Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
terpesona


__ADS_3

seorang pria baru saja menyelesaikan ritual mandinya ia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya yang menampakkan perus sixpack yang berbentuk kotak-kotak Daren mempunyai bentuk tubuh yang sempurna dikarenakan ia sering melakukan gym tentu saja perempuan manapun yang melihatnya akan terpesona


ia menggeser pintu lemari yang berisikan kumpulan baju, jas dan juga celana ia mengambil setelan jas abu-abu


setelah beberapa menit ia telah rapi dengan pakaian yang dipakainya sangat pas di tubuhnya yang kokoh. tahap terakhir ia memasang dasi yang senada dengan setelan jasnya lalu ia keluar kamar dan meburuni tangga menuju meja makan yang disana telah ada mama dan papa nya


"pagi pa,ma"ucap Daren


"pagi sayang"


"pagi son"


jawab mereka berdua bersamaan


Daren Duduk disamping mamanya


mamanya memberikan pancake kepada anaknya itu dan segelas teh hangat


seraya mengunyah makanan papa Bram membuka suara


"Daren apakah yang kau katakan malam itu benar adanya bahwa kamu telah mempunyai calon istri"tanya papa Bram


"hmm itu benar"jawabnya sambil memakan pancake yang dipiring nya


papa Bram memandang mama Dila


mama Dila lalu berkata


"kenapa tidak dibawa kesini nak,pulang nanti kamu harus membawanya ke sini karena mama ingin mengenal calon menantu mama"ucap mama Dila bahagia


uhukk Daren tersedak mendengar penuturan mamanya pacar saja ia belum punya Karena pengkhianat an dari sang mantan jadi ia enggan pacaran layaknya anak muda sekarang


"pelan-pelan ren makan nya sampai keselek gitu"ucap mama Dila seraya memberikan segelas air putih kepada Daren


"makasih ma"ucapnya setelah meminum air


"apa yang dibilang kan mama Mu benar Daren kalau memang yang kamu kata kan itu benar maka bawah lah calon menantu kami makan malam di rumah ini "ucap papa Bram


Daren termenung mendengar penuturan ayah nya siapa yang bisa ia bawa malam ini,


"sungguh sangat pusing memikirkan perempuan"batinnya


ditengah-tengah Daren kalut dengan pemikiran nya Dekha asisten nya datang untuk menjemput


"selamat pagi tuan besar,nyonya besar dan tuan mudah"ucapnya membungkuk


mereka mengalihkan pandangannya kepada Dekha yang baru saja datang


"pagi kha" ucap mereka bersama


"sudah sarapan nak"tanya mama Dila pada Dekha


"sudah nyonya besar"jawabnya sopan


Daren berdiri dan berkata


"baiklah ma Daren berangkat dulu karena hari ini ada interview sekretaris baru jadi Daren harus datang lebih awal dari biasanya"


pa"panggil nya menyalami papanya


ma"Ian juga mengalami mama dan mencium pipi mama nya


"Daren berangkat dulu"ucapnya dan berlalu


"hati-hati Daren , Dekha nyetirnya jangan terburu-buru ya"ingat mama dila


"baik nyonya,tuan besar saya permisi"ucapnya berlalu setelah mencium tangan kedua majikannya


setelah kepergian sang anak mama Dila berbicara kepada papa Bram


"kira-kira siapa gadis yang akan di bawa Daren ya pa"tanya mama Dila


"papa kurang tau ma,anak itu tidak pernah bicara soal kekasih kepada papa,kalau tidak masalah kantor ia berbicara masalah perkembangan kafe kita "ucap papa Bram


papa Bram sudah pensiun di dunia bisnis tinggal sang anak semata wayangnya yang mengurus perusahaan dan juga kafe yang saat ini juga terkenal.


