
diwaktu yang masih fajar Dasha terbangun ia melihat dirinya sedang berada di pelukan kekasihnya..ehh ralat suami,ya sekarang sudah menjadi suaminya
ia menggeser tubuh nya pelan-pelan supaya tidak menggangu tidur suaminya
terlihat om,Tante dan juga mertuanya masih senantiasa berada di ruangan ini entah kapan banyak sofa di dalam ruangan ini,.
ia melirik jam pada lengannya 4.30...
" mom " ucapnya bergetar menahan tangis
sesuli-sulitnya ia menahan kan air matanya tetapi pada akhirnya lolos juga..
ia menghapus air matanya
"mom harus kuat,mom janji gak akan tinggalin Dasha" ucapnya seraya menangis dalam diam sesak nafasnya menangis dalam dia ia berdiri dan berjalan cepat masuk kedalam kamar mandi,didalam kamar mandi ia menumpahkan segala tangisnya..sesaat merasa baik ia membasuh wajah nya dan keluar dari kamar mandi .terlihat sang mama membuka matanya dan melihat kesana kemari
"mom "ucapnya cepat-cepat mendekat pada gena
"mom sadar" ucapnya lagi tersenyum
gena membalas senyuman anaknya ..Dasha segera memencet tombol nurse call
para keluarga bangun mendengar suara-suara berisik..Daren mengucek-ngucek matanya dan mendekat pada Dasha
"sayang "panggilnya memegang kedua bahu Dasha
"by mommy" sadar ucapnya tersenyum memegang tangan Daren yang ada di bahunya Daren pun mengangguk tersenyum
kondisi pasien sangat lemah" ucap dokter..
"maksud anda apa dokter.".bukan Dasha yang bertanya melainkan gina
"untuk bertahan sekarang itu sudah mukjizat "ucap dokter
"sha "ucap gena yang lemah..
Daren melepaskan pegangannya,Dasha pun mendekat pada mommynya dan mendekap tangan sang mama
"sha,mom,,my ha,,rus per,,gi "ucapnya terputus-putus
"engga mommy gak boleh ngomong gitu,dokter ayo periksa mommy saya "ucapnya menarik lengan dokter Ricardo
"sha ,sha" ucap Dila mendekat pada menantunya,
"sayang kamu gak boleh gini"
"ma suruh dokter sembuhin mommy nya sha "ucapnya menangis pilu gina melihat keponakan menangis seperti itu ikut bersedih ia memeluk suaminya
Daren membawa Dasha kedekapannya
gena yang sudah sulit untuk bernafas ia berbicara
"Dil,Bram..Tolo,,Ng ja,ga put,,RI ku" ucapnya lemah
"kami akan selalu menjaga Dasha gen "ucap Dila
"gina "ucapnya ya memandang sang adik menangis pilu
gina mendekat pada kakaknya ia memegang tangan sang kakak
__ADS_1
"walaupun nan,,ti aku Tia,,da to,long kamu jaga Dasha" ucapnya mengatur nafas
Dila mengangguk sambil berderai air mata
"Daren to,,long ja,ga anak mom,,my ja,Ngan ka,mu sakiti dia "ucap Dasha melemah daren pun mengangguk
"emang mommy mau kemana,mommy yang bakal jaga in Dasha terus dan mommy gak bakal pergi "teriak Dasha sedikit seraya menangis
"sayang" ucap Daren memegang kedua bahu Dasha
gena tersenyum ia menggapai wajah anaknya dengan satu tangan karena satu tangannya berpegangan dengan gina
tak lama kemudian pun tangan gena terjatuh begitu saja dan pegangan tangannya pada gina pun melemah
"mom "teriak Dasha histeris .
