
"ma"panggil Bram sang suami
"iya pa"ucapnya memandang sang suami
"Daren mana"
'pergi pa"
"pergi lagi"tanyanya
ia pun ikut bergabung duduk bersama sang istri di ruang keluarga
"katanya ada makan malam sama Dasha"ucap Dila
mama seneng banget akhirnya Daren bisa juga melupakan Jesi"sambung mama Dila
mama Dila merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami
"pa kira-kira Jesi akan balik lagi kesini gak?tanyanya
"papa gak tau ma"
mama Dila memandang sang suami
"memangnya kenapa kalau Jesi balik lagi"ucap Bram
"mama cuma takut itu berpengaruh sama hubungan Dasha dan daren pa"ucapnya
"mama tenang aja Daren pasti bisa mengatasi hal itu,dia sudah dewasa ma,dia tau yang mana baik dan yang mana buruk untuk nya kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik buat putra kita"ucap Bram memegangi kedua pipi Dila dan mengecup sekilas bibir sang istri
"kita ke kamar"ucap Bram
Dila menggangguk tersenyum
mereka pun beranjak meninggalkan ruangan keluarga itu
-
-
sedangkan Daren dan yang lainnya sedang berada di lampu merah sekitar 15 menit lagi mereka sampai pada tujuan kediaman Satrio Abercio
didalam mobil hanya ada obralan ringan karena ada sang mommy diantara mereka sedangkan Sisil dan Dekha hanya menyimak.
-
-
kini mereka pun telah sampai pada tujuan mereka yaitu kediaman Abercio
"selamat datang nyonya"ucap salah satu pelayan yang memang ditugaskan untuk menyambut sang kakak
gena tersenyum
"silahkan masuk nyonya,nyonya gina sudah menunggu anda"
mereka pun masuk kedalam rumah Abercio
"kakak"sapa gina pada sang kakak ia memeluk kakaknya karena semenjak bersuami ia dan kakaknya jarang sekali bertemu
"apa kabar"ucap gena
"baik kak,kakak gimana maaf gina jarang sekali main kerumah kakak ucapnya
"tidak papa"
gina beralih memandang seorang gadis dibelakang gena
ia mendekat lalu menjewer telinga Dasha
aduhh Tante sakit-sakit" ucap Dasha memegang "telinga
"kamu ini nakal ya pulang dari luar negri tidak mau main kerumah Tante" ucapnya melepaskan jewerannya
"maaf Tante sha pulang dari luar negri langsung dapat kerjaan jadi belum punya waktu untuk main kesini"ucapnya
__ADS_1
"lain kali kalau weekend kamu harus sering main kesini"ucapnya memeluk Dasha pasangan Nye teralihkan melihat seorang pria,ia melepaskan pelukannya lalu berkata
"Daren,"
"iya Tante"balas Daren
Dasha mendekat pada Daren lalu memegang lengan Daren dan berkata
"ini pacar sha Tante"ucapnya
saat gina ingin bicara lagi terdengar suara seorang pria dari arah tangga
"sudah datang ternyata"ucap Satrio
mereka semua mengalihkan pandangan pada Satrio
"mbak "sapa Satrio setelah sampai didekat mereka
gena tersenyum
"ma kok gak di ajak duduk tamu kita"ucapnya
"ya ampun,aku sampai lupa ucapnya
"tau ni Tante pegel ni kaki Dasha "ucapnya
mereka tersenyum mendengar ucapan Dasha
"ayo kak duduk dulu makanan nya sebentar lagi siap"ucapnya
mereka pun berjalan menuju ruang tamu disana telah tersedia masakan dan minuman
"gimana studi kamu sha"ucap Satrio pada keponakan nya
"lancar om semua nya sudah beres dan malahan Dasha sudah mendapatkan pekerjaan"ucapnya
"bagus kalau begitu"ucap Satrio tersenyum
"oh iya om ini kenalin Sisil teman nya Dasha dan ini pacar Dasha,dan yang disebelah Sisil itu pacarnya Sisil dan sekaligus asisten pacar Dasha"ucapnya
"duhh"ucap Dasha mengelus lengannya
