
pagi-pagi sekali Dasha sudah bangun karena Daren harus datang ke kantor lebih awal dari biasanya apalagi hari ini cek up terakhir mamanya dan memutuskan untuk pulang tentu saja dengan ijin dokter dan
disaat dia membereskan barang-barang mereka terdengar pintu ruangan terbuka
ia tersenyum ketika yang datang adalah calon mertuanya
"ma "sapanya menyalami
"pa "salahnya juga menyalami bram
"gen "Tegus Dila mendekat pada brankar setelah ia mengelus lengan Dasha
"gimana keadaan sekarang "tanyanya sedangkan papa Bram duduk
"sudah mendingan kok Dil hari ini juga pulang "ucapnya
"yaudah sekalian kamu antar pulang" ucap bram
"benar apa kata papa" sambung Dila
"gak usah Dil Dasha bawa mobil" ucapnya
"terus Dasha bawa mobil kenapa kita ngikut di belakang ya pa" ucapnya
"iya benar "ucap Bram
gak ngerepotin ma ucap Dasha
"enggak dong sayang mama dan papa sekalian mau kerumah kalian juga" ucapnya
yaudah kalau gitu
"jadi apa nih yang harus di bereskan" ucap Dila bersemangat
"sudah selesai ma tinggal nunggu dokter aja" ucap Dasha
"mama sama papa mau dipesenin minuman "ucap dasha lagi
"gak usah sha" ucap Bram
Dasha manggut-manggut tak lama kemudian dokter pun datang keruangan gena
"pagi semua" sapa dokter
"pagi dokter" sapa mereka
"baiklah nyonya disini ada sedikit perkembangan,nyonya boleh pulang karena permintaan nyonya sendiri tapi saya harap nyonya lakukan cek up setiap harinya " ucapnya
gena tersenyum sama halnya dengan gena, dasha senang ada perkembangan pada sang mama.
"terimakasih dokter "ucap Dasha
"sama-sama nona "jawab dokter
"terimakasih dokter sudah merawat besan saya "ucap Dila
"tidak masalah nyonya ini sudah tugas saya,kalau begitu saya permisi "ucap dokter
"silahkan dokter "ucap dila
dasha mengangkat barang mereka
"sha biar papa yang bawa" ucap Bram
dasha tersenyum "makasih pa" ucapnya
Dasha hanya membawa beberapa buah yang belum sempat di makan sedangkan gena di bantu Dila
sesampai di parkiran Dila membuka suara
sha mommy kamu sama mama aja ya biar enak ada yang pegangin di dalam mobil ucap Dila
Dasha dan gena tersenyum mendengar ucapan Dila padahal gena sudah bisa berjalan sendiri apalagi hanya duduk di mobil .mereka hanya mengiyakan ucapan Dila
"sha bawa mobil hati-hati "ucap Bram
"iya pa" ucap Dasha memasukan semua barang kedalam bagasi ia pun segera memasuki mobilnya,mobil Bram didepan sedangkan Dasha dibelakang
yaampun pake acara ketiduran lagi" ucap Bella ia melihat handphone nya terlihat pesan dan puluhan telpon tentu saja itu dari mama dan papanya
sayang bangun ucap Bella
pria itu melenguh ia berbalik badan dari awalnya telungkup
ada apa hm" tanyanya lembut
"ini sudah pagi aku pulang dulu ya "ucap Bella
gak mau diantar ucap Eko
"gak usah biar naik taxi "ucap Bella memakai bajunya ia tidak sempat untuk mandi lagi ia hanya merapikan baju dan juga rambut nya
__ADS_1
"yaudah hati-hati" ucap Eko mengecup sekilas bibir Bella
"daa "ucap Bella melambaikan tangan
Eko hanya tersenyum ia sangat mencintai Bella tetapi Bella hanya ingin menjadikan dirinya pemuas nafsu saja sudah berulang kali Eko ingin serius dan akan bertanggung jawab tetapi Bella tidak ingin Bella selalu berkata hanya mencintai Bima
Eko membereskan kamarnya berantakan karena permainan mereka semalam entah berapa ronde yang mereka mainkan
Bella celingak-celinguk melihat kedalam rumahnya terlihat sepi sekali pagi hari ini ia pikir bahwa orang tuanya belum bangun
saat ia dengan pelan masuk kedalam terdengar suara barinton
dari mana kamu" ucap Satrio
Bella langsung saja terhenti
eh papa" ucapnya tersenyum
papa tanya dari mana kamu"
Bella dari rumah temen pa semalam kan Bella udah bilang sama mama ucapnya
"tapi kamu bilang gak nginap "sambung sang mama turun dari tangga
Bella gugup takut ketahuan orang tua nya
" ii iya ma kebetulan orang tua temen Bella lagi gak ada jadi dia minta temeni buat nginap dirumah "ucapnya gugup
"kenapa gak ngabarin mama,papa atau Bima "ucap Satrio
"ke asyikan ngomong lupa dan akhirnya Bella ketiduran karena capek jugakan keliling supermarket sama mama kemarin ucapnya mencari alasan
"lain kali kalau nginap rumah temen bilang sama mama atau papa" ucap gina
"iya ma,pa maaf "ucap Bella
yaudah kamu mandi bantu mama masak buat hari ini "
"loh kok Bella ma biasanya bibi juga yang masak "ucap Bella
"kamu gak ingat hari ini calon mertua kamu mau Dateng "ucap satrio
