
visual Daren dan Dasha
"selamat atas pernikahan kamu" ucap Daniel
"terimakasih bro ,kamu kapan "ucap ucap Daren
"entahlah..calon istri ku sudah kamu rebut" ucap nya
"heii "kesal Daren
Daniel tertawa "aku bercanda" ucapnya
"selamat ya...malam ini kamu sangat cantik" ucap Daniel yang sedang menjabat tangan Dasha
Daren yang melihat itu sontak menarik tangan Daniel
"astaga kamu cemburuan sekali "ucap Daniel tertawa mengejek sahabat nya itu
"mending kamu pergi Nikmati hidangan "ucap Daren kesal
"baik-baik,jaga istri mu nanti di ambil orang" ucap Daniel sebelum meninggalkan Daren
dasha tertawa melihat wajah lucu suaminya itu,ia memegang lengan sang suami..
"lain kali jangan mau di pegang sama cowok ya sayang "ucap Daren
dasha tertawa mendengar permintaan suaminya itu
"baiklah suami ku "ucap Dasha
Daren sontak tersenyum
"selamat tuan Bram akhirnya Daren menikah juga "ucap rekan bisnis Bram
"hmm begitu lah "ucap Bram
"ternyata cantik juga ya istri Daren"
"tentu "ucap Bram
"baiklah tuan Kusuma silahkan menikmati hidangan kami,saya ingin menyambut tamu yang lain" ucap Bram... sebenarnya nya Bram sangat malas berurusan dengan Kusuma karena ia tau kelicikan dari orang tersebut
"baiklah silahkan tuan Bram "ucap Kusuma
"berbahagia lah sekarang karena kebahagiaan itu tidak akan lama "ucap Kusuma yang yakin akan rencana nya berhasil
"dasar toxic "gumam Bram berjalan menjauh dari Kusuma
"selamat sha akhirnya resmi juga Lo jadi istri pak Daren "ucap Sisil
dasha tersenyum dan berkata "kamu kapan"
Sisil memandang Dekha.. "secepatnya" sahut Dekha
pipi Sisil memerah
"cie Sisil "ucap Dasha
"apaan sih "ucap Sisil..
"gue mau ambil minum dulu "ucap Sisil
"oh ya selamat pak Daren" ucapnya berbalik memberikan selamat pada Daren
"selamat tuan muda" ucap Dekha
"terimakasih kha "ucap Daren
"selamat sha "ucapnya
"terima kasih kak,kakak jangan lama-lama juga cepat halalil Sisil "ucap Dasha
Dekha hanya mengangguk tersenyum.ia menyusul Sisil yang sedang duduk menikmati kue cake
"apakah kamu benar-benar sudah melupakan ku sha "batin Bima yang melihat Dasha tertawa lepas bersama lelaki lain
ia teringat bayangan-banyangan masalalu dimana ia berkata akan menikahi Dasha kelak
__ADS_1
flashback on
"janji ya Bim jangan tinggalkan aku "ucap Dasha
"iya sayang aku janji,kamu fokus sama kuliah kamu dan disini aku akan mengumpulkan uang dan segera meminang kamu setelah lulus nanti "ucapnya
"iya kita akan bahagia dan mempunyai anak" ucap Dasha
flashback off
"sekarang kamu nikah sha tapi tidak dengan ku "batin Bima
"sayang .".Bella mengoyangkan lengan Bima
"emm "Bima memandang Bella..
"kamu ngelamunin apa sih "ucap Bella
"engga siapa yang melamun "ucap Bima
"jangan-jangan kamu ngelamunin Dasha ya kamu gak rela dia nikah"ucap Bella memicingkan mata nya
"engga bel jangan ngada-ngada deh "ucap Bima
"yaudah ayo duduk sana ,"ucap Bella
"ayo ucap' Bima
"eh ada dua orang pengkhianat "ucap Sisil yang melihat Bima dan Bella berjalan mendekati mereka
"jaga mulut Lo ya" ucap Bella
"UPS....".Bella menutup mulut nya dengan tangan
"ngerasa ya "ucap sisil tersenyum mengejek
Dekha tersenyum tipis melihat tingkah kekasih nya itu , seakan-akan ia yang menjadi korban pengkhianat Dasha yang di khianati tidak bersikap seperti itu..
"udah bel ayo Jangan buat keributan "ucap Bima
setelah mereka duduk Bella berbicara.
