
"maaf sayang "ucap Daren bersalah
dasha tersenyum dirinya pun tidak bisa menyalahkan Daren karena Daren tidak ada memaksanya
"semoga tidak terulang aja by" ucap Dasha
"kita mau makan kemana" ucap Dasha mengalihkan pembicaraan
"kamu mau nya apa" ucap Daren
"aku dengar di kota ini terkenal sebuah restoran lobster nya enak "ucap Dasha
"iya lobster disana enak apalagi masakan restoran itu tidak pernah mengecewakan "ucap Daren yang sambil menyetir
"kita ke restoran Y ya "ucapnya
Dasha tersenyum
tak lama kemudian mereka pun telah tiba direstoran tersebut Daren menggandeng tangan Dasha .mereka duduk di area outdoor karena Dasha menginginkan itu
"silahkan dipesan" ucap pelayanan
"menu lobster di restoran ini terenak "ucap Daren datar
"baiklah minumnya" ucap pelayan
"shikuwasa juice, kalau kamu sayang" ucap Daren
"hmm Sangria kayaknya seger deh "ucap dasha memberikan buku menu
"baik lah nona tuan silah kan ditunggu pesanannya ucap pelayan dan segera berlalu
"kamu suka"
dasha tersenyum ia menikmati angin malam yang sejuk
"kenapa sih nggak bawa Kak deka kan Kak deka sendirian" ucap Dasha
"kita kan dinner sayang sebelum besok melakukan kerjaan" ucap Daren
"hmm gitu"
"tuan enak dinner segala lah aku sendiri disini "ucap nya
Ting
handphone Daren berbunyi
ia membuka pesan itu
astaga dari tadi si jelaskan masa gak ngerti ucap Dekha kesal
ia menelpon Sisil
"hallo "ucap Sisil
"gimana kak gak ngerti"
"ya ampun Sil kan udah dijelasin tadi" ucap Dekha
"susah kak Sisil mana bisa ngurusin kayak gini "ucapnya lesu
__ADS_1
"sil kamu tinggal kirim email keperusahan nya kok ucap Dekha
"duh carii yang lain aja kak jangan Sisil "ucapnya ditelpon
"gak bisa kamu udah di pilih tuan muda jadi gak bisa gitu" ucap Dekha
"jadi gimana dong gak ngerti ni grafik apa an juga di laptop" ucap Sisil
"yaudah coba ganti ke video call biar di bantu "ucap Dekha
"yaudah" ucap Sisil
Sisil pun mengalihkan ke mode video call
"yang mana" ucap Dekha
Sisil mengarahkan pada laptop
Dekha pun menjelaskan dengan detail dan juga secara perlahan walaupun Sisil tergolong dari keluarga kaya dan mempunyai perusahaan juga tetapi papa nya yang mengelola sedangkan dia baru saja terjun tetapi bukan di perusahaan nya melainkan di perusahaan Aryabatta wajar saja kalau dia sedikit sulit untuk memahami
"gimana paham"?? ucap Dekha
"paham kak makasih ya "ucap nya
"iya "
"kakak lagi apa "ucap nya mengalihkan kamera depan
"duduk" ucapnya gugup melihat wajah Sisil secara terpampang di kamera
"das..." ucapan Sisil terpotong ketika pintu kamarnya diketuk
"silll"
"ahh mama bentar ya kak "ucap Sisil
ia membuka pintu kamarnya
"ya ma" ucapnya
makan malam dulu ucap sang mama
"kamu ngapain sih "ucap nya
Dekha masih saja mendengar percakapan mereka
"ohh ini ma perkejaan kantor biasa "ucap Sisil
"kamu sih lagian kenapa gak ikut papa aja kalau memang mau belajar bisnis "ucap mamanya
"ma Sisil cari pengalaman lagian kan disana ada Dasha juga jadi enak "ucapnya
"sampai kapan kamu kerja di perusahaan Aryabatta "ucap mamanya
"sampai pandai "ucap Sisil
"yaudah terserah kamu aja yuk turun papa udah nungguin "ucap mamanya
"yaudah Sisil ikat rambut dulu mama duluan aja "
ucap nya
__ADS_1
"cepat ya" ucap mamanya
"iyaa "jawab Sisil
Sisil kembali memandang handphonenya
"kak udahan dulu ya mau makan" ucap Sisil
"hmm tunggu" ucap Dekha
"kenapa lagi Kak" ucap Sisil
"orang tua kamu punya perusahaan" tanyanya
"punya dong kak" ucap Sisil
"kenapa gak kerja di perusahaan papa kamu"
"cari pengalaman,udah ha kakau makan malam dulu byeee...kakak jangan lupa makan malam juga "ucap Sisil dan akhirnya mematikan panggilan
"tung...."
"di matiin "gumam Dekha
"padahal kan mau tanya perusahaan nya itu apa "tambahnya lagi
"mending pesan makan aja deh malas keluar "ucapnya memesan makanan lewat aplikasi online
"gimana enak "ucap Daren
"enak"ucap Dasha menggoyang kepalanya
"cewek itu kalau enak kepalanya harus di goyang-goyang ya" ucap Daren
Dasha tersenyum mendengar ucapan Daren
"reflek aja by" ucapnya
"gimana keadaan Tante gena" ucap mama Sisil
"hmm sekarang udah mendingan ma cuma penyakit nya gak bisa di sembuhkan cuma dibantu obat" ucap Sisil dimenyuap kan makanan nya
"kasihan Dasha "ucap Ajeng
"iya ma kasian sha" ucapnya
"nanti kita main kerumah gena" ucap sang papa
"iya pa "ucap Sisil
bersambung
terimakasih yang sudah baca terus dukung karya saya jangan lupa like komen dan vote kalau mau kasih saran boleh atau ada kisah cerita yang bagus atau judul yang bagus untuk buat novel juga boleh di usulkan
__ADS_1