
"huhh balik lagi deh kekamar ini" ucapnya
"sabar nyonya " ucap Valen membantu sandaran untuk gena
"gimana sekolah kamu tadi "ucap gena
"lancar nyonya sekolahnya bagus banget,dan makasih untuk nyonya dan kak Dasha yang udah mau sekolahin Valen tanpa kalian kami akan sulit untuk menjalani hidup ini" ucap Valen
"nak jangan berbicara seperti itu,ini rejeki dari Allah lewatnya nya dari kami " ucap gena
"kalian sudah baik dengan Valen dan juga ibuk,suatu saat Valen sudah punya kerjaan yang bagus Valen bakal balas jasa-jasa keluar Digantara" ucapnya
gena tersenyum mendengar itu
"makanya belajar yang rajin dan kalau suatu saat saya sudah tiada kamu jagain sha ", ucap gena
"nyonya gak boleh ngomong gitu nyonya pasti sembuh kalau kak sha dengar pasti dia sedih"
gena tersenyum tetapi matanya memanas menahan tangis
"andai kamu tau Len penyakit saya sekarang tidak akan sembuh,.........."
"mas kita akan berjumpa tetapi aku masih belum siap meninggalkan anak kita sendiri batin gena ia cepat-cepat menghapus air matanya yang ingin jatuh
"nyonya saya mau ganti baju dulu gerah soalnya " ucap valen
"bawa baju ganti kamu Len"tanya gena
"bawa nyonya"sahutnya
"kenapa gak ganti dari tadi kalau pakai baju sekolah nanti kotor."ucap gena
"tadi gak enak masih ramai orang dan habis itu kan kita jalan-jalan dulu supaya gak bosan nyonyanya ucap Valen
"yaudah ganti dikamar mandi gih" ucap gena
"misi nyonya" ucapnya membawa tas
gena meringis kepalanya kembali berdenyut
"ya Allah biarkan hamba melihat hari bahagia putri hamba sebelum engkau memanggil ", gumamnya
Bella kamu udah siap belum seru mamanya dari luar kamar
"bentar ma" tak lama kemudian Bella keluar dari kamarnya
"lama banget kamu,kita ini cuma mau ke super market "ucap gina
"lagian mama sih ajak Bella" ucapnya
"wajar dong kamu ikut bel yang mau datang itu juga calon mertua kamu jadi kamu harus ikut andil " ucap mamanya turun tangga
"iya iya dehhh" jawab Bella
"kok aku kepikiran soal Daren terus sih" batin bella menggeleng kan kepalanya
saat ini mereka sudah didalam mobil
"kenapa bel kok geleng-geleng gitu",ucap gina
__ADS_1
"enggak ma tiba-tiba berdenyut aja nih kepala "ucap Bella
"kamu sakit,kalau sakit yaudah gak usah ikut mama sama Bi Ida saja" ucap gina
memang pada awalnya gina ingin berlanjut bersama pelayannya tetapi saat ia ingat Bella dia jadi ingin mengajak anaknya untuk untuk berbelanja
"gak kok ma ini cuma denyut biasa nanti juga hilang "ucap Bella
"yakin kamu" ucap gina
"hmm ma" sahut nya ia pun membuka handphone nya dan mengirimkan pesan pada kekasihnya
Bella ini sebenarnya anak yang baik cuma karena ia mencintai Bima jadi ia rela merebut kekasih sepupunya itu ia berpikir Dasha terus saja beruntung mendapatkan beasiswa,mendapat lelaki seperti Bima maka dari itu ia ingin merebut Bima dan akhirnya ia dapatkan tetapi apakah saat ini Dasha dan Daren,Bella juga ingin merebut nya kita lihat saja nanti
Dasha dan Daren sudah sampai didepan halaman rumah Digantara 10 menit lalu tapi Daren enggan membangun Dasha dari tidur nya ia melihat kelelahan Dasha dan ia masih ingin memandang kekasihnya itu
"tidur aja cantik" ucap Daren mengelus pipi Dasha
ia menyelipkan rambut Dasha lalu tersenyum Daren menelusuri wajah dasha dengan tangannya Dasha yang merasa terganggu pun membuka matanya ia melihat kekasihnya sudah didepan wajahnya saat dahsa ingin berbicara Daren sudah dulu membungkam mulut dengan bibirnya
