
dasha bergegas memasuki kantor banyak karyawan menyapa nya di hanya mengangguk kan kepalanya
"kenapa nyonya Dasha kayak panik gitu ya"
"perasaan kamu aja kaliii"
"dia jalan nya aja cepat banget kayak ngejar sesuatu gitu "ucap mereka
"udah ah gak boleh ngomongin istri pak Daren nanti kalau orangnya dengar habis Lo "
"tapi ngomong-ngomong istri pak Daren itu sekretaris nya kan "
"iya sekretaris pak Daren"
"pantas aja si pak Daren mau wong dia cantik banget"
"hmm pantas saja dia bisa ngait pak Daren "ucap seseorang yang menohok
"eh jangan sembarang bicara kamu di dengar pak Daren hmm di depakk nanti" ucapnya mengingat kan temannya
"tau ni kan emang nyonya Dasha cantik ya wajar lah pak Daren mau"
"kak" seru Dasha membuka pintu ruangan Daren terlihat Daren terbaring lemah di sofa dan disampingnya seorang dokter
"sha "ucap Sisil
"Sisil disini" ucap Dasha
"iya lah gue kan udah sekretaris jadi ya disini dengar pak Daren sakit" ucap Sisil
"iya ya gue lupa" ucapnya
Sisil hanya menggeleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu
"kak kenapa bisa begini" ucap Dasha
"awalnya...."
flashback
"kha kamu sudah siapkan berkas untuk rapat para pemegang saham" ucap Daren
"sudah tuan dan beberapa berkat lainnya sudah Sisil yang pegang" ucapnya
terlihat Daren memijit pelipisnya
"tuan apakah anda baik-baik saja" ucapnya
"hmm baik" ucap Daren
"tetapi anda pucat tuan apakah perlu saya undur rapat ini"ucap Dekha
"tidak usah kha sudah berapa kali rapat ini di undur "ucap nya..berdiri
"kita keruangan rapat "ucap Daren
terlihat Sisil sudah menunggu didepan ruangan Daren dengan beberapa berkas..
mereka bertiga memasuki ruang rapat...para pemegang saham berdiri saat Daren memasuki ruangan
"baiklah silahkan duduk semuanya" ucap daren..
mereka pun duduk dan memulai rapat terlihat Sisil menjelaskan didepan sana..Daren yang merasa perutnya seperti di aduk-aduk hanya bisa menahannya..
"baiklah kalau tuan semua paham akan isi nya,kami harap kedepannya kita bisa kerja sama ..."
Daren berlari memasuki kamar mandi disana ia memuntahkan segala yang berada di dalam perut nya
Sisil memandang Dekha...Dekha yang paham akan di maksud Sisil ia bergegas menyusul atasannya itu..
"tuan Daren sakit" ucap mereka
"kenapa dia memaksa kan untuk rapat"
"beliau memang profesional dalam berkerja" ucap salah satu di ruang rapat
"baiklah tuan-tuan seperti nya rapat kali ini telah selesai dan maaf tidak ada kata sambutan dari pak Daren melihat kondisi nya kemungkinan ia butuh istirahat "ucap Sisil
"baiklah senang kami bergabung dengan perusahaan Aryabatta .."
"ya banyak keuntungan disini"
"memang perusahaan Aryabatta sangat hebat"
begitulah pujian-pujian yang di lontarkan untuk perusahaan Aryabatta..
"terimakasih pujian anda semua "ucap Sisil menyalami para tamu rapat
__ADS_1
setelah semua pergi terlihat Daren yang terkulai lemas di rangkulan Dekha
"ya ampun apa yang terjadi "ucap ya
"pak Daren sakit ia muntah-muntah dan akhirnya jatuh "ucap Dekha membawa keruangan Daren dan menelpon dokter
"astaga "ucap Sisil menyusul Dekha
flashback off
"begitu lah cerita nya sha "ucap Dekha
"Gimana kondisi suami saya dok ucap' Dasha yang berjongkok didepan Daren seraya mengelus kepala daren
"dari pemeriksaan saya tuan Daren tidak memiliki sakit apa pun"
"bagaimana bisa" ucap Dekha cepat menyela
"lihat kondisi nya saja sudah lemah seperti itu "ucap Dekha marah pada dokter yang hanya berkata seperti itu
"hei tenang "ucap Sisil mengelus lengan Dekha
"maaf tuan nyonya tapi sepertinya perkiraan saya ini bukan tuan Daren tapi nyonya Dasha" ucap dokter itu..
"loh kenapa saya ,yang sakit kan suami saya" ucap Dasha
enghh Daren melenguh..
"by "panggil nya
"sayang" ucap Daren
ia meringis dan bangun Dasha pun membantu Daren bangun dan duduk
ia segera memeluk dasha yang duduk didekatnya
Dasha memandang dokter dan juga kedua pasangan didepannya yang memandang ia dan Daren
"by lepas dulu "ucap Dasha tersenyum kaku
"gak mau aroma tubuh kamu bikin aku tenang" ucapnya
dasha tertawa canggung sedangkan dokter itu hanya tersenyum melihat seorang tuan Daren bersikap manja pada Dasha
"nyonya bisakah saya bertanya sedikit privasi "ucap dokter
"silahkan dok."
"hei kenapa menanyai istri ku begitu "ucap Daren kesal Daren
"ah maaf tuan tapi perkiraan saya..."
