolakannya
tring tring
ponsel Daren berdering
"bagus" jawabnya
"kelas terbaik"
"HM"
panggilan pun berakhir
panggilan dari pihak sekolah bahwa sang kekasih telah mengisi formulir
"kamu senang dengan sekolah baru mu" ucap Dasha didalam mobil
"iya nona sekolahnya bagus sekali" ucapnya tersenyum
"tapii..." senyumnya luntur
"tapi apa" ucap Dasha
"apa ibu mampu bayar sekolah itu kelihatan mahal " ucap Valen
"kamu tenang aja semua itu biar saya yang pikirin yang kamu pikirkan saat ini harus sekolah yang bener dan dapat nilai bagus" ucapnya
"tapi nona "
tidak ada tapi-tapian ,ini semua tidak gratis kamu harus bayar dengan nilai bagus mu" ucap Dasha
Valen tersenyum
" anda baik sekali nona terima kasih"
mulai sekarang kamu panggil saya kakak aja anggap kita kakak adik" ucap Dasha
"tidak nona itu tidak sopan saya anak pembantu tidak sopan kalau memanggil anda dengan sebutan kakak" ucapnya
"hei tidak papa,apa kamu menolak jadi adik ku" ucapnya
"bukan begitu nona" ucap Valen menundukkan wajahnya
Dasha tersenyum
"maka dari itu kamu harus panggil kakak,coba panggil dulu "ucap Dasha
Valen memandang Dasha lalu berseru
"kakak"
"ahh senang banget akhir nya aku punya adik "ucap Dasha mengelus pucuk kepala Valen dengan sebelah tangann kirinya karena tangan kanannya memegang setir
Valen tersenyum ia beruntung kalau memang memiliki sepeti dasha yang cantik dan baik
"sekarang kita ke kantor dulu,kakak mau jemput teman kakak"
"iya kak" jawab Valen canggung
dasha tersenyum memandang Valen
bersambung
terimakasih yang sudah baca novel ini terus dukung karya saya like komen dan vote ya bintang nya jangan lupa heheheh...
kalau masih banyak salah maklumi ya guys karena ini karya perdana😁
__ADS_1