
tak terasa kini sinar matahari pagi sudah menerangi seluruh alam terdengar ricau burung dipagi hari
kini dua orang gadis sudah siap dengan setelan mereka masing-masing,hari ini mereka tidak telat bangun seperti kemarin
"bagus gak si ini" ucap Dasha memperlihatkan high heels di kakinya
"itu udah bagus dari pada yang tadi"ucap Sisil memakai high heels nya
"udah siap yuk"ucap Sisil
"yuk " ucapnya
mereka dua keluar dari kamar dan segera menuruni anak tangga
terlihat disana tepatnya dimeja makan sang mama sudah duduk dengan memakan roti
"pagi mom " ucap Dasha mencium sang mama
"pagi sayang"
"pagi Tante" ucap Sisil
"pagi sil"ucap gena tersenyum
saat Dasha dan Sisil duduk terlihat seorang wanita membawakan 2 gelas susu
"bibi" ucap Dasha
kapan datang lanjutnya
"malam tadi non " ucap bi nunu
Dasha memandang sang mama
"kamu udah tidur", ucap sang mama
"katanya bibi mau bawa anak bibi,ucap Dasha
"iya non anak bibi dibelakang non" ucap bi Nunu
"gak sekolah ini kan hari Senin"ucap Dasha
"bibi baru datang semalam sha dan rencananya Nina mau pindah sekolah yang Deket sini"jawab sang mama
"oo begitu yaudah nanti sha yang bantu daftarin ya bi"ucap Dasha
"gak usah non biar bibi aja,non juga sibuk" ucapnya
"gak papa bi hari ini sha ijin sama Daren aja" ucap nya
"ngomong Mulu Lo,nih makan "ucap Sisil
"eh iya ya yaudah nanti bibi bilang aja sama anak bibi"ucap Dasha menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya menurut Dasha kalau cuma makan roti itu kurang mengenyangkan dan itu bisa mempengaruhi fokusnya
bi Nunu memandang majikannya gena mengangguk tersenyum dan bi Nunu pun pergi meninggalkan meja makan
setelah selesai sarapan Sisil dan Dasha berpamitan pada gena
"mom sha kerja dulu"ucapnya menyalami sang mommy tak lupa kecupan pada pipi sang mommy
__ADS_1
"Tante Sisil pamit dulu ya"
gena menerima tangan Sisil yang ingin mencium tangannya
"kalian hati-hati ya ingat jangan ngebut "ucap gena mengelus pucuk kepala Dasha dan Sisil
"siap" ucap mereka serempak mereka tersenyum dan pergi meninggalkan rumah menaiki mobil
"sha Lo beneran minta ijin sama pak Daren"ucap Sisil
"iya gue mau cariin sekolah buat anak bi Nunu" ucapnya
"kalau nanti pulang,gue gimana ?ucap Sisil
"tinggal minta antar kak Dekha" ucap Dasha
plakk ..Sisil memukul lengan Dasha
"duhhh",ringis Dasha
"kenapa sil gak usah pukul nanti kita tabrakan gimana kan gue lagi nyetir"ucapnya menggosok-gosok lengannya
"lebay Lo orang pukul nya gak kuat juga,lagian Lo masa di antar kak Dekha,gak mau lah"ucap Sisil
"jual mahal lagi Lo"ucap Dasha
"dari pada murah kayak Bella" ucap Sisil
dasha tertawa mendengar penuturan sahabat nya
"iya kan gue ini mahal "
"oh iya ya kenapa bingung kan ada taxi online "ucap Sisil
Dasha tertawa kecil
"kenapa Lo kesambet "ucap Sisil
"lagian sih,nanti pulang gue jemput sekalian kita ngemall"ucap Dasha
"beneran sha" ucap Sisil
"iya" ucap Dasha
"makasih". ucapnya memeluk Dasha
"sil lepas ih gue lagi nyetir" ucap Dasha
Sisil sontak melepaskan lalu tersenyum
kini mereka telah sampai didepan perusahaan ,Sisil dan Dasha berpisah menuju ruangan mereka masing-masing
hari ini Dasha ingin menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat karena nanti jam makan siang ia akan meminta ijin untuk pergi.
"oke sekarang pukul..."ia melihat jam di pergelangan tangan nya
"9.35...pukul 10.15 pertemuan dengan pak Kusuma ucapnya .."
ia berdiri lalu membawa beberapa map keruangan Daren
__ADS_1
tok tok..
"masuk "
terdengar suara barinton dari ruangan itu
Dasha masuk kedalam ruangan itu
"pagi by, "ucapnya
Daren mengangkat kepalanya
ia menutup laptop
"ini jadwal kamu hari ini,jam 10.15 kita ada pertemuan dengan pak Kusuma jadi kita berangkat sekarang "ucapnya
"2 dokumen ini harus di tanda tangani ya by"ucap nya lagi
"pak Kusuma minta pertemuan dimana" ucapnya
"pertemuan di kafe X"ucap Dasha
"yaudah kita berangkat sekarang "ucapnya ia berdiri dan memakai jas yang disangkutkan pada kursinya
Dasha membantu memakaikan jas Daren tak lupa ia juga merapikan dasi Daren
Daren tersenyum menatap Dasha yang sangat dekat dengan dirinya, rasanya ia sangat bahagia
"kamu cantik" ucap nya
dasha tersenyum menatap Daren lalu berkata
"kamu juga tampan"ucap Dasha
Daren memegang pipi dasha, sebenarnya ia sangat gugup hingga ia mengalihkan pembicaraan
"sudah siap yuk" ucapnya
"ayo "ucap Dasha
Daren memegang tangan Dasha
"by nanti kalau udah di lobi lepas ya "ucapnya
"kenapa"tanya Daren
"malu by sama karyawan lain" ucap Dasha
"untuk apa malu biar kan saja "ucap nya
"kita gak keruangan kak Dekha ucap Dasha
"tidak biar di telpon saja "ucap Daren
mereka pun memasuki lift...
bersambung
terimakasih yang sudah baca novel ini jangan lupa like komen dan vote ya teman-teman supaya semangat update nya 😁
__ADS_1