"dokter tolong periksa mertua saya ucap Daren
"baiklah kalian semua silahkan keluar dari ruangan ini dulu"
mereka semua keluar dari ruangan itu
"sayang ayo kita keluar"
"tidak by aku mau Nemani Mommy disini" ucapnya
"sayang plis biarkan dokter yang nangani dulu "ucap Daren dan akhirnya Dasha pun mau menunggu di luar
terlihat di luar kaca mereka memperhatikan dokter memacu jantung gena dengan pacemaker(alat pacu jantung)
Dasha masih dalam pelukan suaminya tak lama dokter pun keluar
"gimana dokter mommy saya baik-baik saja kan "ucapnya tersenyum berlinang air mata
"mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi..."belum selesai dokter bicara Dasha langsung berteriak histeris
"tidakkkkk.."ia langsung menerobos masuk kedalam ruangan gena
mereka semua menyusul Dasha yang masuk kedalam ruangan itu terlihat dokter pun merasa bersedih akan pasiennya
"mom..bangun..mom..tidak,mom tidak boleh pergi mom janji bakal temani sha terus..mom bangun ucap Dasha menangis histeris.. menggoncang tubuh gena yang sudah tidak bernyawa
"sayang tenang" ucap Daren berusaha menenangkan tangis istrinya
gina pun begitu ia menangis di pelukan suami nya,kakak selama ini yang menjaganya sebelum bertemu sang suami kini telah pergi untuk selama-lamanya
"sabar sayang "ucap Satrio mengelus punggung Gian
"mas gena mas "tangis Dila pun pecah.. bagaimana tidak baru kemarin mereka tertawa ria sekarang ia harus dihadapkan dengan kenyataan ditinggal sahabat dan sekaligus besannya
"by suruh mommy bangun.."ucapnya menggoncang tubuh Daren
"sayang kamu harus sabar mommy sudah tenang disana "ucap Daren mendekap Dasha
terlihat dokter dan suster melepas alat-alat yang ada di tubuh gena
dasha mendekat pada mereka
"tidak.. jangan dilepas,mommy saya butuh alat itu..mommy saya lagi tidur jangan dilepas .."ucap Dasha seraya mempertahankan alat pada tubuh ibunya
__ADS_1
Daren melihat itu merasa pedih baru saja kemarin ia melihat senyum sang istri sekarang melihat derai air mata yang berjatuhan dari mata cantik sang istri
Daren membawa Dasha menjauh dari brankar gena
dokter pun melepaskan semua alat-alat di tubuh gena
"tidakkah jangann"teriaknya tetapi Daren dengan sangat kuat memeluk Dasha
"lepas..lepass...."ucapnya pada Daren
tak lama pun dasha kehilangan kesadaran nya
Daren yang panik pun segera mengangkat Dasha menuju sofa Dila dan Bram mendekat pada Dasha
"sayang" Daren menepuk-nepuk pelan pipi Dasha...
kemarin keluarga dari Aryabatta maupun Digantara kelihatan bahagia tetapi saat ini hanya ada tangisan dan juga duka yang nampak pada keluarga itu
saat ini semua orang telah meninggalkan kuburan gena hanya tersisa keluarga dan juga teman dekat Dasha
dasha masih saja menangis memeluk batu nisan sang mama
"sayang kamu harus ikhlas" ucap Daren merangkul Dasha dan
tetapi Dasha masih saja bergeming tanpa mengucap kan kata
Dasha mendongak menatap mamanya
"sha "panggil Dila
Daren memberikan ruang untuk sang mama berbicara pada istrinya
"sha kamu gak boleh larut dalam kesedihannya ini,mama kamu akan sedih .".ucap Dila
dasha memeluk mertuanya itu.."kenapa ma,kenapa harus terjadi pada Dasha kenapa di hari bahagia Dasha.. Dasha harus mendapatkan ini" ucapnya menangis
"sayang,kamu yang sabar dan lihat sekarang mommy kamu udah gak sakit lagi "ucapnya
gina mendekat pada Dasha dan juga Dila
"kak ,,semoga tenang disana kami disini akan selalu menjaga Dasha "ucapnya mengelus kepala Dasha
-
-
tersisa Daren dan Dasha di kuburan itu terlihat Dasha belum ikhlas melepas sang mama
"sayang kita pulang,hari mulai panas "ucapnya lembut
Dasha hanya mengangguk tanpa sepatah katapun
malam harinya rumah Dasha ramai akan orang tahlilan tetapi Dasha hanya termenung ia merasa hampa serasa sebagian jiwanya ikut pergi
bersambung
terimakasih yang sudah baca jangan lupa dukung terus yaa
like komen dan vote.....
__ADS_1