Pujaan Hati CEO Arogan

Pujaan Hati CEO Arogan
lamaran


__ADS_3

"ma ma"teriak Daren menuruni tangga rumahnya


mama Dila yang sedang memasak didapur cepat-cepat menyuci tangannya


"iya ren kenapa teriak-teriak gitu "ucap mama Dila mendekati anaknya


"mama tau tentang Tante gena"


"tentang apa"tanya nya balik


tentang penyakit Tante gena ma"


"enggak ren,emangnya Tante kamu sakit apa"


"Tante gena terkena tumor ma"


"apa"teriak mama Dila kaget


"ma gak usah teriak"ucap Daren kesal mengelus telinganya


"mama kaget ren"


"iya Daren juga kaget",ucapnya


"beneran ren kamu jangan bercanda,setahu mama gena baik-baik aja"ucapnya yakin


"benar ma"


"yaudah kita kerumah Tante kamu sekalian jenguk"


"boleh juga"ucap Daren


"akhirnya ada alasan juga bisa ketemu Dasha "batinnya sambil tersenyum


mama Dila melihat anaknya tersenyum memuku lengan anaknya


plakk...


"maaa"ucap Daren meringis


"apa,... ngapain kamu senyum-senyum gitu,"


"enggak siapa yang senyum"sangkal Daren


"mama lihat ya tadi kamu senyum-senyum"


"Daren senang aja bakal ketemu Dasha" ucap spontan Daren


"ohhhh begitu yaa"goda mamanya menaik turunkan alisnya


"ehh enggak bukan gitu maksud Daren senang ketemu Tante gena mama dari Dasha gituu"sangkal Daren


"alahh ngeles aja kamu kayak bajai"ucap mamanya


"emang mama pernah liat bajai ngeles


"enggak si "ucap mamanya tersenyum


"tu kan ma....."


"udah gak usah di lanjutin lagi mama mau siap-siap dulu dan panggil papa dan kamu tunggu aja ya"ucap mamanya meninggalkan Daren menuju pintu belakang karena ia ingin memanggil bibi buat lanjutin masakannya


Daren mendengus kesal dengan mamanya


"pa..pa..."


teriak Dila memanggil suaminya


"ma kenapa teriak-teriak" ucap papa Bram keluar dari walk-in closed


"pa ayo siap-siap"ajak mama dila mengambil tas


"siap-siap kemana ma"ucap papa Bram bingung


"kita kerumah gena"ucapnya memandang sang suami


"mama mau main kesana" tanya Bram pada istri mya


"iya pa sekalian jenguk gena, ucapnya


"memang gena kenapa"tanya bram


"gena sakit"jawab dila


" udah ayo" tariknya tangan Bram


"bentar ma lihat rambut papa aja masih berantakan"tunjuknya pada rambut


"kan udah mama bilang ayo siap-siap"ucap dila


"papa tu bingung tiba-tiba mama suruh siap-siap"ucap bram


"yaudah sini mama bantu sisirin "ucapnya mengambil sisir


"tunduk dikit"ucapnya


papa Bram merengkuh pinggang istrinya


"pa ih lepas susah ni"ucap Dila mendorong dada bidang suaminya


"enggak papa maunya gini"ucap bram


mama Dila menyisir rambut suaminya setelah rapi ia pun berbicara


"lepasin pa kita harus kerumah Dila"


"vitamin nya dulu"ucap Bram

__ADS_1


Dila memutar bola matanya malas suaminya ini walaupun sudah berumur lanjut tetapi sifat mesumnya masih saja seperti dulu


"tapi janji ya habis itu kita perg"i ucap Dila


"iyaa mana cepat"


ia mendekat kan wajahnya


Dila mengecup bibir suaminya sekilas tetapi sang suami menahan tengkuk nya sehingga bukan hanya kecupan tetapi ******* halus


"sudah"ucap Bram mengelap bibir sang istri menggunakan ibu jarinya


"ayo ah "ucap Dila cepat-cepat berlalu


walaupun pun sudah puluhan tahun mereka menikah tetapi Dila tetap saja ketika melakukan hal romantis pada suaminya


Bram tersenyum melihat istrinya,ia pun bergegas menyusul sang istri


"untung aja ni lipstik mahal kalau enggak udah belopatan Karena ulah si papa ni"gumam mama Dila


sesampai diteras rumah Dila melihat anaknya menyandarkan punggungnya pada mobil


"lama banget"ucap Daren


"udah ayoo ,eh ada Dekha ucap Dila


"iya Tante "ucap Dekha


"ikut juga nak" tanya Dila


"iya Tante tadi tuan muda berpesan untuk membawakan buah buah dan parsel lainnya"ucap Dekha


"HM gitu ya"ia melirik suaminya masih didalam rumah


"pa cepat teriak sang istri"


