Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
ingin berdua


__ADS_3

Dekha melanjutkan kendaraan roda empat yang mewah itu menuju perusahaan


"kenapa si by diam terus" ucap Dasha seperti marah kepadanya karena dari tadi Dasha berbicara ia diam saja


Daren masih saja diam


Dasha memandang Daren


"sariawan kamu by "ucap Dasha


Dekha yang mendengar itu menahan tawanya


Daren mengerutkan dahinya mendengar penuturan kekasih nya itu


"siapa yang sariawan" ucapnya


"terus kenapa diam terus dari tadi,"


Daren menghembuskan nafasnya benar-benar mempunyai kekasih seumuran Dasha tidak peka bahwa dia merasa cemburu dan marah


Daren memandang Dasha lekat


"sha aku gak suka ada pria lain yang bicara lembut seperti yang dilakukan Kusuma"ucapnya


"by itu mah bagus dari pada ia teriak-teriak ngomongnya kan" ucap Dasha


"iya tapi bicara kusuma terlalu lembut " ucapnya lagi


"ya ampun by jadi kamu marah karena itu"tanya Dasha


"dengar ya by dia itu punya mulut kita mana bisa ngontrol mulutnya buat bicara jadi kita dengarin aja udah gak usah tanggapi lagian pak Kusuma itu udah punya istri lihat aja anaknya Segede itu"ucap Dasha


Daren hanya diam bicara dengan Dasha tak akan ada habisnya


"malahan by sha yakin pak Kusuma itu mau deketin kamu sama anaknya"sambungnya lagi


"kamu cemburu"tanyanya tersenyum samar


"tidak" ucap Dasha menggeleng


Daren kembali datar ia mengira Dasha akan cemburu


"untuk apa cemburu dia itu bukan saingan sha "ucapnya tersenyum


Dekha tersenyum tipis mendengar ke PD dari Dasha walaupun memang demikian kecantikan Dasha di atas rata-rata


"sha yakin kamu gak bakal mau sama dia"ucapnya


"kenapa,dia kan cantik" ucap Daren


"ih by kamu muji cewek lain depan aku ih Nyebelin"ucapnya mengsedakap kedua tangannya didepan dada


Daren tersenyum


"katanya gak cemburu" ucap Daren


"sha cuma gak suka kalau kamu puji cewek lain"ucapnya menoleh arah lain


Daren membawa Dasha ke pelukannya


"secantik apapun gadis diluar sana kamu lebih cantik ucap nya


Dasha mendongak


"beneran ya awas aja kamu kayak Bima ku potong punya mu"ucap Dasha mengancam


Daren menelan ludahnya sendiri mendengar ancaman Dasha ia membayangkan bagaimana itu terjadi sama halnya dengan Dekha ia meringis mendengar penuturan Dasha


Daren mengangguk


tak terasa kini mereka telah sampai didepan gedung tempat mereka bekerja


"by nanti makan siang sha langsung ijin Lo"ucapnya memasuki lift saat ini di lobi tidak seramai tadi karena semua karyawan masih sibuk diruang kerjanya masing-masing


"iya sayang "bisik Daren yang membuat pipi Dasha memerah

__ADS_1


"by jangan bisik-bisik"ucapnya


"kenapa" tanya Daren


karena ada kak Dekha nanti dia iri" ucapnya


"


"sisil kan ada kha nanti keburu diambil orang "Daren


Dekha mendengar ucapan bosnya itu kenapa ia harus merasa khawatir


Ting


"makan siang bareng diruangan aku ya "ucap Daren pada Dasha sebelum mereka masuk pada ruangan kerja


Dasha mengangguk dan masuk kedalam ruangan nya begitu juga Daren dan Dekha memasuki ruangan mereka masing-masing


"iya siang ini " ucap Daren gang sedang berdiri menghadap kaca memandang jalanan dari atas gedung


"tidak bukan saya yang pergi tetapi kekasih saya"


"ya ia ingin memasukan seorang perempuan"


"saya ingin anda mengurus semuanya hingga beres "


"baiklah" Daren memutuskan telpon


panggilan pun berakhir


Daren menghubungi pihak sekolah tentunya untuk keinginan sang kekasih


Daren kembali ke posisi duduknya ia mengambil dokumen yang harus ia kerjakan


tak terasa kini jam makan siang sudah tiba


Daren telah menyelesaikan kerjaan untuk hari ini sebenarnya ia menyelesaikan pekerjaan dengan cepat untuk menemani sang kekasih tapi ada hal lain yang harus ia selesai kan


