
"by aku lagi masak susah geraknya kalau kamu gini "ucap Dasha pada Daren yang memeluknya dari belakang tak mau melepaskan nya
"mau nya gini "ucap Daren memeluk Dasha dari belakang
"Daren Prayoga Aryabatta..."ucapnya
"kenapa "sahut Daren
"seorang tuan muda arogan berbicara manja pada seorang gadis bernama Dasha lili Digantara wohh itu sangat hebat" ucap Dasha mengangkat tangan
"bagaimana kalau banyak rekan bisnis mu yang tau bahwa sisi terang seorang Daren itu ya seperti ini" ucap Dasha tertawa
"biarin ,kalau dekat kamu itu bawaannya mau manja terus" ucap Daren membalik tubuh Dasha mengahadap nya,
Dasha terdiam ketika Daren menatapnya begitu dalam saat ini ia begitu gugup ..
"hmm" ia berdehem..
"by ".....Dasha mendorong dada bidang Daren sedikit keras
tetapi Daren masih saja memegang erat pinggang Dasha
"byy" panggilnya.
"kenapa sayang" ucap Daren
"kapan nih masakan nya jadi "ucap gena sengaja memergoki anaknya
Daren sontak melepaskan pelukannya pada pinggang Dasha
"ahh Tante tadi ma,,ta sha kemasukan sesuatu..ya kan sayang "ucap Daren gugup
dasha tersenyum mendengar penjelasan dari kekasihnya itu.daren berpikir ia akan dimarahi calon mertuanya itu
"yakin "ucap gena mengsedakap kedua tangannya didepan dada dan mimik wajah yang sulit diartikan
"iya Tante benar" ucapnya tambah gugup keringat dingin sudah menjalar pada pelipis nya
sontak Dasha dan gena pun tertawa melihat tingkah ketakutan Daren
Daren bingung kenapa mereka tertawa tetapi beberapa saat kemudian ia mengerti ternyata dirinya sedang di kerjain..
"astaga lucu deh wajah kamu "ucap gena
"iya mom dia ketakutan banget "ucap Dasha masih tertawa
wajah Daren memerah karena malu
"kirain Tante bakalan marah" ucap nya
"kamu kan gak ngapa-ngapain anak Tante jadi untuk apa marah "ucapnya
"tau tuuhh yaudah kamu itu dari pada gak bantu aku masuk mending lihatin aja deh nganggu"ucap Dasha
"yaudah kalian lanjut tapi jangan romantis terus mommy udah lapar" ucapnya
Dasha dan Daren menyiapkan makan siang untuk mereka awalnya Dasha sudah meminta Daren untuk pulang tetapi Daren beralasan akan langsung saja menunggu Dasha untuk membawa nya kerumah tentu hal itu tidak bisa lagi di tolak Dasha
"jadi kita mau kemana lagi ini udah siang" ucap Sisil
__ADS_1
"kamu mau kemana "ucap Dekha
"mau makan" ucap Sisil
"kamu lapar" tanyanya
"lapar lah kak ,aku kan belum sarapan juga tadi pagi "ucapnya lesu
"astaga " ucap Dekha
"maaf ya aku udah buat kamu kelaparan" ucapnya formal
"iyaa "ucap Sisil
"mau makan di mana" ucapnya
"terserah kakak aja" ucap Sisil
"yaudah "ucapnya balik arah menuju restoran yang biasa ia datangi dengan bos nya
Dekha terus saja mencuri pandang pada Sisil sedangkan Sisil fokus saja pada handphone
"gimana sih kha masa anak orang sampai kelaparan "batinnya
Dekha merasa bersalah karena telah membuat Sisil kelaparan tapi ia tidak bermaksud begitu ini adalah pengalaman pertama nya membawa seorang perempuan berjalan-jalan
ia mengusap wajahnya dengan kasar ..Sisil menoleh Dekha sekilas
"ada masalah kak "ucap Sisil
Dekha sontak memandang Sisil
"engga "jawabnya singkat
"enak ya Tan masakan Dasha "ucap Daren
"pasti" ucap gena tersenyum
"eh bibi sini gabung" ucap Dasha
"engga non bibi sama Valen makan di belakang "ucap nya
"yahh ..."ucap Dasha
"lain kali aja sha" ucap mommy nya
"gimana bi sekolah Valen,"ucap Dasha
"lancar non berkat non "ucap bi Nunu
"yaudah non saya mau lanjut beres-beres dulu "ucap bi Nunu
Dasha mengangguk
"enak "ucap Dekha
"hemm" Sisil mengangguk
"makan Kak jangan liatin aku mulu" ucap Sisil
__ADS_1
"aaa...." Dekha gelagapan sehingga ia menyuapkan makanan nya dan menyisakan makanan dibibir nya
Sisil yang melihat itu tertawa, Dekha bingung kenapa tiba-tiba Sisil tertawa begitu
"kakak makan nya kayak anak kecil "ucap Sisil
"hah "....Dekha masih kebingungan apa yang dimaksud dengan sisil
"ini "ucap Sisil mengelap tepi bibir Dekha
deg deg suara jantung Dekha berdegup kencang
tatapan Dekha dan Sisil terkunci mereka seakan lupa berada dimana sekarang, mereka terhanyut tatapan satu sama lain
deg deg jantung Sisil
"ya ampun jantung gue kumat lagi "batinnya
"ah maaf" ucap Sisil tersadar segera menjauhkan tangannya dari bibir Dekha
Dekha dan sisil sama-sama canggung
"habis ini kemana" ucap Dekha mencair kan suasana
"nonton gimana"??.. ucap Sisil
"boleh" ucap Dekha datar
"hati-hati pulangnya jangan malam-malam yaa pulang nya" peringat gena pada Daren dan Dasha
"oke mom "ucap Dasha yang sudah berada didalam mobil
"tit......"
Daren membunyikan klakson
gena melambaikan tangan nya, setelah mobil Daren tidak terlihat lagi pandangan gena kabur ia mencoba menggeleng kan kepalanya.
"bi..bi... "teriak nya
Bi Nunu dengan sigap mendekati gena
"nyonya" seru bi Nunu
"tolong antar saya ke kamar" ucap gena
"iya nyah "ucap nya memapah gena
"Len...Len...."teriak Nunu
"ya Bu" ucapnya
"loh nyonya kenapa "ucapnya kaget melihat gena terlihat lemah Yang sedang di rangkul ibunya
"tolong bawakan air hangat kedalam kamar nyonya cepat "ucap nya
"iya Bu "ucap Valen segera menuju dapur
bi Nunu pun segera membawa gena kedalam kamar
__ADS_1
bersambung...
terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote ya.