"ma pa kalian naik mobil disopirin pak Adi


"iya terserah kamu aja"ucap sang mama menuju mobil dan dibuntuti oleh suami nya


-


-


"ayo kha"ajaknya


"baik tuan muda"ucap Dekha


kini mereka telah berada didalam mobil masing


-


-


"mommy tunggu di sini ya duduk manis nonton TV sha mau masak dulu"ucap Dasha


"sha tapi mommy mau bantu,"ucapnya


"no,mommy disini atau mommy balik kekamar lagi"ucapd Dasha


mommy gena menggeleng ia bosan kalau harus balik ke kamar lagi


"yaudah ni tab mommy siapa tau mommy mau cek toko roti "ucapnya


"ayo sil "ajaknya


"kemana",tanya Sisil mendongak menatap Dasha


"masak ayoo" tariknya pada tangan Sisil


"sha tapi aku gak pandai masak kayak kamu"ucap Sisil karena ia masih ingin melihat tiktok nya


"bohong kamu itu tau tapi maless"ucap Dasha menarik tangan Sisil


"iya iya deh lepas dulu nanti jatuh "ucapnya


"oke ayo"Dasha pun melepaskan pegangannya



"kamu mau masak apa"tanya Sisil


"belom tau si bingung,ada saran"ucap ya


Sisil menggeleng kepala nya


Dasha membuka lemari pendingin ia mengambil bahan-bahan yang ada didalam nya


Dasha menguncir rambutnya tinggi lalu memasang celemek apron


Dasha sangat pandai dalam memasak karena sang mommy selalu mengajarinya untuk memasak sedang kan Sisil tahu memasak tetapi tidak selihai Dasha maklum saja karena Sisil dari anak orang kaya jadi tidak terlalu sering menuju dapur


"sil cuci ini ya"


"oke"


mereka membagi kerja supaya masakannya cepat selesai.


setelah 1 jam lamanya berkutat di dapur masakan mereka jadi


"beressss..."ucap Dasha mengangkat tangannya


"akhirnya" ucap Sisil duduk di kursi kitchen



__ADS_1





"pasti enak semua ni,beruntung banget yang jadi suami Lo"goda Sisil


"biasa aja"jawab Dasha membawa makanan itu kemeja makan


Sisil pun membantu memindahkan makanan kemeja makan


Dasha melepas apron


ia pun mendekati sang mama untuk mengajak makan karena masakannya telah jadi


"iya Tante ayo masakannya enak banget Lo Tan Dasha jago banget"pujinya


"berlebihan kamu sil,kamu juga kok yang bantu"ucap Dasha


"yaudah ayo kita makan"ajak mommy


'lapar ya Tante"ledek Sisil


"udah ah ayo"ucap Dasha


dua buah mobil memasuki halaman rumah Dasha pak Mamat yang sedang menjaga kaget apa dia tidak salah lihat itu keluarga dari Aryabatta,siapa tidak kenal dengan keluarga itu, keluarga yang mempunyai perusahaan terbesar di negara nya


pak Mamat mendekat lalu berkata


"siang tuan, nyonya,"


"siang pak"jawab Dila


"gena nya ada"?tanyanya lagi


"ada nyonya didalam,apa perlu saya antar"


"gak pak,bapak bantu aja bawain parsel di dalam mobil anak saya ya"ucapnya


"baik nyonya"


"ayo pa "


mereka berjalan masuk kedalam rumah


"gena"panggil Dila


mommy gena mendengar seseorang memanggil nya menghentikan langkahnya ia membalikan badannya begitu pula Dasha dan Sisil


"eh Dil,kapan datang"tanyanya


"baru aja"ucap Dila


"gena mendekati temanya ayo duduk" ucap nya


Sisil dan Dasha saling pandang


"huh di tunda lagi makannya"ucap Sisil


"hus"Dasha mendelik Sisil


"sha ngapain keluarga Aryabatta kesini"tanyanya


"gak tau,tetapi nyonya Aryabatta itu temannya mommy"ucap Dasha


"ohh gitu" ucap Sisil


"sayang,sini" panggil mommy nya


dasha dan Sisil tersenyum kikuk lalu mendekat


Dasha menyalami Bram dan Dila begitu pula Sisil.


"apa kabar tan...eh ma pa "ucap Dasha


Sisil mendengar ucapan Dasha melotot


"udah dekat aja ni bocah"batin Sisil


"baik sha"ucap Bram"


"baik sayang,kamu gimana"


"baik juga ma"ucap Dasha


"kenalin ma,pa sahabat Dash,Sisil namanya


Sisil tersenyum


"sama-sama cantik ya"ucap Dila


sedangkan Bram hanya diam menyimak,


mata sisil tertuju pada 2 pria yang baru saja masuk dengan gaya cool nya dan ditangannya membawa parsel dan disusul dibelakang pak Mamat juga membawa parsel


"mau lamaran ya Tante"ucap Sisil


"ha"ucap Dila dan gena bersama


"sil apa-apa si "ucap Dasha menyenggol dengan sikutnya


"iya tuhhh "tunjuknya kearah pintu..


sontak Bram,Dila dan gena mengalihkan pandangan yang dituju Sisil


bersambung

__ADS_1


terima Yang udah dukung novel ini,jangan bosan ya like komen dan vote supaya author semangat updatenya nya


__ADS_2