
mereka telah berada didalam mobil dan meninggalkan area Kafe itu
"kamu langsung pulang"ucap Daren
"hmm gak deh by ketoko roti dulu soalnya mobilkan ada disana"ucap Dasha
Daren mendengar Dasha menyebutkan dengan sebutan by merasa senang
ia tersenyum tipis
"baiklah aku akan antar kamu ketoko Tante"ucapnya
Dasha tersenyum
"sil "panggil Dasha
"hmm"jawab Sisil
"kamu ngantuk"
"ya lah kalau kenyang ya ngantuk ucap Sisil
"lagian kenapa si tanya-tanya "ucap Sisil lagi
"ya mau nanya aja emang gak boleh" ucap Dasha
Sisil menengok kebelakang lalu meletakkan telunjuk nya kebibir lalu berkata
"berisik bawel"
"ih nyebelin"ucap Dasha
"kalau mau tidur,tidur aja ucap Daren
"hmm"ucap Dasha merebahkan kepalanya pada bahu Daren
"gak papa gini kan"ucapnya lagi
"iya"ucap Daren
Dekha dan Sisil saling pandang tak lama mereka membuang pandangan masing-masing
Daren memasang earphone ketelinga nya dia ingin tidur juga
"kamu gak tidur"ucap Dekha
"Enggak pak"ucap Sisil
"kalau diluar kantor panggil seperti sha aja lebih enak di dengar "ucap Dekha fokus mengemudi
"ohh iya kak"ucap Sisil
"kalau mau tidur,tidur aja masih ada 20 menitan kayaknya kalau gak macet ucap Dekha
"gak papa kak susah tidur nanti kejedot pula"ucap Sisil
Dekha hanya diam
"Kak maaf ya soal perkataan Sisil kemarin-kemarin "
"its oke" ucap Dekha
Sisil pun terdiam dia bingung ingin bicara apa
"kamu dan Dasha udah lama kenal "ucap Dekha melirik Sisil
"hmm udah kak dari SMP "ucapnya
"pantasan Deket"
"wajar lah kak kita itu makan minum tidur mandi sering sama-sama ucapnya menghitung-hitung jarinya"
"mandi"ucap Dekha
"ehh"Sisil keceplosan
__ADS_1
"tapi kita pakai baju"sambungnya lagi
Dekha manggut-manggut
"kalau kakak udah lama kerja sama pak Daren"
*ya"
"oo.."Sisil membulatkan mulutnya
hoamm.....
Sisil menguap menutup mulut nya
*ngantuk?"...tanya Dekha
"hehe iya kak"
"tidur aja,itu kursinya turunin dikit"ucapnya
"boleh kak?tanyanya
"boleh "
Sisil menurunkan kursinya supaya ia lebih enak untuk tidur
tak lama kemudian Sisil tertidur tinggalah Dekha sendiri
ia memandang spion depan
"tuan muda sangat beruntung memiliki Dasha"ucapnya tersenyum kecut
lalu ia memandang Sisil.
"sebenarnya dia cantik "ucapnya
Dekha menggeleng kepala dia kembali fokus menyetir
25 menit kemudian mereka telah sampai pada toko roti
"sha..
sha..."
"hmmm mom masih ngantuk jangan dulu ya ucapnya memeluk Daren Dasha mengira bahwa ia dirumah
"bagaimana tuan muda "ucap Dekha
"coba kamu bangunkan Sisil.."ucap daren
"sil.."
"sill"
"engh ...Sisil berpindah posisi lagi..
"sama tuan muda Sisil juga tidak bangun"ucap Dekha
"yaudah kita antar mereka kerumah Tante gena untuk mobilnya suruh saja salah satu anak buah kita untuk mengantarkan ke alamat mereka dan ini kunci mobilnya "ucap Daren setelah melihat isi dalam tas Dasha
"baik tuan muda"
Dekha menghubungi anak buahnya dan memberikan kunci mobil Dasha lalu ia menjalankan mobil menuju kediaman Dasha
..
..
..
saat ini mereka telah sampai tetapi dua gadis itu enggan membuka matanya dengan terpaksa Daren dan Dekha menggendong kedua gadis itu
saat mereka masuk disana terlihat mommy gena duduk membaca majalah
"ren"tegur gena ia melihat sang anak di gendongan Daren merasa cemas
__ADS_1
"Dasha tidak apa-apa Tante hanya ketiduran"ucap Daren cepat karena ia paham akan ekspresi dari calon mertua nya ini
"ohh gitu kira Tante kenapa"
"yaudah kalian bantu antar ke atas aja ya ren"
"iya Tante"
"tau tidak kamar Dasha" ucapnya
"tau Tante"ucap Daren
"Sisil juga antar kekamar Dasha aja ya nak"ucapnya pada Dekha
Dekha menggangguk
"permisi Tante "ucap mereka
gena hanya mengangguk
.
.
saat sampai dikamar daren dan Dekha cepat-cepat meletakkan Dasha dan Sisil mereka membetulkan selimut lalu pergi meninggalkan kamar Dasha
saat sampai dibawah Tante gena berkata
"mau minum dulu nak"ucapnya
"tidak Tante Daren langsung pulang saja sudah di tunggu mama "ucapnya
tak lama Dekha masuk membawa beberapa paperbag
"ini tuan muda"ucap nya
Daren mengambil paperbag lalu berkata
"ini buat Tante, makanan dari kafe"
"ya ampun ren kenapa repot-repot"ucap gena
"gak papa Tante diterima ya "ucap daren
gena mengangguk tersenyum dan menerima pemberian dari Daren
"makasih ya Daren Dekha kalian baik sekali "ucapnya
"sama-sama Tante" ucap mereka
"yaudah kami pamit.".Daren menyalami Tante gena begitu pula dengan Dekha
"hati-hati dijalan ya jangan ngebut "ucap gena
"iya Tante "ucap Daren
mereka pun keluar dari rumah gena dan segera memasuki mobil
"kita kemana tuan muda"ucap Dekha
"langsung pulang kha" ucap nya
"baik tuan muda"
mobil itu pun meninggalkan halaman rumah Dasha
bersambung
terimakasih yang sudah baca novel ini semoga dibosan ya,jangan lupa like komen dan vote supaya saya semangat up date nya
dan jangan lupa kasih hadiah dong dengan cara klik kata hadiah ..
semakin banyak dukungan semakin semangat author update nya
yang mau kritik dan saran silahkan maaf banya kata-kata Yang salah mohon di mengerti 😊😊
__ADS_1