ia kaget kenapa ia bisa lupa" ya ampun padahal gue mau tidur capek semalam di gempur habis-habisnya sama Eko "batinnya
"yaudah Bella naik dulu pa ma" ucap
mereka mengangguk
apakah mama percaya yang di ucapin Bella" tanya sang suami
".yaudah kalau gitu ucap "Satrio
entah kenapa ia merasa sang putri berbohong tetapi ia tidak ingin membicarakan kepada istrinya ia memilih kembali duduk dan meminum kopinya
Daren saat ini sudah rapi dengan jas nya ia berada didalam ruangannya pagi-pagi sekali ia berangkat karena bersiap di kantor baju dan yang lain sudah siap didalam kamar pada ruangan nya
ia duduk mengotak-ngatik laptop dan beberapa berkas yang ia kerjakan
"Minggir kamu", teriak seorang gadis pada Dekha yang menghalanginya masuk kedalam ruangan Daren
"maaf tuan nona ini sudah saya cegah tetapi tetap saja memaksa "ucap Dekha
pak Daren masi ingat sama saya kan" ucapnya manja
Daren ingin muntah mendengar penuturan gadis itu
kenapa kamu disini"ucapnya datar
"saya bawain pak Daren sarapan ini saya sendiri yang buat ",ucapnya mendekati Daren
"jauh-jauh dari saya "ucap Daren dingin
tetapi gadis itu seakan tuli ia tetap saja mendekat pada Daren
saat ia ingin menyentuh wajah Daren cepat-cepat Daren menepis tangan gadis itu
"awww" jerit gadis itu di buat-buat
"jangan berani-berani sentuh saya" ucap Daren menatap tajam gadis itu
"Dekha seret gadis ini keluar dari ruangan saya sekarang", ucapnya tegas
Dekha mengangguk dan segera menarik tangan gadis itu.
"lepas,..lepass" teriak Celine
"kamu ini gadis murahan berani-beraninya kamu masuk kedalam ruangan tuan Daren"
"kamu ini hanya asisten jangan belagu ya "ucap Celine
Dekha menelpon tak lama datang lah 2 orang bodyguard
__ADS_1
"seret wanita ini keluar", ucap Dekha
baik tuan
dua lelaki itu menarik Celine
"hei kalian tidak tau saya,lepasss,lepassss "teriak nya tetapi dua bodyguard itu tetap saja menyeret nya
semua karyawan melihat adegan itu berbisik
"pasti itu wanita yang ngejar-ngejar pak Daren "ucapnya
"iya "jawab sang teman
dan masih banyak lagi untaian kata-kata untuk Celine
"jangan kembali lagi" ucap bodyguard itu
"awas kalian ya " ucapnya dan berlalu pergi
"selamat datang nyonya "ucap bi Nunu
gena tersenyum melihat rumahnya kembali ia merasa senang
pak mamat membantu membawa barang kedalam rumah
"silahkan duduk nyonya tuan "ucap bi nunj
"bi tolong buatin minuman dulu ya sha mau naik ke atas dulu" ucapnya
ma sha naik keatas dulu ya,mau mandi bisiknya
"iya sayang " ucapnya gena
"pa,ma sha naik dulu bentar "ucapnya
mereka mengangguk tersenyum
seperginya Dasha merekapun mulai bicara
"gimana gen soal anak kita"ucap Bram
"mana bagusnya aja mas saya ngikut aja "ucapnya
Dila mendekat pada gena
"rencana nya kami ingin mempercepat hari pertunangan mereka "ucapnya
"itu kita bicarakan sama Daren dan Dasha aja Dil "ucap gena
"saat nanti aku tiada tolong jaga anak ku mas,Dil "ucapnya lagi dengan nada bersedih
"gen kamu gak boleh bicara begitu kamu pasti sembuh "ucap Dila
"dasha akan sedih dengan kamu bicara seperti itu "ucap Satrio menimpali
"mas,Dil penyakit ku ini makin lama tidak bisa di tolong aku hanya bergantung sama obat jadi sebelum aku pergi kalian janji jangan buat Dasha sedih" ucapnya meneteskan air mata
Dila memeluk sahabatnya lamanya
"kami akan menjaga Dasha menyayangi dasha seperti kami menyayangi Daren gen" ucap Dila ikut menetes kan air mata
"besok malam kita makan malam bersama dirumah kami,nanti Daren akan jemput kalian ucap Bram
mereka mengangguk saja
"apa perempuan itu sudah pergi 'tanya Daren
"sudah tuan "
'saya rasa itu rencana dari pak Kusuma selain putrinya itu ingin mendekati Anda pak Kusuma juga ingin mengambil keuntungan "ucap Dekha
"trik mereka sudah terbaca dari awal,saya ingin menanam saham disana supaya bisa.merebut perusahaan Kusuma" ucapnya tersenyum semirik
"mereka tidak tau saja bahwa singa ini sudah ada pawang "ucap Dekha
"bucin lagi "sambung nya
"jangan membatin ku kha "ucap Daren sambil fokus pada laptopnya
"apakah tuan muda cenayang bisa membaca pikiran seseorang "batinya lagi
"saya bukan cenayang" ucapnya
"baiklah tuan saya permis"i ucap Dekha ia langsung saja keluar dari ruangan Daren
Daren tersenyum melihat tingkah asisten nya itu tentu saja ia bisa melihat dari ekspresi wajah Dekha yang kaget itu .
"seger" ucap Dila
"hehe iya ma " ucapnya
__ADS_1
"udah wangi cantik ucap Dila
bersambung