"ahh ya aku udah telat 2 Minggu ucap Dasha memotong ucapan dokter
"ya itu maksud saya lebih baik anda periksa pada dokter obgyn "ucapnya
"tapi apa hubungannya dengan suami saya" ucap Dasha..
"begini nona ..ada istilah sindrom couvade atau yang di sebut kehamilan simpatik gejala ini terjadi pada seorang laki-laki ketika istrinya hamil laki-laki merasakan yang namanya morning sicknees yang seharusnya di alami ibu-ibu hamil...hak seperti ini teori dasar jadi saya paham walaupun saya bukan dokter obgyn "ucapnya
"jadi menurut ada istri saya hamil' ucap Daren berbinar
"bisa di katakan seperti itu ,dari perkiraan saya istri anda hamil tuan tapi kalau ingin lebih tepatnya anda periksa pada dokter obgyn" ucap dokter itu
"sayang" peluk Daren pada Dasha
sedangkan Dasha masih belum bengong..
"sayang "ucap Daren memeluk Dasha
"ehh" Dasha kaget..
"kamu hamil" ucapnya menyandarkan lamunan Dasha
"ih belum juga di periksa "ucap Dasha tapi sebenarnya didalam hati ia bersorak
"baiklah tuan nyonya saya pamit undur diri" ucap dokter itu
"kha berikan imbalan pada dokter itu lebih besar "ucap Daren
"baik tuan" ucap Dekha
"mari saya antar" ucap Dekha
"gue bakal jadi aunty" ucap Sisil bahagia
"mudah-mudahan"ucap Dasha
__ADS_1
didalam mobil Dasha memegang perut rata nya semoga apa yang di bilang dokter itu benar,ya walaupun pernikahan mereka sudah memasuki bulan ke 2 tetapi ia sangat mengharap anak yang tumbuh di rahimnya
"silahkan duduk tuan nyonya" ucap dokter
"dokter tolong periksa istri saya "ucap Daren
dokter itu tersenyum ramah..
"baiklah apa keluhan anda nyonya "ucap dokter
"saya tidak ada keluhan apa pun dok hanya telat menstruasi 2 Minggu yang ada keluhan itu suami saya seperti muntah-muntah dan pusing ucap Dasha
"seperti nya suami anda sangat mencintai anda sehingga dia yang mengantikan keluhan anda" ucap dokter itu tersenyum
Daren pun ikut tersenyum mendengar perkataan dokter itu ya jelas dia sangat mencintai istrinya
dokter itu pun memeriksa denyut nadi Dasha
"80-84 kali permenit "ucap dokter
mari nyonya silahkan berbaring di sini kita lakukan USG ucapnya
dasha pun berdiri dan berbaring di brankar di bantu suaminya
"eh dok kenapa di buka" ucap Daren
Dasha menepuk kepalanya pelan,suaminya ini tidak tau apa kalau orang lakukan USG itu ya h harus di perut dan berarti harus di buka
"saya harus mengoleskan gel ini di bagian perut nyonya "ucap dokter itu
"hmm tapi jangan terlalu di buka" ucap Daren
dokter itu hanya tersenyum melihat posesif nya pada sang istri sedangkan Dasha hanya menggeleng kepala
"lihat lah tuan nyonya itu dia terlihat ada 3 embrio yang berada di rahim anda" ucap dokter
"3 "ucap Daren ..
"ya bayi anda kembar 3" ucap dokter
"sayang" ucap Daren menciumi kening sang istri
Dasha pun merasa bahagia anugrah yang luar biasa ia bisa mengandung langsung 3 orang anak
"tapi mana Anak saya dok dari tadi saya hanya melihat bintik hitam seperti itu" ucap Daren
"gambar hanya ilustrasi"
dokter itu tersenyum" ini masih trimester awal tuan jadi bayinya masih berbentuk seperti itu "ucap dokter
"tau ah kamu by masa langsung besar" ucap Dasha
"kan gak tau sayang "ucap Daren
"kapan bisa lihat jenis kelaminnya dok" ucap Dasha
"saat usia kandungan 16 Minggu" ucap dokter membersihkan sisa gel di perut Dasha
mereka pun duduk kembali kemeja
"saya kasih resep vitamin buat nyonya dan obat mual untuk tuan" ucap dokter itu
"dok" ucap Daren
dokter memandang Daren
"apakah bisa melakukan hubungan suami istri "ucap Daren gamblang
blushh pipi dasha memerah mendengar pertanyaan suaminya itu
"apaan si by "ucap Dasha mencubit paha Daren
"duhhh sayang sakit" ucapnya
"maaf dok suami saya ini memang begini "ucapnya sedangkan Daren mengelus pahanya yang di cubit sang istri
"tidak papa nyonya..untuk trimester pertama bisa cuma dikurangi durasinya dan juga jangan terlalu sering tuan yang pasti kenyamanan untuk bumil juga "ucapnya
"ah baiklah terimakasih dokter "ucap Daren
"sama-sama tuan" ucap dokter itu
mereka pun meninggalkan kan rumah sakit setelah menebus obat
bersambung
__ADS_1
terimakasih yang sudah baca jangan lupa like komen dan vote terimakasih
dukung terus ya semoga banyak pembaca dan juga bisa masuk rangking-rangking... terimakasih