"papa yakin Daren masih trauma akan kejadian beberapa tahun lalu dimana Jesi mengkhianati nya ma kemungkinan Karena itu dia tidak mau membicarakan perempuan atau mem publis nya lagi"sambung papa Bram


"semoga saja yang di katakan Daren itu benar jadi hari ini mama harus suruh bibi Ainun masak"ucapnya


"ya biar kang Ujang dan bi endang yang belanja "ucap papa Bram


"mama biar di temani bi Ainun nanti mama capek kalau cuma sendirian di dapur" sambung papa Bram lagi


"ya pa mama mau kebelakang dulu buat kasih tau bi endang apa-apa aja yang mau dibeli"ucap mama dila


iya papa mau kedepan taman belakang juga, berjemur sekalian joging kecil lah"jawabnya seraya mengusap pucuk kepala istri nya lalu mengecup nya


"ya pa"ucap mama Dila dan berlalu


mom"ucap gadis itu menuruni tangga rumahnya


"sini sayang mom sudah siapkan nasi goreng kesukaan kamu"ucap mommy gena tanpa menoleh anaknya


setelah Dasha sampai dimeja makan mama gena memandang nya


"ya ampun sayang kamu cantik banget baju ini pas buat kamu" puji mommy gena


yang benar mom"tanya nya pada mama gena


"iya sayang,mommy yakin bos kamu akan terpesona dan menerima kamu menjadi sekretaris"ujar mama gena


"ah mom jangan dong siapa tau bos sha itu udah punya istri nanti sha disebut pelakor "ujarnya


mommy gena terkekeh geli mendengar penuturan anaknya


yasudah sekarang kamu harus sarapan minum susu nanti kamu telat loh ucap mama Dila


oke mom ...


Dasha telat menyelesaikan sarapan nya sekarang ia dan ibunya sudah di teras rumah


"mom Dasha berangkat dulu ya doain Dasha lulus interview dan bekerja disana supaya Dasha bisa bawa mommy berobat keluar negri supaya mom sembuh "ujar Dasha menyalami tangan mommynya dan tersenyum


mata mommy gena berembun mendengar penuturan anaknya

__ADS_1


"ya sayang mommy akan doain yang terbaik untuk kamu"ucap mama gena


Dasha tersenyum mencium pipi mommy nya dan berlalu masuk kedalam mobil


daa mom "teriaknya didalam mobil


mommy gena melambaikan tangannya dengan tersenyum pada Dasha


mobil Dasha keluar dari halaman


40 menit Dasha mengendarai mobilnya sekarang ia telah sampai didepan gedung yang menjulang tinggi ini lah dia perusahaan Aryabatta


Dasha memakirkan mobilnya setelah itu ia keluar dari mobil .


Dasha sangat lah cantik rambut Curly yang di ikat memperlihatkan leher jenjang nya yang putih disertai anak rambut di dahinya membuat ia sangat cantik apalagi dengan blazer berwarna crem dan rok mini berwarna hitam dan sepatu yang senada dengan blazer nya yang menambah keanggunan Dasha.


Dasha berjalan dengan dokumen yang di tempelnya didada..


sesampai di lobi semua mata memandang nya ada yang memandang nya karena terpesona dan banyak juga pujian-pujian di lontarkan kepada nya


"permisi mbak saya ingin bertemu dengan pak Daren Prayoga Aryabatta "ucapnya kepada resepsionis nya


"sebentar ya nona saya cek dulu"ucap resepsionis itu tersenyum


"nama nona siapa"lanjutnya setelah beberapa menit kemudian


"nama saya Dasha lili Digantara"ucapnya tersenyum


"baiklah nona anda langsung saja menuju ruang CEO di lantai 30"ujar resepsionis itu


"terimakasih mbak"ucapnya tersenyum


"sama-sama"ucap resepsionis itu


"yaampun cantik banget si"bantin resepsionis itu


"gila tu cewek cantik banget"ucap karyawan dikantor


"ada gitu cewek secantik itu manis banget keknya cocok deh sama pak Daren"ungkap salah satu karyawan


"bener banget kalau mereka nikah wah bayangin anaknya secakep apa"ujar karyawan itu menggeleng kepala


tidak lama kemudian Dasha sudah sampai dilantai 30 setelah beberapa menit masuk kedalam lift