kenapa Sha ucap Tante gina
Dasha memandang Sisil,lalu berkata
"gak papa tanya ke ijek kaki sha"ucapnya tersenyum
sedangkan Dekha mendengar penuturan Dasha hanya terdiam
"iya om sudah kenal dengan pacar kamu"ucapnya
"pasti kenal dong om emang orangnya terkenal"bangga Dasha
mereka semua tersenyum terkecuali Dekha dan Daren
"ternyata Dasha gadis yang bisa menaklukan kamu ya ren "ucap om Satrio
"iya om" balas Daren tersenyum tipis
"oh iya Tante om ngomong-ngomong Bella dan calon tunangannya mana kok gak kelihatan ya "ucap Dasha
"ohh tadi Tante suruh buat ambil kue cake pesanan Tante pasti bentar lagi Dateng" ucapnya
"hmm gitu ya"
tak lama terdengar suara langkah masuk kedalam rumah
"tu baru aja disebut udah datang aja" ucap gina
mereka semua memandang ke arah Bima dan Bella,Daren menggenggam tangan Dasha, sedangkan Dasha tersenyum akan perlakuan sang kekasih
"ma ini kuenya" ucap Bella
gina menerima kue dari tangan sang putri
__ADS_1
"nak Salim dulu sama Tante" ucapnya
"Tante" ucap Bella
gena hanya tersenyum dan menyambut tangan Bella
Bella beralih memandang Dasha dan berkata
"hai kak sha apa kabar" ucapnya memamerkan kemesraanya dengan Bima pada Dasha
Dash tersenyum dan berkata
"seperti yang kamu lihat bel aku baik dan sangat baik apalagi setelah mengenal dia"ucap Dasha menyentuh lengan Daren,Daren yang sejak tadi menunduk mengambil gelang Dasha langsung mengangkat wajahnya
Bella melotot ketika melihat pria yang dulu menolaknya
""sial kenapa Daren bisa bersama Dasha"batin bella
sedangkan Bima hanya bisa menunduk karena ia malu untuk memandang Dasha walaupun sebenarnya ia sangat ingin memeluk erat Dasha
"by kenalin ini Bella sepupu ku"ucapnya
Daren hanya tersenyum tipis lalu memegang tangan Dasha dan memasangkan gelang Dasha yang lepas tadi
"gelangnya jatuh "ucap Daren tersenyum
" makasih by "ucap Dasha
"bagus juga akting nya Dasha"ucap Sisil reflek memegang lengan Dekha
Dekha sontak memandang Sisil,sadar akan hal itu Sisil membisikan sesuatu pada Dekha
"biarkan begini sebentar kak"
Dekha hanya diam dan membiarkan Sisil memegang lengannya
"permisi nyonya tuan makanannya sudah siap "ucap pelayan
gina menggangguk mengerti dan pelayan pun pergi
"mari semua kita makan malam dulu"ucap Satrio
"kak ayo "ucapnya menggandeng sang kakak
"dilupakan suaminya"ucap Satrio
gina tersenyum lalu membisikkan sesuatu pada sang suami
Satrio pun sontak tersenyum entah apa yang dibisikkan gina pada sang suami
mereka pun berjalan menuju meja makan
gina menyedokkan makanan untuk suaminya dan kakaknya
"by mau makan apa"tanyanya
"apa aja,yang kamu ambilkan pasti aku makan ucap Daren
Dasha mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk Daren
begitu pula dengan Sisil ia mengambilkan Dekha makanan
Bella pun tak mau kalah ia juga mengambil makanan untuk Bima
tetapi saat Bella ingin memberikan makanan pada Bima terlihat sang kekasih memperhatikan Dasha sontak membuat Bella meletakan piring itu sehingga terdengar dentingan agak keras
"bel hati-hati" ucap sang mama
"maaf ma tangan Bella licin ucapnya asal
ia memandang Bima tajam sedangkan Bima cepat-cepat mengalihkan pandangannya pada piring makan ya
bersambung...
terimakasih yang sudah baca novel ini
__ADS_1
terus dukung karya author dengan cara like komen dan vote ya..kasih bintang lima ya juga ya untuk penilaian nya