
"enak banget hmmmm" Dasha menggoyang -goyangkan kepalanya
sedangkan gena melihat tingkah anaknya hanya tersenyum gena disuapi oleh Valen awalnya dasya ingin menyuapi ibunya tetapi gena meminta anaknya makan duluan alhasil yang menawarkan dirinya untuk menyuapi genah oleh paksaan dari dasha gena menerima tawaran Valen hingga saat ini kalian masih menyuapi gena makan sedangkan Valen belum makan
saat mereka selesai makan dan saya ingin keluar memberikan makanan untuk Pak mail dan meminta Pak mail untuk pulang saja
"len tolong jagain Mommy ya Kakak mau pulang dulu mandi ganti baju habis itu balik ke sini lagi"ucap Dasha
"tenang aja kak bilang sama ibu juga ya sama ia menghentikan ucapannya......
"sama" tanya Dasha
" boleh bawain buku-buku nggak Kak supaya besok berangkatnya dari sini aja ucap Valen
"boleh dong" ucapnya emang buku apa aja paling menyebutkan buku-buku apa aja yang minta dibawain sama Dasha nanti
"mom sha pulang dulu ya nanti sha kesini lagi kalau udah mandi dan ganti baju"ucapnya
"yaudah kamu hati-hati ya,pulangnya sama siap tanya gena
"sendiri mom sha kan bawa mobil" ucap Dasha
"yang sekalian sama aku aja" ucapnya
"kamu gak kekantor by" tanyanya
"enggak" ucapnya
"kak Dekha"ucapnya
"saya langsung balik kantor lagi sya supaya besok kerjaan nggak numpuk"ucap deka
"tu by kasihan Kak deka sendirian ngerjainnya"
"itu kan memang udah tugas dia sayang" ucap Daren
"Ya udah terserah kamu aja deh kalau gitu"pasrah Dasha
"kunci mobil "pintanya pada Dekha
"bi pakai mobil aku aja biar Kak deka yang pakai mobil itu lagian itu kan mobil Kak Dekha kamu juga nggak bawa mobil "ucap Dasha
Darren hanya mengangguk
"tante Daren pamit dulu "ucap Daren mendekat pada gena
__ADS_1
"hati-hati nak jagain Dasha "ucap gena
"baik Tante" ucap Daren
dasha tersenyum dan mendekati mommynya lalu mencium pipi sang mama
"yuk by" ucapnya
mereka pun meninggalkan ruangan gena tersisalah valen dan juga gena
"nyonya maafkan saya karena sudah lancang memanggil dengan sebutan kakak pada nona Dasha" ucap valen
"tidak apa-apa Len pasti Dasha senang banget karena ia sangat ingin mempunyai adik sayangnya Tuhan tidak menghendaki itu "ucap jena
"terimakasih nyonya" ucapnya
"apa nyonya ingin jalan-jalan ke taman "ucapnya
"apa boleh "tanya gena
"biar Valen tanya dokter atau suster dulu nyonya,nyonya tunggu disini dulu ya" ucapnya
"baik lah" ucap gena
"nyonya boleh keluar tetapi kalau merasa capek atau merasa tidak enak segera masuk kembali dan panggil dokter" ucap suster melepas infus karena gena sudah agak bertenaga tidak selemah kemarin
"baik sus terimakasih bantuannya "ucap Valen setelah mereka mendudukan gena pada kursi roda
"sama-sama saya permisi" ucap suster
mereka tersenyum
Valen mendorong kursi roda gena menuju taman terlihat panas disana tetapi Valen mencari tempat yang banyak pepohonan rindang sehingga sejuk
"adem banget angin di sini sayangnya adem-ademnya dan banyak pohon tetap saja ada bau obat-obatan "ucap gena
"pasti nyonya,, ini kan rumah sakit besar beruntung aja di sini kalau di kampung mah jangankan halaman kayak gini atau taman rasanya kalau udah di rumah sakit tuh kayak mau pulang aja nggak ada tempat yang untuk ngadem kayak gini ucap valen
"benar cuman kalau di kampung kalau kita sehat di sana udaranya segar nggak kayak di sini" ucap gena karena waktu suaminya masih hidup sering mengajak Nya ke perkampungan yang ada wisata air terjun
"benar sih ,,nyonya Kak dasya itu sama yang tadi tunangannya ya"tanyanya
"bukan tetapi rencananya 3 minggu lagi acara pertunangan dasha dan Daren makanya saya mau sehat supaya bisa menyaksikan hari bahagia anak saya" ucap gena
"nyonya pasti sehat " ucap Valen berjongkok depan gena
__ADS_1
"by besok aku gak masuk ya" ucapnya menatap Daren yang menyetir
i"ya sayang aku ngerti "ucap Daren
dasha tersenyum akhir-akhir ini Daren sering memanggil nya dengan sebutan sayang ia meras bahagia
"tapi kamu jangan samperin aku kerumah sakit lagi", ucapnya
"iya iya tapi kalau kerja udah beres boleh kan "tanya nya
"boleh aja" ucap Dasha
"
untuk malam ini aku temani kamu nginap dirumah sakit ya" ucapnya
"eh gak usah by kamu kan mau kerja jadi kasihan kalau nginep dirumah sakit ucap Dasha
"gak papa aku ini lelaki jadi gak mudah sakit" ucap Daren
"iya kalau lelaki tapi bukan berarti kamu gak bakal sakit "ucap Dasha
"aku cuma mau ada didekat kamu sayang kasih suport untuk kamu "ucapnya
Dasha terharu
"terimakasih ya by" ucapnya
"kurang tidur" ucap Daren ketika melihat kekasihnya menguap terus
"biasa lah by namanya rumah sakit gak seperti rumah sendiri jadi kurang enak aja" ucapnya
"yaudah kamu tidur aja" ucap Daren
Daren menurunkan kursi Dasha supaya enak untuk tidur
tak lama kemudian Dasha tertidur
Daren tersenyum mengelus kepala Dasha
"aku akan selalu ada buat kamu" gumamnya
bersambung
semoga makin suka ya dengan cerita author makasih juga yang sudah like semoga yang like makin nambah hehe senang aja liat like nambah apalagi kalau banyak komentar positif makin semangat untuk update 😁
__ADS_1