
tak terasa 3 hari sudah semenjak kepergian gena saat ini Dasha sedang duduk pada ranjang mommynya dan mengusap pelan Bantal yang sering di gunakan sang mama
"mom sha rindu" ucapnya meneteskan air mata
"kak" ucap Valen
dasha segera menghapus air matanya
Valen mendekat pada Dasha
ia merasa iba dengan kakak angkatnya bagaimana mungkin di hari yang bahagia dia juga harus mendapatkan kabar kehilangan seseorang yang sangat penting di dalam hidup nya
"tadi tuan Daren menelpon pada telpon rumah "ucap Dasha
Dasha memandang Valen katanya kakak gak angkat telpon nya jadi dia telpon kerumah ,tuan Daren nanyain kakak udah makan belum saat ini dia lagi meeting ia ingin menyelesaikan pekerjaan nya dengan segera supaya bertemu kakak ucap Valen tersenyum
Dasha membalas senyuman Valen,ya begitu lah suaminya apalagi semenjak kepergian sang mommy Daren selalu mengkhawatirkan kondisi Dasha
*gimana sekolah "ucap Dasha
"baik kak hari ini kegiatan sekolah cepet banget si katanya ada rapat gitu makanya sekarang jam segini udah di rumah "ucapnya
"ayo kak makan,ibu di bawah udah masak yang enak buat kakak "ucap Valen
Dasha menatap jam pada dinding terlihat sudah pukul 12.20
Dasha beranjak dari tempat tidur mommynya berjalan menuju luar,Valen melihat itu seketika sedih ia kehilangan kakak yang cerewet kakak yang semangat..Valen pun segera menyusul Dasha
terlihat Dasha keluar dari kamarnya ternyata ia mengambil handphone
"ayo" ucapnya pada valen.valen hanya mengangguk berjalan mengikuti Dasha
akhirnya meeting mereka selesai juga seseorang yang terlihat sangat gusar entah apa ia pikirkan
"tuan ada apa "ucapnya melihat sang bos seperti cacing kepanasan
"dasha tidak mengangkat telpon ku" ucapnya
"sebaiknya kita kembali keruang an tuan disitu baru anda menghubungi Dasha" ucap Dekha
Daren langsung saja melangkahkan kakinya menuju ruangan nya
"hallo..".terdengar suara lemah di seberang sana
"sayang" ucapnya
"kenapa by"
"kamu lemah gitu ,kamu sakit" tanyanya dengan lembut dan penuh kekhawatiran
"engga by "
Daren mengebuskan nafanya
"sudah makan sayang "
"ni aku sudah di meja makan"
"sebentar lagi aku akan pulang sayang kamu tunggu di rumah ya" ucapnya
"iya by kamu udah makan siang belum ??"
"sudah" ucapnya berbohong
"bag.."
"tuan ini makanan anda saya yang memesannya untuk anda" ucap Dekha masuk begitu saja kedalam ruangan Daren
Daren melotot akan hal itu ia menjauh kan hp dan ingin rasanya memberikan bogem mentah pada asisten nya itu
"kamu bohong by "ucap Dasha
"ah tidak sayang,aku hanya khawatir sama kamu jadi tadi sedikit lupa" ucap ya
"kamu mengingat kan ku makan tapi kamu sendiri tidak makan" ucap Dasha kesal
"aku hanya terlalu khawatir sayang sama kamu,tapi janji habis ini aku makan " ucapnya
"yaudah aku makan,kamu juga makan ya ..aku matiin telpon nya "ucap Dasha
"
"iya sayang "ucap Daren
__ADS_1
love you ucap Daren
love you too ucap Dasha
"kamuuu" tunjuk Daren kesal
"ada apa tuan muda" ucap Dekha yang tidak paham melihat raut wajah bos nya itu
"kenapa kamu datang kesini gak ketuk pintu"
"maaf tuan tadi tangan saya penuh dengan makanan jadi langsung saja masuk "ucap dekha
"ya sudah kamu kembali keruangan "ucapnya
"baik tuan muda "ucap Dekha
"huh salah lagi "batin Dekha berjalan menuju luar
"pulang bareng saya" ketik Dekha pada seseorang,tak lama kemudian ada balasan dari pesannya itu
"tapi aku mau kerumah Dasha" balasan dari pesan Dekha
"kita bareng "
"yaudah "ucap Sisil
semenjak mereka berpacaran Sisil sedikit demi sedikit mulai menyukai Dekha entah itu hanya sekedar suka atau kagum .
terlihat Daren membawa mobil dengan kecepatan sedang tepat di lampu merah seorang anak kecil menjual bunga mawar pada dirinya dengan segera ia membeli bunga itu untuk sang istri
"semuanya berapa "ucap Daren
"80 ribu om" ucap anak kecil itu
Daren mengeluarkan uang 2 lembar uang merah dan memberikan pada anak kecil itu
"om ini kebanyakan"
"ambil saja" ucap Daren
"terimakasih om ucap anak itu tersenyum dan berlari"
Daren pun melanjutkan perjalan menuju rumah Dasha,ya saat ini mereka memutuskan tinggal di rumah Dasha sampai kondisi Dasha membaik semenjak kepergian ibu ya Dasha murung dan sering mendatangi kamar sang mommy
"eh aden" ucap bi Nunu
"dasha mana bi "ucapnya
"non Dasha ada di kolam renang den sama Valen "ucap bi Nunu
"ohh iya bi" ucap Daren ia pun segera mendatangi sang istri
Valen dan Dasha mendengar derap langkah mendekat mereka pun menengok kebelakang ternyata itu adalah suami Dasha
Dasha berdiri menghampiri suaminya
"by" ucapnya meraih tangan sang suami dan mencium dibalas dengan Daren mencium kening Dasha..Valen yang melihat itu langsung saja memalingkan wajahnya, bisa-bisa melihat hal begitu,Valen kan masih anak-anak begitu lah padahal Valen sudah beranjak dewasa
"kak ,Valen pergi dulu tuan Daren kan sudah ada disini Nemani kakak" ucapnya
"iya makasih ya udah nemenin" ucap Dasha
"iya kak" ucapnya berlalu
"gimana kerja kamu" ucap Dasha
"baik "ucap Daren membawa Dasha duduk di gazebo di dekat kolam,Dasha membantu sang suami melepaskan Jasnya..
