
masuk ucap Daren menggandeng tangan dasha
saat ini mereka telah sampai didepan kantor tepatnya di parkiran dan ingin masuk kedalam tetapi sesampai nya di depan pintu masuk terlihat seorang satpam dan seorang perempuan beradu mulut
"awas kamu ya kalau nanti Daren datang habis kamu" ancamnya
"maaf nona anda tidak di perkenankan untuk masuk" ucap satpam
"ada.apa ini "ucap Daren ketika sudah berada didekat mereka
"Daren",seru Celine
Daren lihat lah satpam ini tidak membolehkan ku untuk masuk ucapnya manja
"apa urusan kamu disini " tanya nya dingin saat ini para karyawan Sisil dan Dekha yang baru saja datang menjadi penonton
"aku bawain kamu sarapan aku udah masak dirumah cobain deh pasti enak" ucapnya
"saya tidak mau dan saya sudah sarapan mending anda pergi dari perusahaan saya"
"Daren kamu kok gitu 'ucapnya memelas ia memandang gadis yang disebelah Daren ..terlihat Daren menggenggam tangan gadis itu
"Daren kenapa kamu mengandeng sekretaris kamu ini "ucapnya
"ohhh aku tau dasar sekretaris gak tau diri pasti dia udah godain kamu ya.."Celine melepaskan pegangan Dasha dan Daren ia menarik tangan Dasha
"janga....ucapan Daren terputus ketika mendengar penuturan celine
berani-beraninya kamu godain calon saya,kami itu sudah punya kerja sama jadi kamu bakal di jodohkan ucap Celine dengan PD nya
"diammm", bentak Dasha
"dengar ya Tante ulat keket...saya ini tunangan Daren saya ini calon nyonya Aryabatta,dan kamu itu siapa.. ngaku-ngaku mending pergi dari sini"
"berani kamu "seru Celine mengangkat tangannya untuk menampar Dasha belum sempat jejak pada pipi dasha Darren sudah menangkap tangan Celine
"berani kamu sentuh sedikit saja calon istri saya maka saya akan pastikan tangan kamu ini tidak akan berfungsi lagi" ucapnya menghempaskan tangan Celine
Celine meringis kesakitan akibat genggaman dari Daren pergi bentak Daren
"satpam seret wanita ini jauh dari kantor saya"
"baik Pak"
"kalian semua apa yang ditonton cepat masuk kembali bekerja"seru daren
mereka semua pun membubarkan diri dan masuk ke dalam ruangan masing-masing terkecuali Sisil dan Dekha
"sayang kamu nggak apa-apa" ucap Daren
"gak papa by" ucapnya
Sisil mendekati Dasha
__ADS_1
sha Lo gak papa ucapnya
gak papa sil aman ucap Dasha
"lagian kenapa Lo diam aja tadi orang cekik aja kali atau banting Lo kan sudah sabuk hitam juga ucap Sisil kesal
"dasha sabuk hitam berarti bela dirinya bagus "batin daren
"tidak sangka dengan gaya manisnya sha pemegang sabuk hitam "batin Dekha mendengar penuturan Sisil
malas cari masalah sil masa gue udah cantik-cantik gini harus berantem " ucap Dasha tertawa
"lagian tuh si tante-tante pengen banget tadi gue bejek dasar ulat keket ada-ada aja deh tingkah laku perempuan kayak gitu"kesal Sisil
"udahlah gue juga gak papa santai aja kali buk"canda Dasha
"au ah gue masuk dulu bye" ucap Sisil masuk kedalam
mereka pun masuk dalam ruangan masing-masing
"bentar lagi rapat pada divisi utama "gumam Dasha
"langsung aja keruangan Daren aja deh sekalian atarin berkas "gumamnya lagi
tok tok
"masukk.."
"by "panggilnya mendengar suara sang kekasih Daren pun mengalihkan pandangannya dari laptop
"gak boleh gitu dong by kalau ada tamu penting gimana" ucap nya
"gak papa emang ada yang salah" ucap Daren
dasha mendekati Daren terlihat beberapa gambar rumah mewah pada laptop Daren
"bisnis kamu rumah juga by ucap Dasha
"hmm ya" bohong Daren ia menutup laptop nya
"jadii? "tanya Daren
Dasha mengerutkan dahinya tak paham
"jadi tuan putri datang kesini apakah ada hal penting atau rindu dengan pangeran "ucapnya
Dasha tertawa ia berjalan menjauh tetapi baru 2 langkah Daren menarik tangan Dasha sehingga Dasha kehilangan kendali dan terduduk di pangkuan Daren
"byy"serunya
"apa sayang" ucap Daren
'ihh nanti ada orang masuk", ucapnya
__ADS_1
"tidak ada yang masuk , sebentar saja begini "ucap Daren
"by bentar lagi kita ada rapat sama divisi utama dan pasti sebentar lagi kak Dekha bakal kesini ",ucapnya
saat Daren ingin mendekatkan wajahnya pada Dasha pintu ruangan Daren terbuka
Dekha kaget cepat-cepat ia membalikan badan
Dasha pun langsung saja turun dari pangkuan Daren
"mengganggu saja kesal "Daren
"maaf tuan tapi kita ada rapat pada divisi utama "ucapnya
sedangkan Dasha sangat malu di pergoki seperti itu
Daren memakai jasnya" langsung keruangan "rapat ucapnya
ia menggenggam tangan Dasha mereka berjalan menuju ruangan rapat...
"nyonya ini obatnya "ucap bi Nunu memberikan pada gena setelah menghabiskan sarapannya
"terimakasih bi "..bibi boleh pergi sekarang saya juga ingin mencari angin di taman" ucapnya
"apa perlu saya bantu turun kebawah nyonya" ucap bi Nunu
"tidak bi saya bisa sendiri "ucapnya tersenyum
bi Nunu pun meninggalkan gena dan membawa nampan sisa makanan
"pa "...........teriak Celine
"Celine kenapa kamu teriak-teriak seperti itu "ucap Kusuma
"pa Daren nolak aku dan dia sudah membuat ku malu "kesal Celine
"kenapa dengan Daren ucap Kusuma
Celine pun menceritakan semua yang terjadi di depan perusahaan Aryabatta
"Celine seharusnya kamu terlihat kalem saja tidak boleh menjadi seperti itu" ucap Kusuma
"pa Celine itu udah jaga sikap tetapi Daren aja lebih memilih sekretaris nya itu"
"tenang sayang papa akan urus sekretaris Daren papa yakin rencana ini akan berhasil"
"rencana apa pa? "tanya Celine
Kusuma pun membisikkan rencana busuknya
mereka berdua tertawa
sebelum baca like,habis baca komen dan dulu karya ini hehehe
__ADS_1
bersambung