"ada apa tuan" ucap Dekha di telpon


baik tuan,ada lagi" tanyanya


"setelah selesai jam istirahat kamu keruangan saya seperti nya ada masalah dibagian produksi" ucap Daren


"baik tuan "ucap Dekha


Daren pun mematikan panggilan telepon


"berani-beraninya mereka bermain-main di perusahaan ku" geram Daren mengepal kuat genggam nya


ia melihat jam di pergelangan tangan nya


sudah jam 12.10 tetapi Dasha belum juga muncul


ia berjalan menuju ruangan Dasha bisa saja ia menelpon tetapi Daren ingin melihat langsung kekasih nya


saat dia didepan ruangan dasha terdengar suara gadis tetapi itu bukan suara Dasha ia sangat yakin .


setelah ia ingat-ingat ternyata itu suara teman dari kekasihnya


ia masuk kedalam ruangan itu


terlihat Sisil yang sedang memaksa Dasha membuka mulut Sisil memesan makanan enak jadi ia ingin Dasha merasa nya juga tetapi Dasha ingin menyelesaikan pekerjaan dulu supaya ia bisa cepat untuk pergi menemani anak bi Nunu untuk mengurus kepindahan sekolah


Sisil menoleh kebelakang yang terdengar nya pintu terbuka


ia melotot


"hehe pak Daren" ia meletakan makanan yang ia pegang di atas meja Dasha


Dasha memandang Daren


"kenapa by" tanyanya


kenapa tidak keruangan ku ucapnya mendekati Dasha

__ADS_1


Dasha memukul jidat nya pelan


"ya ampun maaf by lupa Kitakan mau makan bareng ya"ucapnya


"udah di tinggal aja dulu kamu juga belum makan"ucap Daren


"tapi by ini harus di selesai kan "ucapnya


"gak papa biar Dekha yang selesaikan ucapnya


"tapi kak Dekha banyak kerjaan "ucap Dasha


biar Dekha yang selesaikan kita makan dulu ucapnya


"yaudah deh" Dasha membereskan dokumen yang ada di atas meja


ia mengambil tas dan handphone nya


"sha gue gimana"tunjuk Sisil pada dirinya sendiri


"by Sisil" tanyanya


"ajak aja nanti dia makan bareng sama Dekha ucap Daren


"ehh,gak usah pak saya makan dikantin aja" ucap Sisil


"udahh ayo "tarik Dasha


terpaksa Sisil ikut dengan mereka Sisil dibelakang sedangkan Dasha dan Daren didepannya berjalan bergandengan tangan


"benar-benar ni sha,awas Lo " geram Sisil


bisa-bisa nya ia menjadi racun nyamuk untuk mereka


sesampainya diruangan Daren terlihat Dekha menata makanan untuk Dasha dan Daren


"makanannya sudah siap tuan" ucap Dekha


"baiklah kamu bawa beberapa makanan ajak Sisil makan diruangan kamu saya cuma mau makan berdua bersama Dasha "ucapnya


"tapi by"... ucapan Dasha terpotong ketika Daren memandang nya


Dekha menurut saja lagian kenapa ada gadis ini ikut bersama Dasha am bosnya begitulah batin Dekha


Dekha membawa beberapa makanan saat melewati Sisil ia berharap Sisil mengikuti nya tetapi Sisil masih saja diam disitu,Dekha berbalik dan menarik tangan Sisil


"eh pak jangan tarik-tarik" ucap Sisil


Dekha melepaskan pegangannya


"kamu tidak dengar apa yang di inginkan tuan muda"


"dengar,,tapi gak usah tarik-tarik "juga ucap Sisil


Dekha jengah mendengar apa dibicarakan Sisil


"ayo" ucapnya berjalan dahulu


kemana tanya Sisil yang membututi Dekha


"keruangan saya ucap Dekha


"ngapain" ucap Sisil berhenti


Dekha berbalik mendekati Sisil


"makan Sisil ini sudah mau selesai jam istirahat karena kamu banyak bicara" ucap Dekha berjalan menuju ruangannya


Sisil pun ikut membuntuti nya


bersambung


terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote ya.supaya semangat update hehehe..


dukungan di teman-teman berarti untuk saya dan maaf kalau masih banyak kekurangan 😊

__ADS_1


__ADS_2