Daren ******* bibir dasha dengan lembut Dasha pun mengikuti permainan Daren Daren menelusuri leher Dasha saat mendengar Dasha mengerang ia tersadar bahwa ia telah kelepasan ia segera menghentikan aktifitas nya itu ia memandang Dasha sedangkan Dasha sangat malu apalagi dia mengeluarkan suara erotis seperti tadi
"kamu menikmati nya sayang" ucap Daren serak ia menahan gejolak pada dirinya
"haaa...emmm sudah sampai oh sudah sampai yaudah sha turun ya by" ucapnya cepat-cepat membuka pintu dan masuk sedangkan Daren masih berada dalam mobil
"manis sekali dia malu-malu seperti itu" ucapnya
"dan kamu adik kecil kenapa bangun ini belum saat ya kamu harus sabar" ia mengelus area sensitif nya
entah kapan ia menjadi mesum seperti ini padahal ia termasuk lelaki cool yang enggan melakukan hal-hal seperti itu apalagi pada saat bersama Jesi ia juga tidak melakukan hal-hal yang lebih sekadar mencium kening pipi dan berpegangan atau pelukan
"eh Aden" ucap bi Nunu
"dasha dimana bi" tanyanya
"naik ke atas tadi den kayak buru-buru"ucap bibi
"baiklah bi saya naik ke atas dulu ucapnya
"Aden" panggil bi Nunu
Daren berbalik
"gimana kondisi nyonya" tanyanya
Tante gena masih dalam perawatan bi cuma kondisi nya sudah tidak selemah waktu kemarin dan Alhamdulillah sudah bisa bicara juga ucap Daren
"Alhamdulillah kalau gitu "ucap bi Nunu
iya bi saya permisi ucap Daren
"silahkan den "ucap bi Nunu
Daren menaiki tangga dan masuk kedalam kamar Dasha ia membaringkan tubuhnya pada kasur Dasha terdengar suara ricikan air dari dalam kamar mandi jadi ia tau bahwa Dasha sedang mandi
tak lama kemudian Dasha keluar dengan jubah mandinya paha yang terekpos dada nya yang terlihat sedikit walaupun begitu cukup menggoyang iman Daren
"byyyy" teriak Dasha kaget melihat Daren yang memandangnya sangat dalam entah apa yanga da dipikiran kekasih nya itu
__ADS_1
Daren menelan ludah nya
"astaga pemandangan apa ini" batinnya
"by ngapain sih kamu disini " seru Dasha
Daren tersadar ia mendekati Dasha
"by jangan dekat ih sha mau baju dulu "ucapnya gugup
Daren maju dasha mundur dan pada akhir nya punggun Dasha mentok pada dinding
"by ihh kamu mau apa" ucapnya
Daren menarik pinggang Dasha sehingga tidak ada jarak pada mereka berdua
"byy" ucap Dasha gugup
"Kamu se**i" bisik Daren
Dasha merinding mendengar bisikan Daren
Daren membelai wajah Dasha ia pun kembali ******* bibir Dasha ...Dasha pun mengalungkan tangannya pada leher Daren
Daren mengangkat pinggul Dasha sehingga ia menggendong Dasha seperti anak koala tanpa melepaskan pagutan ia merebahkan Dasha
tak lama bibir mereka pun lepas baru saja Daren ingin menyatukan bibirnya lagi dasha berkata
"by mommy menunggu dirumah sakit" ucapnya ia takut Daren kelepasan
Daren sontak diam dan langsung bangun ia membantu Dasha bangun
"maaf sayang kamu terlalu menggoda untung tidak kelepasan "ucapnya
blush pipi dasha memerah
"hei pipi mu memerah" ucap Daren
"aaa tidak, minggir by sha mau ganti baju "
ia pun segera menjauh dari Daren mengambil baju dalam lemari dan segera masuk kedalam walk-in closed
"kalau gini terus bahaya" gumam Daren tersenyum
di dalam walk-in closed Dasha memukul kepalanya pelan
"dasar kamu ini orang tua sakit kamu mesuman "
"ya Allah maaf ya tadi itu khilaf "
"gara-gara setan ni" ucapnya lagi
ia segera memakai bajunya
bersambung
Doble D ini ya harus cepat di halail dong Daren biar gak kelepasan hihihihih😁
makasih ya udah baca terus dukung Like komen dan vote kasih hadiahnya juga ya supaya author makin semangat nin update nya
__ADS_1