"kamu kenapa sih bela-belain Sisil" ucap nya
"tapi dia dulu yang cari gara-gara "ucap Bella
"udah la bel kita sedang di acara sepupu kamu masa buat ribut "ucap Bima yang mulai kesal
"kamu berubah Bim" ucap Bella menjauh dari Bima
Bima mengusap wajahnya secara kasar
Bella menghubungi seseorang dan dia meninggal kan acara tersebut tanpa pamit sama siapa pun
Bima cepat mendekat pada Daren dan Dasha
"tuan Daren selamat atas pernikahan anda" ucap Bima
terimakasih ucap nya singkat
"selamat sha semoga kamu bahagia "ucap nya
Dasha tersenyum" dimana Bella "ucap nya
"Bella tadi keluar sebentar "ucap Bima
"ya sudah saya pamit ucapnya pada Daren..."ia ingin menyusul Bella dan meminta maaf..bukan maksud Bima bersikap seperti itu dan ia menyesali perbuatannya
"kemana Bella" gumam bima yang telah di luar hotel mencari Bella tetapi tidak menemukan keberadaan nya.ia mencoba menelpon Bella tetapi Bella tidak menjawab
"bel kamu dimana,angkat dong" ucapnya
ia segera menuju parkir dan mengambil mobilnya ..ia berniat mencari Bella di sekitar jalan sini
para tamu sudah banyak berpulang tersisa keluarga besar dari Dasha dan Daren..
mereka melakukan sesi foto bersama dan juga foto pernikahan Daren dan Dasha
akhirnya acara nya selesai ucap Dasha yang duduk..
gena yang sedang berbincang bersama Adik dan besannya merasakan pusing yang teramat sangat dan pandangan nya mulai buram ia memegang kepalanya sesaat kemudian ia pun tumbang .
__ADS_1
semua orang kaget..
"kak ...kak.".seru gina melihat kakaknya pingsan
"gena bangun gen..."
"kita bawa kerumah sakit "ucap Bram
mereka pun segera membawa gena kerumah sakit sedangkan Dila cepat memberitahu kepada Dasha dan Daren bahwa gena di larikan kerumah sakit
dasha kaget mendengar apa yang dikatakan ibu mertuanya itu..ia sontak saja ingin segera meninggalkan hotel itu tetapi ibu mertua dan suaminya berkata untuk berganti pakaian habis itu menyusul kerumah sakit..
ya tidak mungkin kerumah sakit masih menggunakan gaun pernikahan .
"Tante "...seru Dasha yang melihat sang Tante sedang duduk di kursi..
"sha "ucap nya berdiri
"mommy gimana" ucap Dasha tanya dengan raut yang sedih
"masih di tangani oleh dokter" ucap gina
terlihat mertua,Tante dan juga omnya sedang menunggu di kursi
Daren memeluk Dasha..
"mommy by" ucapnya
"kamu tenang mommy pasti baik-baik saja "ucap Daren
tak lama kemudian dokter Ricardo yang menangani gena keluar
"bagiamana kondisi mommy saya dok" tanya Dasha cepat
mereka semua berdiri menunggu penjelasan dokter
"pasien koma" ucap dokter
tangis Dasha langsung pecah..
"bagaimana bisa koma dokter mama saya hanya pingsan .."
"kondisi pasien sangat ini sangat lemah dan untuk bertahan hidup sangat lah tipis "ucap dokter.
"tidak "teriak Dasha
semua orang kaget mendengar teriakan Dasha mereka sangat sedih melihat sha
"kemarin mommy saya cek up dan hilang ada kemajuan dan sekarang bagaimana bisa anda bilang mommy saya kritis" ucapnya
"sha tenang sha tenang "ucap gina mengelus lengan Dasha ia tak tega melihat Dasha yang dihisteris
"dok berikan pelayanan terbaik untuk mertua saya "ucap Daren
"saya hanya seorang dokter tuan Daren semuanya akan saya lakukan untuk membantu pasien tetapi semuanya kembali kepada yang kuasa" ucap dokter.
"saya permisi "ucapnya lagi
dasha langsung saja merosot
kenapa harus dia..kenapa di hari spesial nya harus mendapatkan berita seperti ini
"sayang "ucap Daren memeluk Dasha
"aku gak mau kehilangan mommy by "ucapnya sesegukan
"kasian Dasha pa" ucap Dila yang ikut menangis
"
begitu juga gina menangis di pelukan suaminya tak disangka penyakit kakaknya akan separah ini
mereka masuk kedalam ruang rawat gena dalam catatan tidak boleh menganggu pasien
"mom "ucap Dasha sambil memegang tangan gena
"mom kan sudah janji sama Dasha bakal temani Dasha terus" ucapnya sambil menangis pedih
"mom bilang sehat sama Dasha kenapa mom gak bilang sam...."suaranya tenggelam karena tangis nya
Daren memeluk Dasha dan menenangkan nya.. Karena kebanyakan menangis Dasha pun tertidur dipelukan suaminya
__ADS_1
bersambung
terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote ya..yang penasaran stay tune terus..