
huekkk...huekk...suara seseorang didalam kamar mandi
Dasha yang kaget segera mengetuk kamar mandi..
"by...by..."kamu kenapa tanyanya yang masih senantiasa mengetuk pintu
tak lama nampak lah wajah pucat dari balik pintu
"ya ampun by" seru Dasha membawa Daren duduk pada ranjang
"sayang pusing,mual "ucapnya dengan manja menyandarkan kepalanya pada bahu Dasha
"kamu sakit deh by gak usah kerja dulu "ucap Dasha
dasha membaringkan Daren pada ranjang
"kamu tunggu sini dulu ya,"Dasha melepaskan pegangan tangan Daren
"kemana" tanyanya merengek
"ke dapur by buatin kamu air jahe siapa tau ngurangi mual nya" ucap Dasha
"jangan lama-lama ya" ucap Daren
"iya "jawab Dasha melangkah kan kaki nya keluar dari kamar..
"by di kulkas ada jahe gak ya" tanya Dasha setelah sampai di dapur
"ada non ,emang untuk apa" tanya bi Nunu
"itu Daren mual sampai muntah-muntah dikamar mandi tadi "ucap nya
"den Daren sakit non "ucap bi Nunu
"kayak nya gitu deh" ucap dasha mencuci jahe yang sudah ia cuci..
"sini non biar bibi bantu "ucap bi Nunu
"dikasih gula merah dikit ya by biar agak enak kalau diminum "ucap Dasha
"iya non "ucap bi Nunu
tring tring
"siapa "tanya Sisil
"dasha" jawab Dekha
"sini biar aku aja yang angkat" ucapnya
"silahkan sayang "ucap Dekha menyerahkan handphone nya pada sisil
pipi Sisil merona ketika Daren menyebutnya sayang
"kak...."
"hallo sha..."ucap mereka berbarengan
"Sisil" seru Dasha
"hehe iya ada apa "tanya Sisil
__ADS_1
"gue cuma mau bilang Daren gak bisa kerja soalnya dia sakit.."
"ha pak Daren sakit" ucap Sisil, Dekha yang mendengar itu memandang Sisil
"tumben sakit biasanya juga gak pernah sakit "batin Dekha..padahal wajar saja Daren kan manusia juga ya gak readers 😂
"iya dia muntah-muntah mana pucat lagi kasian sama kaki gue.."
"hmm yaudah ngapain juga Lo ngabarin laki Lo gak masuk,laki Lo itu kan bos" ucap Sisil
"ihh ni anak emang laki gue bos cuman nanti kalau gak dikasih tau kalian nyari lagi kemana ni bos "ucap Dasha menye-menye
"hehe iya benar juga Lo,tumben pinter "ucap Sisil
"gue pinter terus kamu aja lemot "ucap Dasha
"udah ha gue matiin "ucap Sisil kesal
"ehh tunggu"
"apalagi Dasha..."
"ni hp kak Dekha di Lo pasti kalian lagi bareng ya "
Sisil memandang Dekha yang fokus menyetir
"iya bareng dong ,ya gak salah kan bareng calon suami "ucap Sisil..melirik Dekha
Dekha tersenyum tipis mendengar perkataan kekasih nya
"hahh sekarang aja Lo ngomong nya gitu kemaren malu-malu kambing "ucap Dasha
"ya itu beda kalau Lo malu-malu kambing "tawa Dasha pecah
"sialan Lo sha" kesal Sisil
"non ini sudah siap air jahenya"
"udah dulu" ucap Dasha mematikan panggilan telepon sebelah pihak,ia sengaja mematikan panggilan karena ia yakin saat ini Sisil sangat kesal
"ni anak main mati-matiin aja"" kesal Sisil
"sama kaya tuan muda" ucap Dekha
"ya Cocok tu mereka berdua "
"udah jangan cemberut gitu ,apa dibilang Dasha tadi"
"pak Daren sakit katanya mual gitu sampai muntah Dasha bilang..."
"hmm berarti hari ini kamu harus Nemani aku lembur "ucap Dekha
"lohh...."Sisil menatap Dekha
"apa salah nya sayang" ucap Dekha
Sisil memalingkan wajahnya lagi-lagi di buat salting dengan panggilan sayang Dekha terkekeh melihat rona di pipi Sisil
"lama banget sayang "seru Daren melihat Dasha masuk membawa nampan
"kan lagi buat gak langsung tuang "ucap Dasha
__ADS_1
bangun minum ini dulu
Daren pun meneguk air jahe sedikit demi sedikit
"nah jangan langsung di abisin nanti panas ni perut" ucap Dasha menunjuk perut Daren
Daren hanya mengangguk..
"gimana udah mendingan "ucap Dasha
"hmm lebih mendingan si dari yang tadi .."
"bagus kalau gitu nanti di minum lagi selang beberapa menit ya" ucap Dasha
"kamu mau kemana lagi "ucap Daren .
"mau kebawah ,ambil sarapan kita sarapan disini aja" ucap Dasha
"tapi aku mau makan..."
"tumben daren mau makan ini.".Dasha menata makan di atas nampan
"mungkin bawaan sakit non "ucap bi Nunu iya kemungkinan gitu
flashback on
"makan apa "tanya Dasha
"ayam geprek sambal ijo"ucap Daren dengan mata yang berbinar
"ehh tumben "jawab Dasha
"lagi mau aja sayang "ucap Daren
"beli dimana pagi gini" ucap Dasha
"aku gak mau beli "ucap Daren
"terus"tanya Dasha
"kamu yang buatin ya sayang" ucap Daren
"huhh baiklah kalau gitu "ucap Dasha yang langsung saja mengiyakan dari pada menye-menye gak jelas
flashback off
"enak banget sayang" ucap Daren mengunyah makanan dengan lahap,Dasha hanya memandang Daren meringis ya ini masih sangat pagi untuk memakan yang pedas-pedas..
"kamu gak mau ini enak sayang kamu memang pandai masak" ucapnya mengunyah makanan
"gak aku makan nasi goreng aja "tunjuknya pada piring yang di tangannya
"hmm yaudah cepat makan tunggu apa lagi" ucap Daren
"iya ini juga mau makan "ucap Dasha menyuapkan makanan kedalam mulutnya
"ini sangat aneh,biasa nya Daren gak suka makanan berat di pagi hari,dan makan tidak menggunakan sendok tapi ini apa ...apa bawaan sakit ya "gumam Dasha melanjutkan makannya
bersambung
terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote ya teman-teman supaya semangat update nya terimakasih...
__ADS_1