"ini untuk aku "ucap Dasha
"ya ini bunga untuk istri tercinta" ucap nya
"terimakasih "ucapnya tersenyum
"sayang aku ngerti kamu masih bersedih tetapi kamu jangan larut dalam kesedihan ini mari kita jalani kehidupan selanjutnya sekarang mommy sudah tenang disanak,dia tidak merasa sakit lag"i ucap Daren memegang kedua pipi Dasha
Dasha sontak meneteskan air mata rasanya ia belum siap untuk kehilangan sang mama sebenarnya siapa pun dan kapan pun tidak akan siap untuk kehilangan orang tua tapi ini sudah jalan nya yang maha kuasa,semua makhluk akan kembali kepada nya
Dasha berpikir ia sudah menjadi seorang istri tetapi ia belum juga memberikan hak suami nya ia sadar bahwa ini salah tetapi saat ini ia benar-benar belum siap apa lagi dengan keadaan seperti ini,tetapi ia sudah memantapkan diri untuk melakukan kewajiban nya malam ini
jangan menangis lagi ucap Daren lembut
"by kamu pasti capek yuk kita kekamar aku siapin air hangat untuk kamu "ucapnya tersenyum membelai rahang tegas suaminya
__ADS_1
"baiklah mari sayang" ucapnya berdiri dan langsung saja menggendong Dasha ala bridal style
"by" jerit Dasha kaget ia pun segera mengalungkan tangannya pada leher sang suami
Daren tersenyum dan melangkah kakinya menuju kamar
saat ini mereka baru saja memasuki kamar sesudah makan malam bersama Dekha dan juga Sisil,ya Sisil kesini untuk menjenguk keadaan sahabat nya bagaimana ia juga ikut merasakan kehilangan
"by aku kekamar mandi" dulu ucap Dasha melepaskan pelukan di atas tempat tidur
didalam kamar mandi dasha membersihkan dirinya membuat dirinya wangi tak lupa lingerie **** hadiah dari sahabat nya ,saat ini ia sudah yakin bahwa akan memberikan hak pada suami
tak lama Dasha pun keluar dari kamar mandi ia melihat sang suami memandang handphonenya
"by" ucap Dasha
"iya sayang" ucap Daren memandang Dasha
"glukk "
Daren menelan ludah ya istri benar-benar sangat **** menggunakan lingerie transparan itu terlihat lekuk tubuh indah sang istri
ia mendekat pada Dasha,sedangkan Dasha hanya menunduk malu
"kamu sangat **** sayang "bisik Daren
Dasha membalikan badannya menghadap Daren
"by lakukan lah malam ini "ucapnya
"kamu yakin "ucap Daren
"ya by kamu sudah terlalu lama menunggu"
"baik lah sayang kalau kamu sudah menyetujui nya,aku akan membawa mu terbang malam ini "ucapnya
Daren melahap bibir Dasha dengan lembut bibir ini sudah kecanduannya Dasha pun dengan sigap mengalungkan tangannya
ia meraba punggung mulus Dasha ia membawa Dasha menuju ranjang tanpa. melepaskan pagutan mereka
Daren mencium puncak kening istrinya dan turun pada leher jenjang Dasha sedangkan tangannya sudah bermain pada area-area sensitif Dasha
Dasha menahan sesuatu yang lepas dari Mulutnya
"jangan ditahan sayang aku ingin mendengar ******* kamu ucap" , Daren
"akh...by "desah Dasha disaat Daren mulai menyentuh kedua buah dadanya
"mendesah lah sayang aku menyukai itu" ucapnya
Daren pun segera melepas lingerie yang dipakai sang istri terlihat body **** istrinya
"kamu benar-benar indah sayang "ucap Daren
"by jangan di pandang gitu aku malu" ucap Dasha
Daren pun segera melepas pakaian nya saat ini ia pun tidak memakai sehelai benang pun
"ya ampun besar apakah muat "ucap Dasha membatin
Daren melihat ekspresi sang istri tersenyum
"rileks sayang pertama memang sakit tetapi habis itu hanya ada kenikmatan "ucap Daren
Daren pun segera memposisikan dirinya di atas Dasha ia pun segera memasukkan punyanya kepada Dasha
terlihat Dasha meringis
"sakitt "ucapnya
"tahan sayang"
Daren agak mendorong lebih keras dan akhirnya bisa masuk Dasha mencekam bahu Daren seraya merasakan sakit pada area sensitif nya
Daren berhenti sejenak memandang wajah Dasha ia mengecup singkat bibir Dasha,"aku akan bergerak perlahan "ucap Daren
Dasha hanya mengangguk
.
terjadi lah malam panas itu yang bermula dari sakit pada akhirnya nya Dasha juga menikmati permainan Daren ya malam ini Daren benar-benar membawa nya terbang ******* bersahutan pada kamar mereka terlihat pukul 1 dini hari mereka baru saja menyelesaikan permainan mereka terlihat Dasha yang sudah tertidur lelap Daren pun membenarkan selimut Dasha ia memasuki kamar mandi dan segera menyusul sang istri ke alam mimpi
bersambung
__ADS_1
terimakasih yangs sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote..kasih hadiah juga ya...