"duh deg deg an jadinya"ucap Dasha


disaat bersamaan seorang pria keluar dari sebuah ruangan


pria itu terpana melihat gadis didepannya,ia bertanya-tanya siapa soalnya pria itu hanya melihat dari samping,pria itu adalah Dekha asisten Daren .ia lalu berjalan mendekati gadis itu yang seperti orang kebingungan


permisi nona"ucap Dekha


Dasha memandang kesamping dimana suara itu berasal


"kamuu"tunjuk Dasha


Dekha pun sama hal nya ia terkejut


astaga dia gadis yang kemarin kan"batin Dekha


"dia sangat cantik"lanjut Dekha membatin


"hei kenapa anda tersenyum seperti itu"ucap Dasha menyadarkan lamunan Dekha


"ah tidak" jawab Dekha cepat


"ada keperluan apa nona kemari" ucap Dekha mengalihkan pembicaraan


saya kesini itu ingin betemu pak Daren Prayoga Aryabatta ucapnya


Dekha mengerutkan kan dahinya mendengar penuturan gadis didepannya


melihat Dekha kebingungan Dasha menjelaskan lagi


"saya dipanggil buat interview menjadi sekretaris"ucap Dasha


dekha langsung menyadari ternyata yang mengirim CV di email perusahaan gadis ini..


"baiklah nona mari silahkan ikuti saya" ucap Dekha


tok tok


suara pintu diketuk


"masuk"terdengar suara barinton dari ruangan itu


mari nona ucap Dekha


Dasha hanya mengangguk jujur saat ini dia sangat lah gugup


mereka pun memasuki ruangan tersebut


permisi tuan muda nona Dasha lili Digantara sudah datang"ucap Dekha kepada Daren,yang sedang duduk dibalik kusri kebesaran nya


Daren memutar kursinya sehingga ia bisa melihat gadis yang melamar menjadi sekretaris nya itu..


"kamuuu "ucap Dasha kesal


"hei kamu yang sudah buat handphone aku terjatuh lalu rusakan"ucap Dasha dengan lantang


Daren memijat pangkal hidungnya ternyata gadis ini yang ingin menjadi sekretaris nya


sedangkan Dekha hanya melongo mendengar seseorang yang beraninya teriak didepan tuan mudanya itu


"hei kenapa kamu diam,kamu budeg"sungut Dasha dengan tangan yang terkepal geram


"kamu ini datang kesini kalau cuma mau marah-marah mending pergi saja,saya tidak ada waktu meladeni orang seperti kamu"ucap Daren tegas


"siapa yang mau bicara sama kamu saya ini mau bertemu pak Daren kenapa kamu yang disini"ucap Dasha


nona it .." belum selesai Dekha berbicara Dasha meletakan jarinya pada bibir Dekha lalu berkata


"sutt diam kak,kau tak perlu ikut campur biar aku saja yang berbicara


deg deg deg

__ADS_1


jantung Dekha berdegup kencang saat ini Dasha tepat didepannya, Dekha sangat jelas memandang kecantikan Dasha


sedangkan Daren entah mengapa ia tidak suka kalau Dasha berdekatan dengan asisten nya itu


"hei kalian kalau mau bermesraan keluar dari ruangan saya" ucap Daren tegas


degg


"ruangan saya"batin Dasha mengalihkan pandangan pada Daren


"jangan-jangan dia yang nama Daren mampus kamu sha gak bakal lulus"lanjut Dasha membatin memejam kan matanya


Dasha membuka matanya lalu menjauh dari Dekha


"maaf maaf apakah anda yang bernama pak Daren"tanya Dasha pelan


"ya"jawab Daren singkat


Dasha langsung melotot kaget


"astaga maaf kan saya pak,saya tidak tau bahwa anda yang bernama pak Daren ,kita lupakan saja ya masalah yang kemarin dan bapak gak perlu ganti"ucapnya membujuk serta senyumnya


