
"gimana sus apa ada tanda-tanda mommy saya sadar "ucap Dasha
"sudah nona pasien bisa menggerakkan jarinya saya yakin sebentar lagi akan sadar "ucapnya
"sha"gumam gena memanggil anaknya
Dasha meletakan makanan yang ia bawa tadi dan segera menggenggam tangan mommy nya
"ya mom ini Dasha "ucapnya menahan tangis
gena membuka matanya pandangan pertamanya tertuju pada sang anak ...
gena tersenyum
suster menekan tombol untuk memanggil dokter tak lama dokter pun datang
"permisi nona biar saya periksa kondisi pasien dulu" ucapnya
silahkan dok" ucapnya berdiri dari kursi
"gimana bu,apa yang ibu rasakan sekarang"ucap dokter
gena memegang kepalanya dan meringis
"kepala saya pusing sekali dokter"ucapnya
"karena ibu baru saja sadar itu menyebabkan kepala sedikit pusing dan juga karena penyakit yang diderita ibu ."
"kami akan memberikan obat nyeri supaya kepala ibu tidak begitu sakit"ucap dokter
gena memandang anaknya
ia melihat sang anak menahan tangis mendengar penjelasan dokter
"baik lah nona,Bu kalau ada hal darurat silahkan tekan bel di sini" tunjuknya di atas brankar pasien
"dokter akan segera datang "ucapnya lagi
"suster ini resep-resep obat yang perlu ditebus "ucapnya memberikan sebuah kertas hasil cek hari ini
"baik dok"
dokter pun keluar dari ruangan gena
"nona ini obat yang harus ada tebus dan ini dosis dan juga aturan minumnya"ucap suster
"baik sus terimakasih" ucapnya
"sama-sama" ucap suster dan keluar dari ruangan gena
"mom harus makan habis itu sha akan tebus obat "ucapnya
ia mengambil kresek yang berisi makanan yang ia beli tadi
ia menaikan posisi tempat tidur di bagian kepala mommynya supaya enak untuk makan
"sudah pas mom" tanyanya
"sudah sha" jawab gena pelan
"sekarang mommy makan dulu sha yang suapi "ucapnya
gena tersenyum ia makan walaupun sebenarnya tidak nafsu tetapi melihat anaknya yang tersenyum ia terus saja menerima suapan dari anaknya
"sudah sha mommynya kenyang ucap gena
"dikit lagi mom", ucap Dasha
"udah sha perut mommy udah terik ni "ucapnya
"yaudah deh kalau gitu"ucapnya meletakan tempat makan di atas nakas
"kamu gak makan" ucap gena
"nanti aja habis tebus obat mommy baru makan" ucap Dasha
"makan dulu sha "
"kasih mommy obat dulu baru makan" bantahnya
"yaudah deh kalau itu mau kamu,"
"sha tolongin mommy mau ke toilet "ucap gena
"yaudah ayok", ucapnya membantu sang mama turun dari brankar ia memegang infus dan memapah sang mama
saat ini Daren berada di ruang rapat tapi pikirannya jauh melayang entah kemana
"biasanya dasha selalu kasih kabar" batinnya mengetuk-ngetuk bolpoin di tangannya
"bagaimana pak apakah ini sudah sesuai yang di ingin oleh bapak", ucap seorang yang sedang menjelaskan didepan
Dekha memandang bosnya lalu ia menyenggol lengan Daren Karena sudah berulang kali memanggil tetapi tidak ada respon
"apa kha" bentaknya
__ADS_1
"pak Rio" bertanya ucapnya
"ha..."ia seperti orang linglung ia memijit pelipisnya
"maaf semua saya sedikit pusing bisakah kita akhiri rapat kali ini, nanti saya akan membuat jadwal baru saat ini saya kurang fit" ucapnya
baik pak"ucap mereka serempak
mereka semua meninggalkan ruang rapat
tersisa Daren dan Dekha
"apa perlu saya panggil kan dokter tuan" ucap nya
"tidak perlu kha apakah Dasha datang" ucapnya
Dekha sekarang paham bahwa dari tadi Dasha lah penyebab bosnya tidak fokus
"tidak tuan hari ini Dasha tidak masuk "ucapnya
"dia tidak aktif"gumam Daren
"segitu bucinnya "batin Dekha
"bagaimana kita tanya temannya saja tuan", ucap Dekha
Daren sontak memandang Dekha
"kenapa tidak dari tadi kamu usulkan", ucap Daren
"cepat panggil Sisil keruangan saya"ucapnya keluar dari ruangan rapat
"sudah di kasih saran malah marah gumam Dekha
"saya mendengar itu" ucap Daren
Dekha hanya diam ia tidak mau lagi berbicara padahal ia berbicara dengan volume kecil memang pendengaran bosnya ini sangat tajam
"mommy baring dulu sha mau tebus obat ya", ucapnya setelah selesai membatu sang mama dari toilet
gena mengangguk
dasha pun keluar dari ruangan dan segera pergi ke apotek
"ada apa bapak memanggil saya" ucap Sisil
"kamu semalam jalan sama Dasha kan "ucap Daren
Sisil mengangguk
"jangan-jangan pak Daren marah Dasha traktir gue belanja lagi'", batinnya
"ah iya pak apa" ucapnya
Daren mengebuskan nafanya
"apakah kamu tau kenapa dasha tidak masuk hari ini "ucapnya
