
"sudah sampai "ucap Daren
"hmm"jawab Dasha ia segera turun dan di ikuti Daren
sayang sini biar aku yang bawa ucap Daren mengambil barang bawaan Dasha
"makasih by"ucapnya
Daren tersenyum
tak lama mereka telah sampai pada ruangan gena saat Dasha masuk disanak telah ada Sisil
"sil"tegur nya
"sha yang sabar ya" ucapnya
Dasha tersenyum
"mom ini ada sha bawain makanan tapi bukan sha yang masak tapi bi Nunu" ucapnya
"iya sha simpan aja sekalian untuk makan malam kita ", ucap gena rantang yang di bawa Dasha ukuran besar dan berisi 5 tempat jadi cukuplah untuk mereka makan kalaupun kurang pasti mereka akan membeli
dasha meletakan atas nakas
"by kasih sama Valen bukunya", ucap Dasha ia berjalan mencolokkan charge untu mengisi daya handphone nya
Daren memberikan buku Valen dengan datar
"terima kasih Tuan" ucap Valen
Daren hanya mengangguk
"sama Dasha aja luluh ek kali sama orang kayak batu es" sindir sisil
Daren menatap tajam Sisil sedangkan Sisil buru-buru mengalihkan pandangannya ia benar-benar takut kaan pandangan Daren
"hmm sha sorry ya kali ini gue gak bisa nginap soalnya papa dan mama gue baru pulang jadi gue juga harus pulang kerumah" ucap Sisil
"its oke Lo udah Dateng aja gue seneng "ucapnya
"yaudah gue pamit dulu" ucapnya
dasha tersenyum
"Tante Sisil pamit dulu ya semoga cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa "ucap nya
"aamiin makasih ya sil, hati-hati pulangnya"ucap gena
"iya Tante "ucap Dasha
__ADS_1
"pak Daren saya pulang dulu jagain sha sama Tante gena ya "
"gak perlu saya pinta saya juga bakal jagain " ucap Daren
"iye deh terserah bapak aja" kesal sisil
dia pun keluar dari ruangan itu dan segera pulang
"mom ini kan udah sore sha bantu bersih-bersih ya" ucap Dasha
gena mengangguk
dasha pun membantu mommy nya turun dan membawa kedalam kamar mandi ia membersihkan mamanya dengan telaten tanpa mengeluh sedikitpun,gena memandang anaknya tersenyum ia beruntung mempunyai putri seperti Dasha kalau dia bisa memilih ia ingin bersama anaknya lebih lama
saat mereka keluar dari kamar mandi terlihat Daren sedang berbicara lewat telpon nya
"iya ma Daren matikan dulu ".ucapnya
ia pun meletakan ponselnya dimeja ,Daren memandang kekasih nya yang merawat gena dengan telaten ia tersenyum
selesai Dasha membersihkan ia membantu mamanya kembali naik ke atas brankar sebenarnya gena bisa sendiri tetapi Dasha memaksa takut terjadi sesuatu
mungkin pengaruh obat yang di minum gena membuat dia mengantuk karena sejak tadi ia meminum obat Sisil dan yang lain masih berada di sini jadi ia tidak bisa tidur saat ini ruangan begitu hening jadi ia mudah terlelap
Valen baru saja masuk kedalam ruangan karena ia tadi keluar karena haus jadi ia membeli minuman
"Len "ucap Dasha
Valen hanya tersenyum
"lagian bi Nunu di rumah sendiri kasihan kakak disini ada Daren yang temenin kalau kamu pulang, kamu juga bis istirahat maklum saja ini rumah sakit senyaman-nyaman nya rumah sakit untuk istirahat tetaplah tidak enak ucap Dasha
Valen mengangguk setuju sebenarnya ia memang lelah apalagi hari ini pertama baginya sekolah disekolahkan baru tentulah beda ajaran sekolah di kota dan dipelosok
"kakak bakal hubungi pak mail untuk jemput kamu "ucapnya
"gak usah Kak biar Valen naik taxi aja", tolaknya
"pak mail aja Len" ucap Dasha
"taxi aja kak sama kan, sama-sama naik mobil "ucapnya
"yaudah deh kalau kamu mau naik taxi"ia mengambil uang didalam tasnya dan memberikan pada Valen
gak usah kak Valen ada kok uang dikasih ibu ucapnya
"
"ambil aja ini sekalian untuk bekal besok" ucapnya
__ADS_1
dengan terpaksa Valen mengambil uang itu
"terimakasih kak" ucap ya
"sama-sama "ucap Dasha
Valen pun merapikan buku dan tasnya
"Valen pulang dulu kak,tuan "ucapnya
dasha tersenyum "yuk kakak antar sampai depan "ucapnya
"gak usah Kak biar Valen sendiri kakak disini aja" ia membuka pintu dan keluar dari ruangan itu
dasha duduk didekat Daren,
"siapa yang nelpon tadi by" tanyanya
"mama nanyain aku kemana jadi aku jawab deh dirumah sakit pertama mama kaget kiranya aku yang sakit jadi aku jelasin deh bahwa Tante gena yang sakit dan mama bilang ia berkunjung besok ucapnya merangkul Dasha
Dasha merebahkan kepalanya pada bidang dada Daren.
Daren mengelus rambut Dasha mereka sambil cerita itu ini dan pada akhirnya Dasha terlelap tidur
"kamu ini memang mudah tertidur" ucapnya mencium kening Dasha
ia membaringkan dasha pada sofa ia tidak mau Dasha merasa sakit kalau tidur dengan posisi duduk
"pa tau gak "ucap Dila ketika berada di kamar
"apa sih ma,ya papa gak tau wong mama belom cerita" ucap Bram
Dila kesal mendengar jawaban suaminya bisa-bisa nya suaminya menjawab seperti itu jawaban apa itu kesalnya
"gini Lo pa gena masuk rumah sakit karena tumor yang diderita nya "ucap Dila
mama tau dari mana ucap Bram
"tadi mama telpon Daren kenapa dia belom pulang eh ternyata dia dirumah sakit awalnya mama kaget kirain dia yang sakit taunya gena jadi mama bilang besok kita kesana kasian Dasha sekarang ia harus menerima mamanya sakit pasti dia tertekan sekali apalagi dia sangat menyayangi gena ucap dila
"yaudah kita kesana aja sekalian kita bahas pertunangan dasha dan Daren lebih cepat lebih baik" ucap Bram
"papa benar ,besok langsung aja mama bawain pilihan-pilihan cincin yang bagus untuk Dasha "ucapnya senang
"Ario kami akan menjaga putri mu" batin bram
bersambung
terimakasih yang sudah Like komen dan vote
__ADS_1
terimakasih yang sudah kasih hadiah jangan bosan untuk membaca karya saya terus dukung karya saya