
"enak ya masakan lo sha,gak pernah berubah rasanya tetap enak kaya dulu"puji Sisil pada Dasha
"lo bisa aja sil biasa aja menurut gue, kalau ya enak ya bagus berarti gue suka"ucap Dasha menyuapkan makanan pada mulut nya
Ting
handphone Dasha berbunyi
Dasha memandang handphonenya
"siapa sha"tanya sisil
"mommy sil katanya udah di jalan mau pulang"ucap Dasha membalas pesan sang mama
"oh "Sisil membulatkan mulutnya
"gimana kondisi tante gena"tanya sisil
"Dasha meletakkan handphonenya lalu berkata lusa gue sudah buat jadwal sama dokter untuk cek kondisi mommy"ucapnya lesu
dasha telah menceritakan tentang penyakit muminya kepada sang sahabat dan Sisil yang mendengar penyakit Mama dari sahabatnya sangat sedih karena mama Dasha sangatlah baik kepadanya yang sudah di anggap sebagai ibu sendiri
"sabar sha Tante pasti sembuh"ucap Sisil menyemangati sang sahabat
Dasha mengangguk tersenyum
mereka telah menyelesaikan makan malam
"sil gara-gara lo desak gue jadi gak bawa baju ganti nih cuma bawa buat baju kerja besok"kesal Dasha
"udah ih gak usah cemberut juga kali"ucap Sisil
"ya gimana sil masa gue tidur pakai pakaian ini kan gak enak"ucapnya
yaudah lo pakai baju gue aja tuh dilemari banyak baju yang belum dipakai "tinju Sisil pada lemari yang dipojok kamarnya
"yaudah deh mau gimana lagi"pasrah Dasha
"yaudah lo bersih -bersih sana"ucap Sisil yang sedang baring bersandar pada kepala ranjang tidur nya sambil membaca buku novelnya
Dasha pun mengambil baju yang ia akan pakai dan masuk kedalam kamar mandi
beberapa menit kemudian ia keluar menggunakan piyama berwana putih
ia mengeluarkan alat-alat untuk wajahnya ia bercermin dan segera memoleskan krim malam nya
Dasha menaiki ranjang tidur yang disebelahnya ada Sisil,
"sil baca apa sih"tanya Dasha yang melihat Sisil serius membaca novel
"ini novel keluar terbaru sha judulnya pujaan hati CEO Arogan" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya
kamu nih baca novel terus ucap Dasha
Sisil memandang sang sahabat
"sha kita itu capek seharian kerja jadi buat refresing ya baca halu gitu"ucap sisil
__ADS_1
"terserah gue mau tidur besok banyak banget tugas"ucap Dasha memeluk guling
Sisil melanjutkan bacaan nya sampai tertidur
mentari telah menampakkan diri cahaya nya telah menerangi bumi terlihat dua gadis menikmati tidurnya dibawah selimut mereka
dret dret
bunyi alarm
Dasha langsung terbangun mendengar alarm pada handphone nya yang sudah menunjukan pukul 07.15
"what telat"ucap Dasha menggoyang-goyangkan lengan Sisil
"sil bangun"ucapnya
engg....Sisil menarik selimut yang disibak Dasha
Dasha kesal melihat tingkah sahabatnya
"bukan bangun malah makin enak "batinnya
Dasha bergegas masuk kedalam kamar mandi
beberapa menit kemudian dia telah rapi tinggal rambutnya yang masih basah dan sedang di gosok-gosok nya dengan handuk kecil
ia melihat sang sahabat masih tidur
"sil bangun"ucap Dasha
Dasha mempunyai ide untuk membangun kan sahabat nya ini
sisilllll malinggggggg teriak Dasha kencang tepat di sebelah telinga Sisil
Sisil reflek bangun dan terjatuh kelantai
brukkk
"awwwww"pekik Sisil
Dasha yang melihat itu tertawa
"Lo ya sha"ucap Sisil kesal memandang Dasha yang sedang menertawainya
Sisil bangun,dan duduk diranjang lalu berkata
"Lo tega banget si sha sama gue" ucapnya dengan wajah melas
"makannya kalau tidur jangan kebo,kita tuh udah telat nohhh udah pukul 7 lewat "tunjuknya pada jam yang didinding.
"shaaaa"pekik Sisil
kenapa gak dibangunin sihhh"sambung nya dan berlalu memasuki kamar mandi
Dasha hanya menggeleng kepala nya melihat tingkah sang sahabat
-
__ADS_1
-
kini mereka telah didalam mobil
Dasha yang menyetir sedangkan Sisil sibuk memoles wajahnya karena tak sempat ia lakukan di rumah
tak lama kemudian mereka telah sampai di gedung tempat mereka kerja
"ayo sha telat ini nanti dimarah sama pak Daren "ucapnya
Dasha agak mempercepat langkahnya
sesampainya di lobi mereka telah ditunggu asisten Daren
"sha ada tuh orang"bisik Sisil
"gak papa tenang aja kak Dekha baik kok"ucapnya
"pagi kak ucap Dasha
"pagi,sha ini udah jam berapa"ucap Dekha
"hmm maaf kak hehehe"
"kamu"tunjuk Dekha pada Sisil
"saya"tunjuk Sisil pada dirinya
"iya emang siapa lagi"kesal Dekha
"cepat masuk keruangan kamu"tegas Dekha
"sha"panggilnya
"gak papa kamu duluan ucap Dasha pada sahabat nya ia mengerti apa yang dipikirkan sang sahabat
"cepat"ucap Dekha
"iyaa pak tua"ucap Sisil dan berlalu pergi
Dekha melotot mendengar kata-kata Sisil
"benar-benar gadis itu buta atau apa sih "kesal Dekha membatin
"sabar kak"ucap Dasha yang paham dirasakan Dekha
"sha kamu sudah di tunggu tuan muda" ucapnya
"iya kak"
"ayo "ajaknya kepada Dasha memasuki lift
bersambung
makasih yang sudah mau baca,maaf kalau masih ada typo .jangan lupa like komen dan vote ya teman-teman...biar semangat update nya hehe..
dan jangan lupa kasih bintang lima nya dong
__ADS_1