"ha Dasha gak masuk,kok bisa "tanyanya spontan sesaat ia langsung meralat ucapan
"eh maksudnya saya tidak tau pak Karena Dasha tidak ada bilang bahwa gak masuk hari ini saya kira dia masuk" ucapnya
"apa dia sakit "ucap Daren
"semalam Dasha baik-baik aja sih pak"jawab Sisil
gimana bapak langsung saja datang kerumahnya" usul Sisil lagi
"benar...kha kamu kosongkan semua jadwal hari ini kita langsung menuju kerumah" Dasha ucapnya
"gini nih kalau udah bucin susah" gumam Dekha
"baik pak" jawabnya
Daren membuka pintu rawat gena terlihat Dasha sedang duduk dan gena tidur
"by " ucapnya
"sayang" panggil Daren
"kamu kok tau aku disini,sama siapa kesini ucapnya melihat kebelakang sang suami siapa tau ada orang lain dibalik pintu
"sama Dekha "ucap ya
"kak Dekha nya mana" ucap Dasha
"lagi beli buah-buahan untuk Tante sekalian "ucapnya
dasha mengangguk
"ayo duduk" ucap Dasha
"tau dari mana "ucapnya
"aku kerumah kamu dan bibi cerita bahwa Tante gena dilarikan kerumah sakit" ucapnya
__ADS_1
"lagian kamu kenapa gak kasih kabar " kesal Daren
Dasha tersenyum melihat wajah kesal sang kekasih nya
"handphone aku lobet by gak ada charger disini " ucap Dasha
"kamu itu buat aku khawatir tau gak ia memegang wajah dasha"
"cie yang khawatir "ledeknya
Daren yang ingin mencium Dasha ,tetapi Dasha menghalangi nya
"belum mandi by "ucapnya
"masih cantik,masih wangi kok ucap Daren
"mana ada cantik,orang cantik itu udah mandi " ucap Dasha
tetapi Daren masih saja mendekatkan wajahnya pada saat itu juga Dekha membuka pintu ruangan
Daren langsung saja mendengus kesal kedatangan Dekha,sedangkan Dasha bersyukur ia sangat malu saat ini dengan wajah bantalnya dan belum mandi.
"kak Dekha" sapa Dasha
"sha"ucap Dekha tersenyum
"gak tepat datangnya", gumam Daren
"apa tuan" ucap Dekha
"gak " ucap singkat Daren
Dekha bingung ada apa dengan bosnya ini seperti anak kecil yang sedang ngambek
"sha ini buahnya"
makasih ya kak , seharusnya gak usah repot-repot ucap dasha meletakan pada meja
"itu dar...."
"itu dari aku sayang hanya saja Dekha yang beliin "ucap Daren memotong ucapan Dekha ia melirik tajam Dekha sedangkan Dekha hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"yaudah makasih ya by tapi sha juga makasih sama kak Dekha karena dia mau beliin kan" ucapnya
Daren yang malal berdebat pun mengalah
"gimana keadaan Tante"tanya serius
senyum Dasha langsung redup Daren sangat jelas melihat perubahan ekspresi dari kekasihnya
ia membawa Dasha ke pelukannya sedangkan Dekha mengalihkan pandangannya karena ia duduk didekat Daren tetapi beda sofa
"mommy " ia kembali menetes kan air mata teringat penjelasan dokter
"sutt tenang sayang" ucap Daren mengelus rambut Dasha
"mommy by dokter bilang tidak bisa operasi atau pun kemoterapi mommy bertahan karena obat dan dokter...." ucapan Dasha tenggelam karena isak tangisnya
"sabar sayang aku yakin kamu pasti kuat dan Tante gena bisa laluin ini semua"hibur Daren padahal ia pun tidak tau untuk kedepannya ia hanya berkata untuk menenangkan kekasihnya
Dekha mendengar itu matanya memanas ia teringat akan ibunya yang melawan penyakit dan akhirnya pergi meninggalkan dirinya sendiri
walaupun ia terlihat dingin terlihat seperti orang kuat tetapi hatinya rapuh setiap mengingat IBU
Dasha mengurai pelukannya dan Daren pun menghapus air mata Dasha
"jangan sedih"ucapnya pelan
Dasha mengangguk
"kamu gak kerja by",
mana mau kerja sha dikantor aja fokusnya kekamu raga nya aja tuh di kantor tapi pikirannya melayang pada kamu", bukan Daren yang menjawab tetapi Dekha
sontak Daren dan Dasha memandang Dekha
"beneran kak 'ucap Dasha
Daren mengangguk dan memandang Dasha terlihat Daren memandang nya dengan tajam
Dekha hanya terkekeh sumbang😄
"kita langsung pulang neng "ucap pak mail pada Valen
"kita kerumah sakit dulu deh pak kasian kak Dasha pasti gak ada yang gantiin jaga Valen kan gak pamit juga subuh tadi ucapnya
"gak mau ganti baju dulu neng", ucap pak mail
"tenang pak Valen udah bawa baju ganti ni"ucap Valen ya dia membawa baju ganti saat mau pergi sekolah tadi pagi karena ia sudah berpikir akan langsung menuju rumah sakit ketika pulang sekolah
"yaudah iya neng", ucap mail
bersambung
makasih ya udah baca tekan tombol favorit nya supaya gak ketinggalan update
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote nya
ini Senin Lo bisa dong kasih vote heheh☺️