
gimana toko roti nin" ucap gena
"aman buk yang order makin membludak " ucapnya
"syukur deh kalau gitu"jawab gena
"yaudah saya mau kebelakang dulu dan mau bantu sekalian untuk pembuatan rotinya" lanjut gena
"silahkan buk", ucap Nina
"ini rasanya sudah pas ,kalau yang ini coba tambah selai dalamnya agak agak banyak karena rotinya yang ini besar jadi harus dikasih selainya agak banyak supaya konsumen itu merasa puas dengan lembut rotinya dan isi dalamnya "ucap gena
"bagaimana roti ini Buk"tanya gio
"kalau roti sobek ini kamu isi dengan beberapa rasa jadi jangan hanya rasa coklat tetapi ada rasa srikaya dan vanila" ucap gena beri saran
"berarti roti sobek ini 6 ya Bu duanya coklat duanya vanila duanya srikaya" ucap gio
"benar sekali "ucap gena yang sekarang memakai baju pastry seperti karyawan lainnya
ia menyibukkan dengan membuat resep baru roti ia melupakan bahwa kesehatannya sekarang harus dijaga tidak boleh kelelahan
"udah lama nunggunya" ucap Dasha mendekati
sisil
"enggak baru keluar juga "ucapnya
"yaudah lesgo" ucap Dasha
saat mereka melangkahkan kaki menuju parkiran terdengar teriakan seseorang
"sayang......"
Dasha dan Sisil berhenti
kayak nya itu suara cowok Lo deh" ucap Sisil
dasha membalikan badannya begitu juga dengan Sisil
"by"ucapnya
Daren mendekati Dasha dan seperti biasa Dekha berada di belakang
"sudah selesai "ucap Daren
"hemm" angguk Dasha
by tadi kamu gak malu teriak-teriak sayangg kaya tadi" ucao Dasha
"buat apa malu kamu kan pacar aku" ucap nya
"iya sih cuman ini kan kantor by"ucap Dasha
"biar saja ,biarkan semua orang tau kamu itu milik aku" ucapnya Sisil melongo mendengar penuturan Daren
"inikah pak Daren yang terlihat datar dan seperti singa itu" batinnya
"mulai lagi deh" batin Dekha menggaruk tengkuknya
Dasha tertawa
"ih by malu ah " walaupun Dasha senang akan apa yang di ucapkan pacarnya
Daren merangkul Dasha dan melangkahkan kaki mereka
"yah ditinggal "ucap Sisil
dekha memandang Sisil begitu pula dengan Sisil
Sisil mengangkat alisnya
__ADS_1
"ayo "ucap Dekha
terpaksa Sisil berjalan di belakang Dasha dan Daren ia bersama Dekha
"by sha mau bawa Sisil dan Valen ke mall dan kamu yang traktir" ucapnya
"boleh kartunya kan sudah ada pada kamu ucap Daren
"jadi boleh pergi ya" ucapnya
"dengan satu syarat ucap Daren
Dasha mengangkat alisnya nya
" apa tuh "ucapnya
"Minggu depan kamu harus ikut aku ke luar kota"ucap Daren
"eh kenapa keluar kota"tanyanya
"ada urusan bisnis juga sayang, disana kan ada jabang ku juga "ucapnya
"yaudah tapi sha ijin dulu sama mommy"ucapnya
"yaudah gih " ucap Daren mengelus pucuk kepala Dasha
"sil ayoo "ucap Dasha
"pacaran Mulu" lanjutnya
"ehh tu mulut yang ada Lo yang pacaran" kesal
sisil
"jangan marah-marah sama pacar saya"ucap Daren
"ya ampun ni pacar orang galak bener"ucap Sisil
"kamu traktir" ucap Sisil
"bukan" ucap Dasha
"terus " tanya Sisil
"nih orang nya" tunjuk Dasha pada Daren
"pak daren ikut" tanyanya
"enggak tapi ini niii" tunjuknya lagi kartu tanpa batas
"ya ampun papa gue aja gak kasih ini dia yang simpan nah Lo langsung kasih wihhh bucin banget ya pak"ucapnya tertawa
Dekha mendengar penuturan Sisil
"berarti anak orang kaya kenapa kerja disini"pikirnya
"ya ampun" seru Dasha
"apa" kaget Sisil
"Valen"serunya
"Valen?....,Valen siapa "ucap Sisil
"itu anak bi Nunu ada di mobil" ucap Dasha
"ya ampun sha anak orang Lo tinggal lama banget dalam mobil"ucap Sisil
"yaudah by pergi dulu ya "ucapnya
"hati-hati jangan ngebut" pesan Daren
__ADS_1
"sil gak pamitan" tanya Dasha
"sama siapa "ucap Sisil
"ya kak Dekha" ucap Dasha tersenyum jahil
"ehhhh...Lo pamitan sama pak Daren karena pacarnya lah gue apa" ucap Sisil
"Lo itu....."
"ayooo "potong Sisil
"anak orang noh dalam mobil"ucap ya lagi
"da byyy" seru Dasha
"dasar bucin " sindir Sisil
"biarin wleee" ledek Dasha
"sesampai di mobil sil dibelakang ya depan kan udah ada Valen" ucap Dasha
"iya ayo" ucap Sisil membuka pintu mobil belakang
"maaf ya Len lupa,habisnya tadi ngobrol terus ", ucap Dasha
"gak papa kak" ucap Valen
"dia itu bucin Len makanan lama banget tadi" ucap sisil
Valen menoleh kebelakang
"oh ya nama gue Sisil" ucapnya
"Valen kak "ucap nya
"oke sekarang kita ngemall dulu", seru sisil
mobil merekapun meninggalkan perusahaan Aryabatta
"kha kita ke kafe dulu mau cek keuangan" ucap Daren fokus pada tabletnya
"baik tuan muda" Dekha memandang Daren sekilas dari spion depan
-
-
"gak sabar deh nunggu pertunangan kita Bim"ucap Bella
"hemm" balas Bima
Bella menatap Bima
"Bim kok kamu kayak gak semangat gitu" ucap bella
"bukan gitu bel ,cuma capek aja" jawabnya
"yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya"ucap Bella
"mau diantar" ucapnya
"gak usah naik taxi aja "ucap Bella
"hati-hati" ucap Bima mencium kening Bella
Bella tersenyum
bersambung
terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote ya supaya semangat buat update nya
__ADS_1
kalau ada kata-kata yang salah atau banyak typo maaf karena biasa karya baru semoga menghibur