"dia sangat manis"batin Daren


"apakah aku jatuh cinta pada gadis ini Tuhan"batin Dekha


"jantungku seakan mau meledak melihat senyumnya"lanjut batin Dekha


Daren langsung berkata


"tidak semudah itu nona anda sudah berani teriak di ruang saya dan tepat di depan wajah saya"ucap Daren


"maaf pak saya gak tau,saya mohon pak lanjutkan lagi interview ini saya perlu dengan pekerjaan ini pak"ungkap Dasha


Daren berpikir sejenak dan muncul ide nya tentang permintaan mama papa nya


"baiklah saya akan luluskan interview kamu hari ini tapi dengan syarat"ucap Daren


tanpa pikir panjang Dasha mengiyakan ucapan Daren


"baik pak apa syarat nya"ucap Dasha


"tapi jangan berat-berat ya pak"sambungnya lagi


"okee syarat nya nantik pukul 7 malam kamu temani saya kesuatu tempat,sekarang kamu pulang,saya akan mengirimkan gaun untuk kamu,kamu harus pakai gaun itu dan jangan lupa tampil yang cantik" ucapnya


glekk


Dasha menelan ludahnya,


"mau dibawa kemana aku"pikir Dasha membatin


ia memberanikan diri untuk bertanya


"pak kira-kira saya mau dibawa kemana,anda tidak akan menjual saya kan"?tanya Dasha polos


Daren yang mendengar pertanyaan Dasha begitu langsung saja memicingkan matanya


"dia kira aku ini sejahat itu"batin Daren


"tidak,yang penting kamu siap-siap saja,saya ada pertemuan jadi kamu temani saya"ucap Daren


"ohh syukurlah" gumam Dasha yang masih terdengar


sekarang kita lanjut interview kan pak"ucapnya senang


"tidak"jawab Daren cepat


"loh pak katanya tadii...belum selesai Dasha bicara Daren menyelanya


kamu ini bawel ya kamu sudah saya nyatakan lulus tapi jangan lupa syarat yang saya berikan "


ucap Daren


"sekarang kamu langsung pulang persiapkan diri kamu nanti malam"ucap Daren


Dekha yang sedang menyimak pembicaraan berdua hanya bisa diam dan membatin


"apakah tuan muda mengajak nona Dasha ngedate "pikir Dekha


"aku rasa tidak ada pertemuan nanti malam "lanjutnya


suara dari Dasha menyadarkan lamunan Dekha


"baiklah baiklah saya akan pulang pak terimakasih terimakasih" ucapnya membungkuk


"terima kasih kak "ucapnya pada Dekha di sertai senyumnya


sedangkan Daren yang mendengar Dasha memanggil Dekha kak menjadi kesal kenapa dia di panggil pak sedangkan Dekha di panggil kak apakah dirinya memang kelihatan tua pikirnya padahal itu wajar saja kalau dashaa memanggil nya pak Karena Daren CEO di perusahaan itu


"sama-sama nona"ucap Dekha


"pak Daren,kak saya pamit dulu"ucapnya


Daren hanya mengangguk sedangkan Dekha menjawab


"mari nona saya antar sampai bawah" ungkapnya


"tidak usah repot-repot kak,sha sendiri saja"sha menolak halus


"tidak apa-apa nona mari"ucap Dekha


"baiklah kak kalau begitu"ucap Dasha yang tidak lagi menolak


Daren melihat sikap Dekha begitu sangat kesal entah karena apa ia pun tidak tau


tetapi dia gengsi untuk menegur atau sekedar berbicara kepada Dasha lagi ia hanya melihat Dekha yang keluar bersama Dasha


"dia sangat cantik"batin Daren


Daren langsung tersadar "apa-apa an aku mikirin dia ingat Daren kamu hanya butuh dia saat ini .gumamnya meyakinkan diri


bagaimana kelanjutan nya yang penasaran stay tune ya...


terima kasih yang sudah membaca novel ini

__ADS_1


semoga bisa menghibur teman-teman yang lagi rebahan atau santai-santai jangan lupa Tinggalkan jejak like komen dan vote ya... supaya tidak ketinggalan tekan favorit ..


terimakasih sekali lagi😊😘


__ADS_2